Kamis, 24 November 2011

Sehari Bersama Kastrat

Udah lama gw gak bikin judul postingan yang menurut gw cukup untuk merepresentasikan isi postingan secara keseluruhan, kayak postingan kali ini :)

Hari ini gw memang benar-benar menghabiskan waktu bersama Kastrat sepanjang pagi sampai malam. Singkat cerita, gw kepilih jadi anak magang Bidang Kajian Strategis atau yang biasa disebut Kastrat BEM Opera 2011 (Opera adalah nama BEM Fakultas Psikologi 2011 yang merupakan singkatan dari Optimal Bersahabat). Bersama tiga orang kawan gw lainnya -Haura, Hari, dan Anas- kami diperkenalkan tentang Kastrat dan seluk beluk di dalamnya. Kami pun diberi beberapa tugas layaknya kami benar-benar merupakan staff Bidang Kastrat.

Bagi khalayak awam, dengan istilah yang berbeda di setiap fakultas dan universitasnya, bidang ini dikenal dengan bidang yang suka demo dan melakukan aksi. Jujur, dulu pun gw memiliki stigma tersendiri untuk bidang ini. Menurut gw bidang ini berat banget dan untouchable banget lah mengingat gw agak apatis dengan urusan politik dan gw bukan salah satu mahasiswa yang punya pandangan kalau mahasiswa harus turun ke jalan. Tapi berhubung saat ini gw sudah terlanjur kecebur di dalamnya mengetahui pengetahuan lebih banyak tentang Kastrat, gw lebih senang menyebut Bidang ini dengan sebutan  bidang yang mengkaji dan menyikapi isu-isu terkini di dalam dan di luar Fakultas Psikologi.

Sehari bersama Kastrat tadi pun pada akhirnya membuat gw (lagi-lagi) ngerasa doa gw gak ada habisnya dikabulin sama Yang Maha Mengabulkan Doa. Dulu gw pernah berdoa pengen dibukakan kotak-kotak pikiran dan sudut pandang gw akibat dari gw yang hobinya hanya main personal dan susah banget aware sama isu-isu sosial yang ada di sekitar gw. Hari ini, perlahan tapi pasti, doa itu pun (gw anggap) dikabulkan.

Dimulai dari pukul 11.00. Gw, Haura, Hari dan Anas datang menghadap Bang Hamdi Muluk. Beliau adalah Guru Besar Fakultas Psikologi UI. FYI : Di Fakultas Psikologi UI, dosen lazim dipanggil mba, mas, dan abang. Dalam kehidupan bermasyarakat, beliau dikenal sebagai pakar Psikologi Politik. Beberapa hari lalu beliau pun sempat diundang di dalah satu stasiun televisi swasta terkait dengan kasus Nazarudin. 

Kami menghadap beliau masih terkait dengan acara yang tengah diselenggarakan oleh Bidang Kastrat yaitu Sekolah Anti Korupsi (SAK). Kami ditugasi untuk mewawancarai beliau yang selanjutnya hasil wawancara tersebut, bersama hasil studi pustaka, akan dikaji bersama oleh bidang Kastrat dan dilempar ke sivitas Fakultas Psikologi guna memanaskan isu korupsi menjelang acara puncak Sekolah Anti Korupsi yang mengangkat tagline mudagakorup. Kalau selama ini korupsi diangkat dengan menggunakan pendekatan hukum, ekonomi, dan sosal,  sedikit berbeda dengan  yang sudah ada sebelumnya, kami ditugasi untuk mewawancarai Bang Hamdi terkait dengan fenomena korupsi menggunakan pendekatan Psikologi.

Hanya bermodalkan satu pertanyaan, "Bang, kalau selama ini kami tahu tentang korupsi melalui pendekatan hukum, ekonomi, dan sosial, kalau dari pendekatan psikologi, korupsi itu seperti apa, Bang?"

Pertanyaan itu pun sukses mengalirkan deras informasi selama kurang lebih 2 jam. Mengetahui kami yang masih hijau, yang masih menginjak semester satu, penting bagi Bang Hamdi memberikan pengetahuan sebelumnya tentang sejarah negara, politik, sampai akhirnya menyentuh korupsi itu sendiri.

Cangaklah gw mendengar penjelasan Bang Hamdi. Gw cuma bisa ngangguk-ngangguk, geleng-geleng, sampai ketawa-ketawa tertahan. Ketawa? Yap. Ada beberapa momen dari penjelasan Bang Hamdi yang bikin kami berempat ngerasa, "Baru tahu Guru Besar bisa kayak gini?" Hehehe :P Oke bangetlah Bang Hamdi. Sukses membuat gw ngerasa cetek banget gak punya pengetahuan apa-apa tentang istilah yang sebenarnya sering digelontorkan beberapa waktu belakangan.

Lebih jauh lagi, ada sebuah statement Bang Hamdi yang jadi  pukulan telak banget buat gw. Pernyataan Bang Hadi  pada akhirnya seolah menjawab pertanyaan gw dan  membuat gw sadar kalau gw gak boleh apatis (lagi) sama urusan politik.

Lanjut lagi pukul 16.00 setelah kelas mata kuliah Logika Penulisan Ilmiah. Kastrat kumpul lagi untuk datang Rapat Pleno I Magang BEM Opera 2011. Rapatnya fun. Hanya perkenalan tiap-tiap bidangnya dengan iyel-iyel masing-masing. Sesuai amanah Ketua Bidang Kastrat, Kak Nikki, untuk mencoba membuat image Kastrat tidak horor di mata orang-orang, kami pun memutuskan membuat iyel-iyel yang agak ngedangdut dikit, hehehe :P Dan iyel-iyelnya sukses membuat orang-orang cangak karena lagunya gak kedengeran gara-gara keasikan joget -__-

Di penghujung acara, ada kompetisi membuat menara setinggi-tingginya antar bidang. Menara dibuat dari barang-barang yang dimiliki oleh masing-masing bidang. Dengan rusuhnya, Kastrat pun maju ke depan Aula, mengangkat meja yang dulu tempat feedbcaker mengevaluasi dan diposisikan secara vertikal, mengangkat kursi ke atas meja tersebut, dan meletakkan barang-barang pribadi di atas kursi tersebut. Saking rusuhnya dan kebiasaan teledor gw yang gak abis-abis, laptop gw pun terlempar dari atas kursi dan mencium lantai :'(

Dengan modal rusuh dan pengorbanan laptop yang terlempar, Kastrat dan Danus pun akhirnya memenangkan kompetisi! :D

Awalnya, setelah pleno kami berempat mau langsung mengerjakan resume hasil wawancara tadi. Sampai pada akhirnya rencana dibatalakan karena Kastrat BEM Opera ngajak nonton film Sang Penari di Detos. Sampai di Detos, alamaaaaak, filmnya..... hahahaha -___- Mata gw sampai harus dihalangi oleh tangan Abang karena ada beberapa adegan yang menurut Abang gak boleh gw liat, dan begitu pula sebaliknya. Sepanjang film berlangsung, dengan sesekali saling menghalangi mata, gw diskusi bareng Abang dan Haura tentang apa maksud film ini, soalnya kerasa banget butuh mikirnya. Kalau gak mikir ya gak ngerti maksudnya apa.

Mentang-mentang namanya ada unsur kajian, usai film yang bercerita tentang budaya Ronggeng di tengah latar waktu Gerakan 30 September ini, kami pun mengkaji film ini sambil menunggu orang-orang keluar dari bioskop. Kami pun sepakat film ini kurang sesuai dengan ekspetasi kami yang berharap lebih dengan cerita sejarah yang terkandung di dalamnya. Unsur sejarahnya sedikit. Malah banyak banget adegan-adegan yang istilah di dalamnya malah menjadi bahan bercandaan kami :D
Abang : Qist, lw jadi Ronggeng gih di SC!
Kak Nikki : Makanya jangan 'buka kelambu'!
Usai nonton, lagi-lagi tadinya mau langsung pulang, sebelum pada akhirnya memutuskan untuk makan bareng di ayam bakar sebelah Gramedia Margonda. Kak Nikki izin pulang duluan. Tinggal kami bertujuh melanjutkan makan dengan berbagai macam obrolan. Mulai dari ternyata Pusat Krisis dan Klinik Terpadu itu fungsinya berbeda, tentang berpisah adalah bencana,  Hari yang gak setuju dengan sesuatu yang berlawanan bukan beratrti saling melengkapi, istilah korupsi hanya digunakan jika merugikan negara, tentang banci-banci di daerah Kutek, sampai Haura tentang maslaah pribadinya. Diantara sekian obrolan itu, gw paling inget kata-kata Teh Aqist.
Teh Aqist : Kita khan gak boleh sedekat ini loh sama anak magang.
Hahaha, atuhlah Teh, kedekatan ini malah bikin saya ngerasa Kastrat gak sehoror yang saya kira dulu :P

