Sabtu, 26 November 2011

Berobat Jalan

Beberapa waktu lalu, masa-masanya menjelang SNMPTN 2011, waktu sudah ada kepastian bahwa gw menempatkan Psikologi di pilihan kedua gw, Teh Lia, alumni SMANSA yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa S2 Fakultas Psikologi UI, pernah bilang sesuatu ke gw.
Teh Lia : Tuth, aku doain masuk Manajemen aja ya. Soalnya jadi anak Psikologi kemungkinannya cuma dua. Kalau gak nyembuhin orang lain, ya berobat jalan untuk nyembuhin diri sendiri.
Dalam pandangan awam, dulu gw sempet ngerasa gimaaanaaaa gitu dengan pernyataan Teh Lia. Selain gw emang gak ngerti maksudnya berobat jalan apa, dulu gw langsung sentimen gitu, '"Emang orang yang masuk Psikologi menandakan selalu orang yang bermasalah ya?"

Tapi sekarang, gw ngerti maksudnya Teh Lia apaan, hahahaha :P Karena pernyataan tersebut, memang berlaku universal di fakultas ini. Ilmu yang didapatkan disini, selain idealnya akan diaplikasikan untuk menjadi seorang psikolog, dalam jangka pendek, ilmu tersebut tersebut bisa terlebih dahulu diterapkan pada diri sendiri. Seperti pada gw beberapa hari yang lalu :D

Gw mendapatkan tugas untuk membuat sebuah Tinjauan Pustaka. Sebuah tulisan yang dibuat dengan literatur yang diambil dari beberapa artikel. Dan tugas ini gw manfaatkan untuk berobat jalan untuk menyembuhkan sebuah kebiasaan buruk yang mulai membayangi gw. Kebiasaan ini salah satu penyebab kelelahan gw minggu ini. Kebiasaan yang sempat membuat gw mengerjakan tugas dengan tangan bergetar kayak orang yang lagi kejang-kejang. Sumpah gw pengen banget lepas dari kebiasaan ini. Kebiasaan ini gak ngenakin. Bikin capek, khususnya capek hati :(

Dengan mengetahui lebih dekat tentang kebiasaan ini, berharap gw bisa mencari celah untuk menjadi sebenar-benarnya musuh dengan kebiasaan ini.

Namanya prokrastinasi.

Tinjauan pustaka yang gw buat ini sebenarnya gak cukup merepresentasikan semua hal tentang prokrastinasi karena hanya dibatasi 1000 kata. Jadi, ada kemungkinan gw akan menulis lagi tentang prokrastinasi di lain kesempatan. Selamat membaca. Semoga bermanfaat :)


 sumber gambar : sms-kasih.blogspot.com

***
 Tinjauan Pustaka
Prokrastinasi Akademik

Sebagai seorang mahasiswa, tidak jarang saya melihat orang-orang di sekitar saya atau bahkan diri saya sendiri sedang berada dalam keadaan malas untuk mengerjakan tugas kuliah tertentu (baca : menunda). Lebih jauh lagi, pada prakteknya rasa malas ini memiliki bentuk yang bervariasi. Mulai dari mengakhirkan pengerjaan tugas, baru mengerjakan tugas di detik-detik terakhir pengumpulan tugas dengan modal dalam keadaan panik, sampai dalam dalam bentuk berlari dari sebuah tugas dengan cara mencari-cari kegiatan lainnya untuk dikerjakan yang sesungguhnya tidak ada kolerasinya dengan tugas utama dan tidak bersifat mendesak.

Sikap malas atau menunda mengerjakan tugas kuliah itu dapat disebut dengan istilah prokrastinasi akademik. Adapun istilah prokrastinasi sendiri secara epistemologi, menurut Wikipedia.com, berasal dari bahasa latin procastinare, dengan pro yang memiliki arti gerakan maju dan crastinus yang memiliki arti milik hari esok. Apa definisi dari prokrastinasi? Apa yang menyebabkan seseorang memilih melakukan prokrastinasi? Apa dampak yang akan dirasakan oleh pelaku prokrastinasi?

Prokrastinasi adalah sebuah kecenderungan untuk menunda hal yang seharusnya dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Lebih khusus lagi, prokrastinasi akademik adalah perilaku menunda-nunda mengerjakan atau menyelesaikan tugas akademik (Lay dalam Lee dkk. 2006). Orang yang melakukan prokrastinasi sering disebut dengan istilah prokrastinator.

