Sayang tetehku, selalu...

5 Februari 2010
1 Message Received.
T'Fia.Zeppelin.

Assalamualaikum. to the dearest person i've ever known. annisa dwi astuti. hmm, bahkan gak bisa mulai apa yang mau diomongin ke tuti. speechless. tau semua yang tuti lakuin dengan penuh pengorbanan, sayang, pemikiran, dll. bahkan juga gak bisa ungkapin betapa besarnya rasa bersyukur bisa punya adik kayak tuti yang selalu ada disaat susah, seneng dan selalut ersenyum saat tuti sendiri susah, seneng. hmm, hari ini titik balik buat liat tuti dari sisi lain, sebuah sisi yang membuat gw makin sayang dan gak mau kehilangan adik yang satu ini. mungkin selama ini berbuat terlalu banyak salah sama tuti, tapi percaya, itu gak disengaja, gak pernah mau bikin sedih tuti, beruaha sekuat mungkin. maaf untuk salah-salah itu. sekarang lebih dewasa, menyayangi tuti tanpa cela. apapun akan dilakukan agar senyum di wajah tuti gak pernah pudar, dan mau senyum itu selalu hiasi hari-hari. makasih banyak adiku sayang, terlalu susah ungkapin sebuah kata untuk kamu, wanita sempurna. sayang kamu, semoga Allah membalas semua keindahan hatimu dengan mewujudkan mimpi-mimpimu. mungkin seorang luthfia maharani bukan kakak yang baik untuk kamu, tapi akan selalu berusaha menjadi yang baik di belakang, depan, dan sampingmu :)
Cuma bisa tersenyum dengan mata nyaris basah waktu baca sms itu :)

Mungkin bukan surprise party yang sempurna untuk sebuah hari ulang tahun. Tapi ditengah segala ketergesaan dan kepanikan gw yang nyaris menghilangkan kuci motor orang, kelimpungan nyari orang yang bisa bantuin beli kue, terburu-buru pergi ke gor untuk ujian praktek olahraga, di-sms-in terus sama Rika karena ada masalah pemakaian lapangan untuk SPL yang bentrok dengan tim basket, dan lari-lari ke lantai 3 karena terlambat untuk ujian praktek komputer, mungkin hanya itu yang bisa gw lakukan dan berikan.

Walaupun bukan sesuatu yang luar biasa, untuk seseorang yang gak biasa, gak bisa diperlakukan sewajarnya di hari istimewanya :)

Salah satu orang yang paling berpengaruh buat gw di SMA, yang kata-kata nya gak akan pernah gw lupakan sampai kapanpun :
Seminggu sebelum pengumuman hasil UAN SMP.
Tuti, gimana UAN nya? Semangat ya! Satu bangku SMANSA udah nungguin Tuti  kok :)

Minggu-minggu menjelang MOS SMANSA.
Tuti, ditunggu ya di OSIS SMANSA!

Hari pertama MOS SMANSA.
MOSnya dijalanin ya, jangan dilewatin...

Pengumuman KPH 2007-2008.
Tenang Tuth, lw sama gw kok :)

Masa-masa ngedrop kepilih jadi Ketua 1 OSIS.
Bisalah Tuti maaah..
Dan kalau boleh jujur, salah satu alasan kenapa Tuti gak bisa manggil teteh langsung nama, sekalipun sekarang teteh udah jadi chairmate Tuti dan anak rakit bambu pun memanggil tanpa julukan "teteh", selain karena Tuti emang gak biasa manggil langsung nama ke kakak kelas, tapi juga karena Tuti gak bisa manggil seseorang yang sangat Tuti segani tanpa julukan aa atau teteh :)

 
T'Fia dan gw

Selamat ulang tahun, Teh. Sayang tetehku, selalu...

Masih sayang SMANSA!

30 Januari 2010

Gw masih sayang SMANSA!
Selama gw bisa, gw gak mau ngerusak SMANSA, dengan cara apapun...


Dan sampai saat ini, gw masih percaya
Allah akan selalu menjaga hamba-Nya yang berusaha menjaga agama-Nya

*ujian pertama : menekan ego LAGI!

Juara 1 di hati...

30 Januari 2010
Bersaaaaf kumpul. Mulai.
Garuda!
Deg. Seolah ikut dikomando, sepersekian detik setelah teriakan itu, gw mulai melafalkan zikir dalam hati. Entah apa yang tiba-tiba membuat gw berzikir. Tapi yang jelas, zikir gw pun berpacu dengan setiap gerakan itu.
Siap grak. Hormat grak. Tegak grak. Istirahat di tempat grak. Periksa kerapihan. Mulai.
Deg. Ada yang salah. Ada yang terlambat. Zikir gw pun semakin cepat.
Periksa kerapihan selesai. Siap grak. Lencang kanan grak. Tegak grak. Hitung. Mulai.
Deg. Gak lurus. Sejurus kemudian lurus lagi. Gak lurus lagi. Zikir gw makin cepat. Malah makin gak karuan.
Langkah tegap maju jalan. Langkah biasa jalan. Belok kanan jalan. Tiap-tiap banjar dua kali belok kanan jalan.
Di tengah zikir gw yang makin gak karuan, tanpa gw sadari ternyata gw mulai menangis! Ya, gw menangis. Entah karena alasan apa. Lamat-lamat gw lihat pasukan di depan. Seketika zikir gw terhenti digantikan dengan air mata gw yang mulai mengalir.

