Kamis, 19 April 2012

Bahagia Itu Sederhana (Bagian 1)

Bahagia itu sederhana.
Sesederhana ketika lw ternyata bisa menyentuh orang yang sebelumnya lw anggap tak tersentuh.
Ah, terima kasih kawan untuk ke-sama-an rasa itu :') Mari membalas dendam bersama!

Bahagia itu sederhana.
Sesederhana ketika lw bisa berdamai dengan orang yang gak pernah lw anggap ada.
Boleh jujur, itu rangkulan paling tulus yang pernah saya bagi untuk Anda. Saya bersedia untuk mulai menatap mata Anda.

Bahagia itu sederhana.
Sesederhana ketika lw bisa menertawakan gentingnya keadaan ditengah berbagai tekanan.
Tegang, senyum, dan senangnya kalian yang sukses meredam gw. Gw bangga bersusah-susah bersama kalian :) 

Bahagia itu sederhana.
Sesederhana ketika lw masih bisa melihat senyum tulus dari seseorang yang dianggap tengah tak seramah biasanya.
Hey, kamu. Sadarkah ternyata begitu banyak yang memperhatikanmu? Tetap tersenyum yaa. Bahkan di saat senyummu mungkin memang sedang tak mampu mendefinisikan apapun.

Bahagia itu sederhana.
Sesederhana ketika ditengah jeda buatan, sekotak dan sekaleng susu hadir di depan kamar untuk orang yang baru sembuh dari sakit.
Selalu. Terima kasih, hey kembaran ;) 

Bahagia itu sederhana.
Sesederhana ketika lw tau apa yang saat ini sanggup membuat lw bahagia.
Save the best for the LAST, Tuth! Last? Semoga hanya emosi sesaat. Tapi tidak juga. Gw memang meniatkannya.

Memang bahagia sesederhana itu.
Hari ini :)

0 komentar: