Tampilkan postingan dengan label tentang dia.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang dia.. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Agustus 2009

Saat ini..

27 Agustus 2009

Untuk saat ini..
Cukup melihat dari jauh, tersenyum, berbalik arah, dan mendoakan agar senyum itu tetap berada disana..
Entah sampai kapan dapat bertahan..

*Ya Rabb, ajarkan hamba arti IKHLAS..

Minggu, 16 Agustus 2009

Bunuh diri?

14 Agustus 2009

T'fia : Gw kasih tau ya, Tuth! Kalau lw kayak gini terus, lw sama aja ngebunuh diri lw sendiri!

Heu, bunuh diri? Mungkin bukan bunuh diri kali ya, tetehku. Mungkin lebih tepat membunuh ego yang sepantasnya udah gak ada lagi. Sedang belajar lagi tentang penempatan diri dan penempatan hati =)

Selasa, 13 Januari 2009

Postingan terakhir tentang dia!

13 Januari 2008

Untuk kesekian kalinya, SMANSA menunjukkan "wajah" aslinya kepada gw. Baru hari kedua sekolah, gw benar-benar tidak diizinkan untuk bersandar lebih nyaman, bernafas lebih panjang, dan terduduk lebih lama karena rutinitas SMANSA yang bagaikan bajak sawah di siang hari dan menara mercusuar di malam hari.

Minggu ini benar-benar akan menjadi minggu yang "freak" buat pengurus-pengurus organisasi dan ekstrakurikuler di SMANSA (semangat ya kawan-kawan!), termasuk gw. Tugas presentasi Agama, Biologi, dan Bahasa Indonesia sudah menunggu gw di awal minggu pertama masuk sekolah semester 2 ini. Sponsorship SMANSA Day mulai menjalankan jobdesk minggu ini. Gw pun harus meyiapkan kembali fisik dan mental gw untuk LDK FKOB dua minggu ke depan. Ditambah kebijakan sekolah yang menambah jadwal KBM samapi pukul 15.45!

OSIS yang "sebenarnya" memang baru akan dimulai! Semangat ya tuth! =) Dan mungkin semster ini akan menjadi momen "terbaik" sepanjang perjalanan gw di SMANSA! Amiin.. Semangat! Lw pasti bisa! =) (kalau ada yang melihat muka gw ngebtin, marahin aja ya kawan.. hhee.. )

Hari ini pun gw senang dan bersyukur mendengar suatu kabar yang akhirnya membuat gw berani mengambil suatu keputusan "tentang dia".

*Untuk sahabatku yang memberikan kabar itu, terima kasih yaa.. =)

Sudah cukup gw memikirkan hal yang sebenarnya tidak harus gw pikirkan. Sudah cukup gw mengharapkan sesuatu yang sudah jelas tidak dapat diharapkan. Sudah cukup pula waktu gw terbuang percuma. Gw akan menutup label tentang dia! Gw tidak akan menulis posting yang berkaitan dengan hal tentang dia, dan ini postingan terakhir dengan label tentang dia yang gw tulis, bersamaan dengan gw menutup cerita-cerita lalu gw tentang dia, mulai hari ini dan selanjutnya..

*Ya Allah, berikan hamba kemudahan untuk tetap dapat istiqomah!

** Untuk sahabat-sahabat gw, terima kasih selama ini dah mau mendengarkan cerita gw tentang dinginnya bongkahan es itu. Gw harap, kalian mau menolong gw sekali lagi untuk tetap menyimpan bongkahan es itu di pendingin terkecil di dunia dan tidak akan membukanya sampai kapanpun. Gw sayang kalian sahabatku.. =)

*** Terima kasih, karena pernah menjadi motivator terbesar buat gw! =)

Sabtu, 27 Desember 2008

Gw percaya, sahabatku . .

27 Desember 2008

Sahabatku tersayang..
Aku cuma ingin berpesan
Aku tidak mau kau takut atas sikapku atau menutupi perasaanmu kepadaku kelak
Jika suatu hari nanti
Kau berhasil mencairkan bongkahan es itu
Mencairkan bongkahan es yang sekarang kembali membatu
Jika suatu hari nanti
Kau berhasil menjadi suhu yang tepat untuk bongkahan es itu
Menjadi suhu yang cukup rendah untuk menjadikannya tetap membeku
Untuk mendinginkan apapun disekitarnya ketika matahari terasa mulai memanas
Dan menjadi suhu yang cukup tinggi untuk menjadikannya air
Untuk menghilangkan dahaga disekitarnya ketika kerongkongan kering tak terelakkan
Menjadi suhu yang tepat untuk bongkahan es yang dulu sempat sangat aku harapkan
Aku harapkan untuk kumilikki