Berdasarkan perilakuknya, Chu dan Choi (2005) membagi perilaku prokrastinasi menjadi dua, yaitu prokrastinasi aktif dan prokrastinasi pasif. Menurut Chu dan Choi, perilaku prokrastinasi aktif adalah perilaku sengaja menunda suatu pekerjaan untuk melakukan perkerjaan lain yang lebih penting dam mendesak, atau menunda pekerjaan untuk terlebih dahulu membuat perencanaan dan persiapan atau mengumpulkan informasi-informasi penting yang mungkin berguna. Sebagai contoh, perilaku prokrastinasi aktif ini dapat dilihat pada mahasiswa yang sengaja berlama-lama mencari bahan dari internet untuk pembuatan tugas makalah tetapi tidak kunjung memulai membuat makalah itu sendiri.

Adapun yang disebut dengan prokrastinasi pasif adalah perilaku prokrastinasi yang di dalamnya terdapat unsur penundaan yang tidak rasional, tidak diperlukan, dan tidak bermanfaat bagi penyelesaian tugas akademik yang dikerjakan. Sebagai contoh, mahasiswa yang menunda pengumpulan tugas jurnal. Mahasiswa tersebut menyadari bahwa esok hari, pukul 07.00 WIB, ia harus mengumpulkan tugas jurnal kepada dosennya. Akan tetapi, di malam sebelumnya, ia memutuskan untuk mengerjakan tugas lain yang tidak lebih penting dari tugas jurnal tersebut. Ia memutuskan untuk berlama-lama membuka jejaring sosial, menonton tv, merapihkan kamar yang sebenarnya sudah rapi, dan baru mulai mengerjakan tugas jurnal tersebut ketika rasa panik sudah melanda saat waktu menunjukkan telah lewat dini hari.  

  Contoh seorang prokrastinator
 
sumber gambar : jackiecasper.wordpress.com 

Secara umum, dalam skripsinya, Gufron (2000) membagi penyebab prokrastinasi ada dua : 1) rasa enggan atau ragu-ragu untuk memulai dan mengerjakan tugas yang diapnggap sulit atau tidak menyenangkan; 2) rasa khawatir atau takut akan konsekuensi yang mungkin timbul dari penyelesaian tugas dan dievaluasi terhadap tugas tersebut.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik dapat dikategorikan menjadi dua macam, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor-faktor yang terdapat dalam diri seseorang yang mempengaruhi prokrastinasi. Faktor-faktor itu meliputi kondisi fisik dan kondisi psikologis dari seseorang. Faktor internal yang berasal dari dalam diri seseorang yang turut mempengaruhi munculnya prokrastinasi akademik adalah keadaan fisik dan kondisi kesehatan seseorang, misalnya fatigue (kelelahan). Seseorang yang mengalami fatigue akan memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk melakukan prokrastinasi daripada yang tidak (Bruno, 1998; Millgram, dalam Ferrari, dkk, 1995). Tingkat intelegensi yang dimiliki seseorang tidak mempengaruhi perilaku prokrastinasi, walaupun prokrastinasi sering disebabkan oleh adanya keyakinan-keyakinan yang irrasional yang dimiliki seseorang (Ferrari dalam Wulan, 2000).

Faktor yang kedua berkenaan dengan kondisi psikologis seseorang. Menurut Millgram, dkk. (dalam Rizvi, 1998), trait kepribadian seseorang turut mempengaruhi munculnya perilaku penundaan, misalnya trait kemampuan sosial yang tercermin dalam self regulation dan tingkat kecemasan dalam berhubungan sosial (Janssen dan Carton, 1999). Besarnya motivasi yang dimiliki seseorang juga akan mempengaruhi prokrastinasi secara negatif, dimana semakin tinggi motivasi intrinsik yang dimiliki seseorang ketika menghadapi tugas, akan semakin rendah kecenderungannya untuk prokrastinasi akademik (Briordy, dalam Ferrari, dkk, 1995). Berbagai hasil penelitian juga menemukan aspek-aspek lain pada diri seseorang yang turut mempengaruhi seseorang untuk mempunyai suatu kecenderungan perilaku, antara lain; rendahnya kontrol diri (Green, 1982; Tuckman, dalamhttp://all.successcenterohiostate.edu/references/procrastinator_state.edu/references/procrastinator_APA_paper.htmPagedalamhttp://www.mwsc.edu/psychology/research/psy302/fall96/stephanie_page.html)

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi seseorang melakukan perilaku prokrastinasi adalah faktor eksternal. Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang terdapat di luar diri seseorang yang memengaruhi prokrastinasi. Faktor-faktor itu antara lain berupa pengasuhan orang tua dan lingkungan yang kondusif, yaitu lingkungan yang lenient.