Ya, ternyata adrenalin itu masih terasa. Rasa rindu itu memenuhi pikiran gw. Dan rasa sayang itu belum hilang. Rasa sayang yang masih mampu membuat gw berani cabut pelajaran kimia demi memenuhi janji gw untuk datang saat final padahal gw sangat sadar sesadar sadarnya kalau gw udah kelas XII.

Rasa sayang itu pun berhasil membuat gw dan Ujhee menangis hari ini. Gw yang menangis saat melihat penampilan pasukan. Dan Ujhee yang menangis karena gak gw ajak cabut buat nonton Garuda di final tadi (ditambah gak nonton penyisihannya karena berbenturan dengan An-Naba).

Apapun hasil malam ini. Juara 1 atau tidak. Buat gw, sampai kapanpun Garuda tetap menjadi juara 1, di hati setiap anggotanya...

Diingetin sepertinya :)

26 Januari 2010

Lagi wudhu mau shalat istikharah. Tepat ketika gw membasuh muka dan mengucapkan niat, lantai bergetar bersamaan dengan teriakan dari dalam sekret OSIS.

OSIS!
We're gonna fight fight OSIS fight!
We're gonna win win OSIS win!
We're gonna fight fight fight!
We're gonna win win win!
We are OSIS SMA 1!

Iyel-iyel yang diteriakan kurang dari 20 orang, tapi mampu membuat gw merinding sejadi-jadinya. Subhanallah :)

*Lagi diingetin tuh, Tuth! Sepertinya lw harus punya semangat "gila" seperti itu lagi untuk saat-saat seperti ini..

"Cuaca Ekstrem!"

23 Januari 2010

Berawal dari larangan untuk mengambil jurusan teknik lingkungan yang gak habis-habis. Dilanjutkan dengan sebuah kejadian yang membuat kakak gw krisis kepercayaan ke gw (yang menurut gw sebenernya itu bukan suatu masalah yang besar, atau bahkan bisa dianggap bukan suatu masalah). Kakak gw ngecek tabungan gw dan menemukan catatan bahwa gw pernah ngambil uang dari tabungan gw untuk keperluan sponsorship SMANSA DAY tahun lalu. Hal yang menurut gw bukan masalah, ternyata masalah besar buat kakak gw. Gw dianggap seenaknya menggunakan uang. Alhasil, kakak gw menghentikan transfer rutin ke tabungan gw untuk membantu biaya kuliah gw karena kejadian itu dan hanya mengizinkan gw menggunakan internet hari sabtu dan minggu.

Setelah kejadian itu pun, seminggu penuh gw sama sekali gak bisa belajar kondusif di rumah. Masalah terus diungkit. Teguran. Sindiran. Bentakan. Silih berganti mampir ke gw. Gw cuma bisa masuk kamar dan diam. Terlalu lelah untuk mencari perkara 'lagi'.

Ketika An-Naba nyaris mengangkat mental gw, gw pun di'jatuhkan' lagi. KTP, ATM, dan kartu pelajar gw hilang. Memicu emosi keluarga di rumah yang sebenarnya belum stabil. Akibatnya, selain gw dianggap sebagai anak yang nyusahin orang tua aja, sampai gw menulis postingan ini pun gw belum daftar simak UI karena gw gak punya kartu identitas. Bersamaan dengan itu, larangan untuk ikut simak UI pun muncul. Gak hanya simak UI, utul UGM, usm pusat ITB, bahkan SNMPTN pun gw 'direkomendasikan' untuk gak usah ikut. Kenapa? Karena gw disuruh belajar sambil menunggu USM STAN 'saja'.

Dan keadaan rumah pun, menjadi benar-benar gak bisa bikin gw belajar. Lelah. Terlalu lelah untuk membela diri. Dan berharap sekolah bisa jadi tempat pelarian gw untuk belajar.

Tapi ternyata? Panitia SPL sedang mengalami krisis semangat. Menuntut gw beberapa hari untuk menjadi seorang single fighter fisik dan mental. Ketika semangat itu kembali lagi, ternyata tekanan itu belum berhenti. Rasa iri gw terhadap orang lain untuk bisa belajar dengan tenang baik di rumah  maupun di sekolah seperti teman-teman gw yang lain, perlahan menyeruak. Dan rasa iri pun seperti api yang memakan kayu bakar. Rasa iri itu, mulai menyita pikiran gw, waktu gw, menggerogoti mental dan fisik gw. Sampai pada puncaknya,  larangan teknik lingkungan, bentakan, teguran, sindiran, ketidak percayaan, dan rasa iri itu membawa gw terkapar dua hari di rumah karena tekanan darah gw yang terlalu rendah.