Sahabatku..
Kau harus tau bahwa sekarang aku sudah tidak mengharapkan es itu
Karena Sang Pencipta bongkahan es itu telah mengingatkanku
Mengingatkanku untuk segera mejauh dari dingin yang ia timbulkan
Sebelum badanku mati rasa karena terlalu lama dekat dengan es itu
Yang mungkin dapat membuatku lupa segalanya
Termasuk lupa bahwa Dia Maha Pencipta yang tidak hanya menciptakan bongkahan es itu

Dan aku berhasil sahabat!
Aku berhasil membangun benteng pembatas itu
Benteng yang berhasil kubangun dari kaca yang tak akan tembus dengan dinginnya es
Kaca yang membatasiku dan terus menyadarkanku untuk tidak memiliki bongkahan es itu
Walaupun begitu, Allah untuk kesekian kalinya menunjukkan betapa Ia menyayangiku
Aku diizinkan-Nya untuk tetap bisa melihat bongkahan es itu
Melihat bongkahan es yang dulu pernah menyegarkanku
Dari dahaga motivasi yang berkepanjangan
Tapi aku sungguh sangat nyaman sekarang
Nyaman dengan posisiku sekarang
Posisi dimana aku bisa tetap melihatnya namun tak akan pernah memilikinya
Dan posisi dimana aku akan tahu siapa yang akan membuatnya mencair kembali

Dan kau tahu sahabat?
Aku akan sangat bahagia jika KAU yang berhasil mencairkannya
Karena aku mengenalmu sahabat
Dan aku mengetahui bongkahan es itu
Kau orang yang tepat, dan es itu pun butuh suhu yang tepat untuknya
Suhu dimana ia bisa berubah wujud
Untuk memberikan manfaat bagi orang-orang disekitarnya
Walaupun saat ini kau merasa belum bisa atau belum pantas menjadi suhu itu
Tapi aku ingin kau berjanji satu hal kepadaku
Jika waktu itu tiba, aku ingin kau menyampaikan itu kepadaku
Karena mungkin aku akan jadi orang pertama
Orang yang memelukmu sambil membisikan satu hal kepadamu
Walaupun aku tidak punya hak apapun untuk berkata seperti itu
Jaga es itu baik baik ya sahabat!
Bagaimana pun bongkahan es itu pernah berjasa besar bagiku
Jangan biarkan es itu membatu lagi
Tapi jadikan es itu membeku dan mencair disaat yang tepat
Karena aku percaya kau, sahabatku
Dan karena aku pun selalu menyayangimu sahabat...

Selasa, 18 November 2008

Menyapu Jejak Luka

18 November 2008

Sendiri ku berdiri disini
Di sudut pojok ruang hati
Mencari dan terus mencari
Tanpa tahu apa yang ingin dicari

Hanya bisa merasakan
mencoba mencari kejujuran
Dalam rasa yang terus bergelora tak berkawan
Atas hati yang terus berkinginan

Tak ada angin berhembus
Membuat peluh mengalir menembus
Membawa sebuah kerinduan yang tak bertepi
Selalu hadir dalam hidup sepi

Biar, biarkan aku menata ruang di hati
Karena tak sedikit inginku atas cinta ini
Menggurat membekas di dalam nurani
Terus berbisik dan menyapa meyakini

Bagai gerimis turun malam hari
Menyapu jejak luka
Membangkit memberi pesona
Atas suatu keinginan diri

Seorang yang kusayangi
Terimakasih ku atas semua ini
Kau telah miminjamkan ku sayap
Biar ku coba terus terbang merayap
Mengantarkan ketulusan cinta yang termiliki

Dalam Perenunganku, Mencoba merasakan cinta
(Erwin Arianto)
Maafkan gw..
Maaf karena hari ini sikap gw tidak bersahabat
Maaaf karena hari ini wajah gw tak semestinya
Maaf karena hari ini gw sengaja untuk tidak peduli
Dan maaf atas ketidak dewasaan perilaku gw hari ini
Karena gw masih belajar untuk dewasa

*Makasih Ale, udah ngingetin gw atas sikap gw yang tidak semestinya =)

Rabu, 05 November 2008

Masih kayak anak kecil . .

5 November 2008

Hahahaha...
Gw masih kayak anak kecil!
Padahal gw tau gw gak punya hak!
Gw tau gw salah! Tapi gw gak bisa bohong..
Semakin banyak gw bilang ke orang lain kalau gw udah gak peduli,
sebenernya semakin sering gw perhatian lebih..