Setelah makan kami memutuskan langsung pulang. Lumayan jauh sih, tapi demi tidak membiarkan uang 2000 diserahkan begitu saja kepada abang angkot, dari tempat kami makan, kami -selain Anas yang pulang dengan arah berlawanan-memutuskan jalan kaki sampai Gang Sawo atau lebih tepatnya sampai depan kostan gw. Sepanjang perjalanan, Haura melanjutkan ceritanya dengan Teh Aqist, Abang ceceritaan dengan Kak Niken, dan gw ceceritaan dengan Hari.

Jujur, minggu ini minggu lelah gw. Lelahnya gw pun sempat menzalimi orang lain. Mulai dari marah-marah ke Amei, marah-marah ke Hana,  gak bisa menanggapi cerita orang dengan baik, nyaris menghilangkan Bucur Kesma, sampai males ngebalesin sms orang-orang. 

Setelah kemarin gw nangis kejer banget di depan Murai dan Nila sambil mengeluarkan segala bentuk kelelahan gw, sehari bersama Kastrat tadi pun pada akhirnya menutup minggu lelah gw dengan kesadaran bahwa gw hanya butuh jeda untuk diam dan tertawa.

Kastrat BEM Opera dan Peserta Magang Kastrat
Kiri ke kanan : Anas, Abang, Kak Nikki, Hari, Haura, Teh Aqist, Kak Niken, dan Gw

Waktu simulasi Rapat Tertutup (Ratup) acara puncak PDKM, gw dipercaya jadi Kepala Bidang PSDM oleh Haura yang waktu itu menjabat menjadi Ketua BEM PDKM Opera. Di akhir simulasi, gw dan anak-anak gw  di bidang PSDM sepakat bahwa kalau pada akhirnya hanya beberapa diantara kita yang dapet magang PSDM atau bahkan yang dapet closerec, setidaknya kita bersyukur pernah bareng-bareng jadi anak PSDM.

Dan untuk saat ini, kalau pada akhirnya hanya beberapa dari kami berempat yang benar-benar bertahan jadi anak Kastrat tahun depan, setidaknya gw bersyukur pernah jadi anak magang Kastrat  bareng-bareng mereka sekarang :)

Rabu, 23 November 2011

Hanya untuk-Mu

Sebagaimana Engkau menjadikan bukit-bukit dan gunung-gunung sebagai pasak bumi, jadikan tegaknya kaki ini menjadi pasak fisik dan mental hamba saat ini.

Dan apapun, apapun yang hamba lakukan detik ini, hari ini, dan hari-hari selanjutnya, semua hanya untuk-Mu. Hanya untuk-Mu, ya Rabb.

Dengan menyebut nama-Mu, Zat yang tak pernah lelah menegakkan hati hamba-hamba-Nya.

Senin, 21 November 2011

Random 1 - Hectic Week Version

# Song For Camp 2011

 Song For Camp 2011

FYI : Song 4 Camp adalah acara tahunan Psikologi UI yang dilaksanakan menjelang Psycamp sebagai acara penggalangan dana untuk Psycamp itu sendiri. 

Setelah di SMA gw gak pernah sekalipun bertindak jadi sie.acara suatu kegiatan, acara Song For Camp malah menjadi kali kedua gw menjadi sie.acara selama berstatus menjadi mahasiswa.  Seneng bisa melihat apa-apa yang dimiliki oleh teman-teman senagkatan gw yang belum terlihat sebelumnya. Seneng bisa total menjalankan jobdesk saat hari-H mengingat gw ngerasa gak berbuat banyak saat persiapan dilaksanakan. Seneng karena bisa memposisikan badan dan pikiran gw dalam satu tempat  kamis kemarin :)

Tapi hal yang paling menyenangkan, untuk pertama kalinya, di penghujung acara Song For Camp, gw bisa melafalkan Yellguys dengan fasih dan lancar tanpa harus tercekat di tengah tenggorokan karena ngeblank akibat kata-kata dan hentakan kaki  Yellguys yang, sumpah, mirip parah dengan Iyel-Iyel OSIS :D