Darah rendah gw pun membawa suasana rumah menjadi kondusif sementara. Masalah-masalah kemarin seakan lenyap ditelan usaha menaikan tekanan darah gw menjadi normal kembali. Ya. Gw pun mulai belajar dengan tenang. Tahajud tanpa air mata. Dan kembali mengatur ritme belajar gw.

Seolah untuk menguji ketahanan mental dan fisik gw, baru tiga hari gw merasakan kondisi itu, tekanan kembali datang. Ketika untuk pertama kalinya gw benar-benar mampu belajar dengan sangat tenang di NF hari ini, tiba-tiba sebuah sms mampir di hape gw. Sebuah sms peringatan, teguran, dan pernyataan bahwa gw KETUA YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB!

Harapan setelah gw sembuh, rumah mampu menjadi tempat paling nyaman buat gw, ternyata pupus hari ini. Setelah pulang NF dengan tekanan baru akibat SMS itu, tekanan lain pun muncul. Melepas rindu untuk menulis, gw pun ngenet untuk kembali blogging. Tapi apa yang dikatakan nyokap gw?
Nyokap : Aaah, sama aja  khan? Blooging, chatting, browsing, facebook, sama-sama ngabisin waktu aja! Kamu jangan bohong sama ibu!
Semua kejadian itu pun telah mampu membuat air mata gw mulai mengering. Gw mulai bisa tertawa saat menangis. Bahkan nyaris lupa caranya menangis. Gak peduli seberapa sering gw sudah jatuh dan akan jatuh berapa kali lagi. Udah gak ngerti definisi sakit. Udah lupa berapa banyak luka yang seharusnya gw obatin. Gw udah mulai menertawakan setiap masalah yang datang. Kebas dengan segala tekanan. Segala bentakan pun udah gak pernah gw masukin ke hati. Udah gak punya tenaga buat iri sama orang lain. Bahkan sekarang gw udah nyiapin senyum terbaik yang gw punya kalau-kalau ada tekanan yang ngantri buat datang kepada gw.

Dan berharap semua kejadian itu hanya bagian dari rencana-Nya untuk menjadikan gw PEREMPUAN yang jauh lebih kuat dari sebelumnya...amiin ya rabbal alamin..

*Cuaca ekstrem tengah melanda selruh belahan bumi. Banjir di Myanmar, Bangladesh, dan Indonesia,  hujan salju lebat di Eropa, angin kering di Australia, dan kekeringan di Afrika. Termasuk di Bogor. Panas, mendung, gerimis, hujan, dan panas lagi datang silih berganti hanya dalam waktu beberapa jam. Biasanya, cuaca yang gak jelas itu ditutup dengan derasnya hujan dan awan yang mendung di penghujung malam. Pantesan akhir-akhir ini jarang ngeliat bintang...

So have I

9 Januari 2010

Nita : LSWK, I have my own way to give my best.
Gw : and for OSIS, so have I.

Terima kasih..

8 Januari 2010

Windmill itu selalu bisa jadi peredam mood jelek gw. 
Walaupun sudah berhenti berputar, tapi efisiensinya masih 99%. 
(Dania Putri)

Terima kasih untuk malam ini :
Ujhee : Kenapa mesti milih sekarang kalau pilihan itu Allah yang nentuin nanti? Oke :D Semangat!




Basith : Apapun keputusan lw atau apapun jalan yg lw ambil, gw akan selalu ngedukung dan bakal ngebantu lw.

Murai : Kapan-kapan kalau Teh Tuti yang mau cerita, sms aja ya teh :D

Astagfirullahalazim...

8 Januari 2010

Sampai saat ini, GW PERCAYA bahwa setiap orangtua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. Ya. Gw percaya. Sangat percaya malah. Tapi, apakah setiap orangtua mau berusaha memahami bahwa setiap anak pun ingin menunjukan bahwa ia mampu memberikan yang terbaik untuk mereka?

Astagfirullahalazim...
Astagfirullahalazim...
Astagfirullahalazim...
Astagfirullahalazim...
Astagfirullahalazim...
Astagfirullahalazim...
Astagfirullahalazim...
Astagfirullahalazim...
Astagfirullahalazim...

Dan sampai malam ini, ketika gw udah gak mampu membendung air mata gw lagi, menyebut nama-Nya masih menjadi satu-satunya cara paling ampuh untuk bertahan di tengah segala tekanan dan kegamangan.

*Ya Allah sesungguhnya aku memohon pilihan (yang terbaik) kepada Engkau dengan ilmu (yang ada pada)-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu (untuk menyelesaikan urusanku) dengan kodrat-Mu

Dan aku memohon kepada-Mu sebagai karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, dan Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengatahui perkara yang ghaib

Ya Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agaaku, dan kehidupanku, serta (lebih baik pula) akibatnya (di dunia dan akhirat), maka takdirkanlah aku dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini

Dan sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih buruk untuk diriku, agamaku dan kehidupanku, serta (lebih buruk pula) akibatnya (di dunia dan akhirat), maka jauhkanlah urusan ini, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku dimana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.