Gw capek! Gw udah males! Gw udah gak peduli dan gak mau peduli!
Terlalu sering harapan itu gak jadi kenyataan..

Untuk salah satu sahabat gw disana, lw gak salah, gw yang terlalu sering menyalahkan lw, padahal itu hak lw, dan gw gak mau kehilangan sahabat cuma gara-gara hal ini, maafin gw..
Dan gw mohon untuk seseorang disana,
jangan pernah ngasih harapan lagi ke gw, yang sampai sekarang masih terlalu sering berharap...

Sabtu, 25 Oktober 2008

Mulai dari awal lagi . .

25 Oktober 2008

Sekarang gw sudah cukup mengerti
Kalau gak semua mimpi bisa terjadi
Kalau gak semua harapan bisa terus gw gantungkan tinggi
Dan gak semua penilaian, sesuai dengan kenyataan

Hari senin sertijab OSIS
Hari senin pun masuk sekolah lagi
Gw ingin mulai dari awal lagi
Mulai dari awal tentang OSIS
Mulai dari awal tentang cara belajar gw
Dan mulai dari awal tentang dia . .

Sabtu, 18 Oktober 2008

Cerita lalu . .

17 Oktober 2008

Sahabat adalah seseorang yang lari seribu mil dengan tergesa,
dan kembali dengan segelas air saat melihat bibirmu kering.
Sahabat adalah seribu prajurit gagah menembus benteng musuh,
tak gentar dengan taruhan nyawa untuk memetik setangkai mawar untukmu.

Hufh, mungkin selama ini kata-kata itu terlalu klise buat gw yang dulu sempat "tumbuh" dengan kesendirian. Tapi ternyata enggak. Karena sekarang, gw punya sahabat-sahabat yang selalu nyaman untuk gw sebagai tempat cerita. Salah satunya sahabat gw yang hari ini setia ngedengerin cerita lalu gw tentang dia, makasih rj . .=)

Awalnya gw gak mau ngungkit cerita tentang dia lagi, takut bikin gw berharap lagi. Karena alasan yang tak bisa disebutkan ( iya khan j?!) akhirnya gw cerita semuanya ke sahabat gw yang sekarang lagi sibuk ngurus HUT KIR (Semangat!). Ternyata apa yang gw kira gak terjadi, gw gak jadi tuti yang "berlebihan" lagi kalau inget cerita lalu gw. Gw malah ngerasa lega aja bisa cerita ini ke rj (ingetin gw terus ya sahabat!). Mudah-mudahan gw bisa tetep IKHLAS. Karena sebenarnya, ketika kita bilang bahwa kita telah ikhlas, maka dsitulah kita sebenernya TIDAK IKHLAS! =)

Gw gak mau berharap lagi. Gw gak mau jatuh di lubang yang sama! Karena gw yakin, gw punya sahabat-sahabat yang selalu ingetin gw untuk tidak jadi orang yang merugi.
(Makasih ya j.. =), semangat juga ya sahabat!)

Dan sahabat, bukanlah matematika yang bisa dihitung nilainya.
Tetapi sahabat adalah sejarah yang akan selalu dikenang nantinya.

Selasa, 14 Oktober 2008

Ikhlas??

13 Oktober 2008-19.48 WIB

Mencintai bukanlah soal melupakan, tetapi memaafkan.
Bukanlah menguasai, tetapi berbagi.
Bukanlah mendengarkan, tetapi mengerti.
Bukanlah apa yang kita lihat, tetapi apa yang kita rasakan.
Dan BUKANLAH MELEPASKAN, TETAPI MENGIKHLASKAN.

Akan ada saatnyakita harus melepaskan seseorang yang kita cintai.
Tapi bukan berarti cinta dia berkurang kepada kita.
Tapi karena kita yang sadari, bahwa dia akan lebih bahagia bila kita lepaskan.

Dalam cinta sering kita kalah.
Tetapi ketika cinta itu tulus, meski kalah, kita tetap menang.
Hanya karena kita bahagiadapat mencintai seseorang, lebih dari diri kita sendiri.

*Makasih Nisop.. =)

Jumat, 10 Oktober 2008

jangan berharap lebih tuth . .

Gw gak mau berharap lagi
Harapan yang waktu itu udah gw susun tinggi
Cuma bikin gw sakit waktu gw jatuh
Gw gak mau jatuh untuk kedua kalinya
Jatuh karena hal yang sama
Itu sama aja gw orang yang merugi
Bahkan gw bisa jadi orang celaka
Orang yang gak bisa belajar dari pengalaman
Hufh, jangan berharap lebih tuth...