Prokrastinasi juga memiliki beberapa akibat yang dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung oleh para pelakunya. Beberapa akibat dari prokrastinasi diantaranya adalah 1) kemungkinan mengalami kecemasan menghadapi tes yang lebih tinggi dibanding mahasiswa lainnya (Kalechstein, 1989). Tidak hanya itu, mereka yang prokrastinator tersebut juga memiliki kecemasan, kekhawatiran, dan depresi dibanding mahasiswa yang tidak melakukan prokrastinasi. Tidak heran mereka memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dan persepsi kesehatan yang lebih buruk (Tice & Baumeister, dalam Chu & Choi, 2005). Dalam jangka panjang maupun pendek, hal diatas dapat dapat menghasilkan sebuah kemungkinan bahwa seorang mahasiswa yang prokrastinator di kemudian hari akan mendapatkan nilai yang buruk.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa prokrastinasi akademik adalah kecenderungan untuk menunda tugas yang bersifat akademis yang seharusnya bisa untuk segera dikerjakan. Orang yang melakukan tindakan prokrastinasi akrab disebut sebagai prokrastinator. Perilaku prokrastinasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu prokrastinasi aktif dan prokrastinasi pasif. Ada beberapa penyebab seseorang melakukan tindakan prokrastinasi akademik. Beberapa diantaranya rasa enggan untuk menyelesaikan tugas yang dirasa sulit serta rasa khawatir atas evaluasi tugas yang dikerjakan. Tindakan prokrastinasi akademik pun dapat dipengaruhi oleh berbagi faktor, baik faktor eksternal maupun faktor internal. Pada akhirnya, dalam jangka panjang maupun pendek, seorang prokrastinator akan mengalami beberapa dampak akibat tindak prokrastinasi yang dilakukannya, seperti kecemasan, kekhawatiran, dan kemungkinan pencapaian prestasi akademik yang tidak optimal.



Daftar Pustaka



Vedder, Teguh. “Sekilas Tentang Prokrastinasi. http://azumicute.blogspot.com/2011/02/prokrastinasi.html (25 November 2011)


***
Tahukah kawan?
Kalau selama ini blogging menjadi salah satu tempat katarsis gw, jangan-jangan sekarang blogging sudah beralih fungsi jadi tempat prokras gw lagi? -___-

Bismillahirahmanirahim.
Gw gak mau tangan gw kejang-kejang lagi!

3 komentar:

ushmrkstv mengatakan...

...Secara umum, dalam skripsinya, Gufron (2000) membagi penyebab prokrastinasi ada dua : 1) rasa enggan atau ragu-ragu untuk memulai dan mengerjakan tugas yang diapnggap sulit atau tidak menyenangkan; 2) rasa khawatir atau takut akan konsekuensi yang mungkin timbul dari penyelesaian tugas dan dievaluasi terhadap tugas tersebut...


sekarang ini nomer dua bangeeeet!! :p

ini tutl sekalian ngingetin orang2 yang baca blog yaa, haha.

semangat menulis ;)

auqi14 mengatakan...

oh, ini toh..yg diomongin tadi siang. hehehe..tulisannya bagus, tut..sistematis. ga gampang loh nulis ginian..
btw, minat ke psikologi pendidikan ya?

Annisa Dwi Astuti mengatakan...

@ushmrkstv : waaaaah, ada teeh uswaaaah! nuhun sudah berkunjung teh :)

teteh semangaaaat juga yaaa! lagi ngerjain skripsi bukan teh?

niat awal sih mengingatkan diri sendiri teh, tapi kalau bisa bermanfaat buat yang baca juga, alhamdulilaah, hehehe :D

@Teh Lia :waaaah, teh lia mampir! :D beneran teh? alhamdulilaaah :D iya teh, gak gampang, banget! ironisnya, tulis ini salah satu tugas yang tuti prokras -__-

teteh tau aja :P iya teh, minat ke psidik :D

btw, teh lia teh ngambil peminatannya apa teh?