# Diklat Navigasi Darat Gandewa

Diklat Manajeman Perjalanan Gandewa
@Gunung Kencana, Puncak, Bogor, Jawa Barat

Kemarin gw baru pulang dari Diklat Lapangan 2 Navigasi Darat Calon Anggota  (Caang) Gandewa. FYI : Gandewa adalah Kelompok Pecinta Alam Fakultas Psikologi UI. Diklat kali ini diadakan di tempat yang sama dengan Diklat Manajemen Perjalanan lalu, Gunung Kencana, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Hidup gw bulan ini kok gak jauh-jauh dari Puncak ya? Bedanya, kalau diklat pertama hanya nge-camp di kaki gunung, diklat kali ini kami menerabas masuk hutan dan nge-camp di salah satu titik di Gunung Kencananya.
Diklat dua kemarin benar-benar meninggalkan banyak hal buat gw. Selain praktek lapangan langsung yang oke banget tentang navigasi darat yang terdiri dari orientasi peta, orientasi medan, resection, intersection, dan man to man, ada satu hal yang menurut gw yang sukses membuat gw nyess banget. Di tengah badan gw yang  lecet-lecet, baret-baret, dan memar-memar saat membuka jalan dan menerabas hutan, gw seolah menemukan pembuktian dari kata-kata senior gw di Gandewa.
Di atas gunung, kalian bisa melihat karakter asli teman-teman kalian, bahkan kalian bisa melihat  karakter asli diri kalian sendiri.
Mungkin benar kata Hari, kalau gw bilang apa yang gw lihat kemarin adalah karakter asli teman-teman caang gw, mungkin itu hanya sebuah asumsi. Tapiiii, ada satu hal yang gw bisa pastikan. Di atas gunung kemarin, gw melihat karakter-karakter yang BERBEDA dari teman-teman gw yang dalam keadaan normal gak pernah diperlihatkan sebelumnya. Dan menurut gw, hal itu WOW banget untuk diperhatikan dan disadari :D

Di atas gunung kemarin, kelihatan banget siapa-siapa yang empati terhadap teman lebih besar, egoisnya lebih besar, orientasi menyelamatkan diri sendirinya lebih besar, sampai orientasi menyelamatkan temannya yang lebih besar. 

Hal itu pun terjadi pada gw. Sifat-sifat gw yang apa banget juga keluar semua di atas gunung kemarin. Ih waw banget deh gw ngeliat diri gw sendiri yang kayak gitu, hohoho ;P Sampai akhirnya gw pun berasumsi, bagi siapa saja yang lupa dengan jawaban dari pertanyaan siapa saya, naik gunung bareng yuk? :D

Saat turun gunung pun kesadaran akan betapa berharganya waktu begitu mengakar ketika tahu kalau kita gak pernah punya banyak waktu. Hari ini gw kuis Psium. Di akhir pengumpulan kuis, nikmat banget ketika inget bahwa kemarin, kampus berjalan Psium yang kami lakukan saat turun gunung, membantu banyak untuk kuis hari ini :D

Diantara sekian banyak hal yang ditinggalkan dari diklat kemarin, satu hal yang sampai sekarang bikin gw senyum-senyum sendiri adalah kemampuan masak gw meningkat secara signifikan, hahahaha :P Kalau kemampuan masak gw pada diklat pertama merugikan banyak orang, kemampuan masak gw selama diklat kedua ini alhamdulilah mampu menyokong kemaslahatan umat, hahahaha :P

# PDKM Opera 2011

 Kelompok 6 PDKM Opera 2011

Jumat minggu lalu rangkaian kegiatan PDKM Opera ditutup. FYI : PDKM  (Pelatihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa) Opera adalah program kerja bidang PSDM BEM Opera Fakultas Psikologi UI yang diperuntukan untuk maba Psikologi UI 2011 yang ingin memiliki bekal lebih untuk menjalani kehidupan kemahasiswaan.

