Sabtu, 30 Januari 2010

Juara 1 di hati...

30 Januari 2010
Bersaaaaf kumpul. Mulai.
Garuda!
Deg. Seolah ikut dikomando, sepersekian detik setelah teriakan itu, gw mulai melafalkan zikir dalam hati. Entah apa yang tiba-tiba membuat gw berzikir. Tapi yang jelas, zikir gw pun berpacu dengan setiap gerakan itu.
Siap grak. Hormat grak. Tegak grak. Istirahat di tempat grak. Periksa kerapihan. Mulai.
Deg. Ada yang salah. Ada yang terlambat. Zikir gw pun semakin cepat.
Periksa kerapihan selesai. Siap grak. Lencang kanan grak. Tegak grak. Hitung. Mulai.
Deg. Gak lurus. Sejurus kemudian lurus lagi. Gak lurus lagi. Zikir gw makin cepat. Malah makin gak karuan.
Langkah tegap maju jalan. Langkah biasa jalan. Belok kanan jalan. Tiap-tiap banjar dua kali belok kanan jalan.
Di tengah zikir gw yang makin gak karuan, tanpa gw sadari ternyata gw mulai menangis! Ya, gw menangis. Entah karena alasan apa. Lamat-lamat gw lihat pasukan di depan. Seketika zikir gw terhenti digantikan dengan air mata gw yang mulai mengalir.

Ya, ternyata adrenalin itu masih terasa. Rasa rindu itu memenuhi pikiran gw. Dan rasa sayang itu belum hilang. Rasa sayang yang masih mampu membuat gw berani cabut pelajaran kimia demi memenuhi janji gw untuk datang saat final padahal gw sangat sadar sesadar sadarnya kalau gw udah kelas XII.

Rasa sayang itu pun berhasil membuat gw dan Ujhee menangis hari ini. Gw yang menangis saat melihat penampilan pasukan. Dan Ujhee yang menangis karena gak gw ajak cabut buat nonton Garuda di final tadi (ditambah gak nonton penyisihannya karena berbenturan dengan An-Naba).

Apapun hasil malam ini. Juara 1 atau tidak. Buat gw, sampai kapanpun Garuda tetap menjadi juara 1, di hati setiap anggotanya...

0 komentar: