Rabu, 06 Januari 2010

Ada yang salahkah dengan teknik lingkungan?

6 Januari 2009

Mengajukan Fakultas Teknik Lingkungan sebagai tujuan akhir. Awalnya, ditertawakan, dan gw pun masih bisa ikut tertawa. Mulai dipertanyakan secara serius. Berbagai penjelasan, deskripsi, bahakan kejujuran tentang sebenar-benarnya keinginan gw pun mulai berani gw sampaikan. Berbagai penjelasan mulai diremehkan, gw pun masih bertahan dengan berbagai argumen. Sampai setiap penjelasan direndahkan, dan gw cukup malas untuk beradu argumen setiap hari dengan keluarga, gw mulai menjawab pertanyaan dengan sekenanya. Ketika 'tuduhan' cuma ikut-ikutan teman mampir pun, membuat gw enggan beragumen dan hanya bernafsu untuk mengucapkan satu kata, 'enggak'. Teknik lingkungan pun mulai dijelekan, membuat gw makan hati dan memutuskan untuk tidak berkomentar. Dan sekarang, jelas-jelas gw dinyatakan tidak direstui untuk masuk teknik lingkungan, gw lebih banyak diam dan beristigfar.

Ada yang salahkah dengan teknik lingkungan?

13 komentar:

rezaprimawanhudrita mengatakan...

umm, teknik lingkungan ya?
berminat di perguruan tinggi mana?

ini ada pengakuan dari temen di teknik lingkungan itb http://chrysanthee.wordpress.com/2009/07/09/environmental-engineering/

semoga bermanfaat =D

Annisa Dwi Astuti mengatakan...

@ a'reza : iya a, insya Allah pengen ngejar teknik lingkungan.. PTN nya? Sebenernya yang tuti tau FTL paling bagus, FTLnya ITB, tapi gak tau kenapa dari awal tuti mencetuskan pengen TL, gak ada bayangan ke ITB a, hehehe.. Akhirnya memutuskan mengejar UI atau UGM :D

waah, makasih ya a buat linknya, suka banget sama bagian :
"tapi buat cewek-cewek TL yang perkasa, ayo kita berjuang, kita juga sebenarnya bisa kok jadi enginer lingkungan"

mohon doanya ya a :)

wise girl wannabe mengatakan...

ikuti kata hatimu tuth.. :)

Anonim mengatakan...

tidak ada yang salah dari teknik lingkungan itu asalkan kita yakin dan percaya. :P

memang masa depan Teknik Lingkungan tidak sepasti Kedokteran = Dokter ( gaji besar :D), STAN = Ekonom+PNS ( gratis pula ), ato jurusan yang sudah punya nama sebelumnya atau malah Teknik Lingkungan masih kurang bergengsi. Mungkin itu yang banyak dikeluhkan orang banyak sehingga memandang sebelah mata Teknik Lingkungan .

tapi berangkat dari itulah "kita" harus yakin bahwa Teknik Lingkungan adalah jurusan masa depan. Pasti nanti ada saat semua orang meraung-raung tentang keadaan lingkungan hidup yang semakin tak menentu dan mereka mencari-cari solusi atas masalah itu semua, Lulusan Teknik Lingkungan lah yang dicari ! ( taraaaaaa :P )

semangat ya :D
.komen lebay.

Annisa Dwi Astuti mengatakan...

@ nisop : makasih nisophku :)

@ anonim : "ada saat semua orang meraung-raung tentang keadaan lingkungan hidup yang semakin tak menentu dan mereka mencari-cari solusi atas masalah itu semua, Lulusan Teknik Lingkungan lah yang dicari !"

anonim.. anonim.. makasih banyak ya :D

dan ketika orang masih memandang Teknik Lingkungan sebelah mata, kenapa gak KITA yang bikin semua orang membuka kedua matanya untuk Teknik Lingkungan?

.gaklebaykokkomennya. :)

Anonim mengatakan...

hhaha . sama2 .

justru itulah tugas tersembunyi kita. Merintis masa depan yang pasti untuk lulusan Teknik Lingkungan ! :D

beuh. mimpi yang semoga terkabul .

amiin :D

Annisa Dwi Astuti mengatakan...

@ anonim : amiin amiin amiin ya Rabbalalamin :D

Arai ama Ikal aja bisa ke Perancis, knapa ke Teknik LIngkungan kita gak bisa? ;D

Anonim mengatakan...

hha. yoi.
trus k australi deh. hha keren bener ..

nanto mengatakan...

Sebenernya nggak ada yang salah dengan pilihan kamu, hanya kamu juga harus berfikir tentang kondisi orang tua, baik keuangan dan umur. Kalau kamu bisa membebaskan mereka dari biaya yang akan mereka keluarkan jika kamu masuk tekhnik lingkungan itu tidak apa2

Anonim mengatakan...

hidup teknik lingkungan ! :)

Annisa Dwi Astuti mengatakan...

@anonim : HIDUP! :D Ngomong-ngomong, jauh bener mas anonim kommennya ke postingan yang ini? Hohoho.. Tapi gw senyum2 sendiri looh ngeliat kommen2 diatasnya. Mulai dari yang gw pengen tekling belum kepikiran ITB, kita yang semangat banget buat membuktikan seberapa pantas Teknik Lingkungan untuk tidak dipandang sebelah mata, mas anonim yang pada akhirnya sekarang dikasih jalan lain sama Allah, sampai gw yang sekarang dikasih kesempatan kedua buat ngejar Tekling ITB. Subhanallah. Memang hanya Dia Yang Maha Membolak-Balikan Hati :)

Anonim mengatakan...

teknik lingkungan its aja...hehe

Annisa Dwi Astuti mengatakan...

@anonim:waah,jauh sekali anda menemukan postingan ini, hehehe. Alhamdulilah dikasihnya di psikologi UI :) anda mahasiswa tekling ITS?