Entah karena alasan apa, belakangan gw udah lama banget gak pernah ngerasa kaget karena suatu hal. Dan, jujur, penutupan PDKM kemarin benar-benar sukses membuat gw kaget sejadi-jadinya. Di akhir rangkaian kegiatan PDKM Opera, ada kegiatan yang disebut magang BEM. Dalam kegiatan tersebut, para peserta PDKM terpilih mendapatkan kesempatan untuk merasakan menjadi anak BEM sebelum bisa benar-benar mengikuti Open Recruitment sebagai pengurus BEM di tahun mendatang.  Para peserta PDKM disuruh memilih dua bidang  yang diminatinya. 

Pada penutupan kemarin, diumumkan siapa saja yang terpilih untuk bisa magang BEM. Alhamdulilah gw jadi salah satu diantara beberapa peserta yang terpilih tersebut. Gw memiliki passion yang cukup besar dengan pilihan pertama gw di bidang PSDM. Adapun pilihan kedua gw pilih lebih karena alasan sederhana 'gw pengen belajar' dan gw bingung mau milih apa selain PSDM. Jadi yang membuat gw kaget? Ekspetasi gw dan teman-teman gw yang berharap gw bisa magang di PSDM tidak sesuai dengan kenyataan bahwa gw terpilih di  bidang kedua. Dan tahukah kawan? Terpilihnya gw magang di bidang pilihan kedua gw seolah mengeksekusi jawaban Teh Cune tentang pertanyaan gw beberapa hari yang lalu.
Gw : Teh, teteh kan tau ya Tuti tuh apatis banget sama yang namanya politik.  Baca koran aja bagian hukum dan politiknya pasti Tuti lewat. Tapi Tuti tau kalau di kampus dan di kehidupan nyata Tuti gak bisa ngehindarin hal itu. Tuti pengen belajar pelan-pelan, Teh. Tapi bingung mulai dari mana karena Tuti gak punya passion sama hal-hal yang berbau politik.
Teh Cune : Kalau mau belajar, ya harus nyebur sekalian, Tut.
Dan sekarang, gw benar-benar kecebur. Allah Maha Mendengar ya? Dan selalu menjawab doa yang bahkan tak tampak seperti sebuah doa. Saat ini, gw dapet kesempatan untuk belajar. 

Dan gw mau belajar :D

Peserta magang Bidang Kastrat (Kajian Strategis) :
1. Tsalitsa Haura
2. Muhammad Edma Khairan
3. Annisa Dwi Astuti
4. Annas Jiwa Pratama

Hectic week masih berlanjut. Dan postingan kali ini juga sejujurnya sebagai stimulus untuk mengerjakan urusan tulis menulis yang masih menggila, hahaha :D

Sebelum melanjutkan mengerjakan tugas, mention orang-orang dulu ah :D
1. Fauzia Ratna Furi dan Kiagus Aufa Ibrahim. Foto kita bertiga (minus Nisop) beberapa minggu ini gw jadikan wallpaper hp gw loh. Memandang wajah kalian kayak ngisi bensin. Gak ada analogi yang lebih bagus apa Tuth?  Selalu sukses membuat gw berapi-api lagi, dan tentu saja, dengan tidak pernah merasa sendiri ;D 
2. Rully Swarnaputra. Selamat ya peserta terbaik PDKM Opera 2011! :D Lw tau gak, Rul. Performa lw mengingatkan gw tentang sesuatu yang nyaris gw abaikan. Keinginan untuk belajar :)
3. Muhammad Edma Khairan. Kelompok OKK, Caang Gandewa, Panitia Suksesi, Peserta PDKM Opera, dan sekarang, sama-sama magang di Kastrat. Bosen gak Ri ngeliat muka gw? Hahahaha :P Hope we can be a good partner ya, kawan!
4. Dan untuk siapapun yang akhir-akhir smsnya tidak gw balas, maaf. Sedang tidak ada pulsa dan sedang kekurangan kemampuan untuk mengisi pulsa :(

Hectic Week? Let's feel the Pressure! :D

Rabu, 16 November 2011

(kalau bukan) Nomor 30

Kalau bukan karena gw inget gw punya mimpi nomor 30.
Mimpi yang sudah terlanjur dipanjatkan oleh ibu gw di depan rumah-Nya.

Mungkin gw sudah memutuskan untuk tumbang malam ini.

Demi Zat yang tak pernah meremehkan mimpi, izinkan hamba untuk melangkah lebih jauh lagi.

Hectic This Week !
  1. Makalah MPKT kelompok
  2. Tinjauan Pustaka-Prokrastinasi
  3. Debat Logpenil Fenomena 'Surrogacy'
  4. Jurnal 7- Kamu Tahu Tidak Alasan Aku Ikut Gandewa?
  5. Jurnal 8- Tentang Saling Melihat
  6. Jurnal 9- Bintang-Bintang Berpendar di Puncak, Bogor, Jawa Barat
  7. Song 4 Camp 2011
  8. Diklat 2 Gandewa Navigasi Darat di Gunung Kencana
  9. Critical Reading Jurnal Pikologi Sosial
  10. Presentasi Mata Kuliah Bahasa Inggris
Dan
Kuis Psikologi Umum : Psycophysics, Development After Founding, and Functionalism

Senin, 14 November 2011

Ralat

1. Fiki Fitriyah - seharusnya  Fiki Fitriya ga pake "h"
2. Ryan Fajar Febriyanto - seharusnya  Ryan Fajar Febrianto ga pake "y"
3. Dewisa Apriliani - seharusnya Dewisa Priliani gapake "a"
4. Ainun Khiriyah Fadla - seharusnya Ainun Khairiyah Fadla pake "a"
5. Line Alfa Arina -seharusnya Linea Alfa Arina pake "a". 
6. Marista Gilang Maulida - seharusnya Marista Gilang Mauldina
7. OSIS Telor Ceplok - seharusnya OSIS embrio
8. OSIS Televisi - seharusnya OSIS Milenium I
9. OSIS Roket- seharusnya OSIS Milenium II
Buat gw, hal yang paling menyenangkan menjadi seorang blogger, selain bisa memenuhi hasrat menulis dan memenuhi keinginan berbagi apapun kepada siapapun yang membacanya, adalah mendapatkan feedback dalam bentuk dan bersifat apapun dari siapapun yang membaca tulisan gw. Dan untuk berbagai feedback, khususnya koreksi yang diberikan, terima kasih :D

*Untuk postingan kali ini, spesial terima kasih untuk Teh Cune dan Dika. Dan maaf untuk pihak manapun yang merasa dirugikan dengan adanya kesalahan penulisan ini.

Masih sangat ditunggu berbagai bentuk feedback untuk postingan di blog ini. Demi Cerita Hari Ini (2) yang lebih baik :D

**Kepada pemberi feedback langganan, Mas Anonim, ditunggu bangun dari hibernasinya.
Posted on by Annisa Dwi Astuti | 2 comments

Berpendar

H + 1 Acara Puncak PDKM OPERA 2011 Fakultas Psikologi UI.

Sekarang gw tau apa yang berbeda dengan angkatan Psikologi UI 2011 selain urusan gombal dan galau. Gw cuma bisa tersenyum, geleng-geleng kepala, dan tertegun dengan apa yang gw lihat , dengar, dan rasakan. Tiga hari yang panjang kemarin pun menyadarkan gw tentang ditengah-tengah siapa gw berada sekarang.

Dan perlahan, bintang-bintang pun mulai berpendar dari Desa Cikereteg, Puncak, Bogor, Jawa Barat :)

Nomor 10

Rabu, 9 November 2011 lalu, judul kegiatannya jogging keliling lingkar dalam UI nonstop. Beda sih. Jogging memang memiliki ritme yang lebih cepat dari jalan kaki biasa. Tapi dengan penggunaan anggota badan yang sama,  rute perjalanan, dan niat yang tidak menimpang dari tujuan awal, boleh dong ya mimpi nomor 10 nya gw ceklis :P

10. Keliling UI jalan kaki ()

 Yang menemani gw menceklis mimpi nomor 10 :)
Gugum, Hari, Gw, Kautsar, Kak Syanmil

Berdekatan dengan alam akan menuntunmu untuk menemukan hakikat penciptaanmu
- Gandewa-

Berlebih


Gw kalau udah sayang atau gak suka sama orang bisa berlebihan.
Sayangnya berlebihan.
Dan gak sukanya juga berlebihan.

Maaf untuk Murai, Nila, Hana yang minggu ini jadi korban ke-berlebih-an gw.

Spesial untuk Hana.
Lw tau, Na?
Kalau gw bener-bener pengen nunjukkin  kalau gw sayang sama seseorang, gw bisa sampe nangis. 
Atau bikin nangis orang yang gw sayang, kayak lw kemarin.