Jumat, 30 April 2010

Mati rasa

30 April 2010

Alhamdulilah. Kemajuan teknolgi yang pesat benar-benar mampu mempermudah segala urusan. Termasuk urusan hati. Gw mengetahui kondisi kalian sampai saat ini. Gw masih tahu keadaan kalian saat ini.  Dan gw masih tahu suasana hati kalian saat ini, sahabat. 

Hanya saja, gw lagi enggan menjadi Tuti yang seperti biasanya. Maaf. Lagi enggan menanyakan kabar. Lagi enggan menantang keadaan. Lagi enggan merasa tertekan. Lagi enggan mengambil hati setiap perkataan orang lain. Bahkan, gw pun lagi enggan tersenyum.

Yap. Gw lagi ingin mengendapkan segala sifat itu. Mengendapkan segala kepeduliaan, kepekaan, kekhawatiran, perhatian, dan keceriaan. Sedang tidak ingin mengambil pikiran dan tidak peduli atas setiap perkataan dan sikap orang lain. Lagi merasakan 'kenikmatan' menjadi seseorang yang mati rasa.

Walaupun begitu, gw tetaplah orang yang terlalu menyayangi kalian. Keinginan untuk menjaga kalian tetap ada. Keinginan itu masih tinggi menggunung. Meskipun hanya dengan cara gw sendiri dan hanya mampu gw lakukan lewat doa.

Ya, gw percaya. Sejauh-jauhnya kita saat ini, kita pasti akan selalu bertemu dalam doa.

Selasa, 27 April 2010

Pelayaran ini belum berakhir!

27 April 2010

Selesai TO SNMPTN di NF.
Gw : Maul, lw teh les disini gantiin siapa teh?
Maul : Shintia, Tuth.
Gw : Trus Setiap hari di NF sampai jam 12, Quin gimana?
Maul : Quin juga terus Tuth. Setiap hari juga. Mulainya jam 2.
Sebelum makan di selot sama Puti dan Anet, ketemu Ewal di lapangan.
Puti : Ewal, lw belum cabut ke Bandung?
Ewal : Belum Put, gw cabutnya besok jam 10. Lw sendiri?
Puti : Sama donk. Gw juga cabutnya besok jam 10an. Lw naik apa, Wal?
Ewal : Gw naik bis, Put.
Puti : Gw mah naik travel, Wal.
Ewal : Eh, berarti ntar kita ketemu ya disana!
Puti : Enggah lah Wal, kita khan beda jadwal.
Ewal : Khan mulai minggu depan SSC udah setiap hari kali, Put.
Puti : Oh iya ya. Aduh Wal, mana kelas gw anak Bandungnya pinter-pinter Wal. Ada dari Riau sama Makasar juga lagi!
Subhanallah :)

Yap, pelayaran ini memang belum benar-benar berakhir. Mungkin sebagian dari kita memang sudah menemukan pelabuhan terbaiknya (selamat ya kawan!), tapi sebagian lainnya belum (termasuk gw).

Sekarang, apa sih yang enggak buat sebuah mimpi dan cita-cita? Sama-sama berjuang ya kawan! Dengan cara masing-masing dan di tempat masing-masing. Sedikit lagi, untuk benar-benar  tiba di pelabuhan harapan itu.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Semua pelayaran pun, berawal dari sini.

 MOS Rakit Bambu

Dan tanpa sadar, kalau rakit ini telah tiba di penghujung pelayarannya.


Last Ceremony Rakit Bambu

Saatnya mengerahkan tenaga pengahabisan untuk detik detik pelayaran terakhir! Berharap kita semua tidak mengenal definisi menyerah selama beberapa bulan ke depan ya kawan :) Toh darah belum benar-benar keluar selama pelayaran ini khan?

Senin, 26 April 2010

Sampai jumpa, kawan!

26 April 2010

3musketeersku...

Lagi gak cukup peka hari ini untuk mengetahui apa yang terjadi pada kalian dan apa yang kalian pikirkan dengan raut wajah seperti itu. Maaf. Hari ini pun gw sedang tidak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan kalian seperti itu karena kondisi kejiwaan gw masih belum layak untuk menanyakan kondisi kalian hari ini.

Apapun itu, mudah-mudahan Allah selalu menjaga kita agar pikiran-pikiran itu tidak melalap habis mental kita ya? Amin. Mungkin saat ini kita memang butuh waktu sendiri-sendiri dulu.

Sampai bertemu kembali ya, kawan! Dengan keadaan 3musketeers yang cakranya sudah kembali terisi penuh!

 Nisop, Gw, T'Dewisa, dan Ujhee

Sayang kalian? Selalu!

Gak pernah berhenti percaya!

26 April 2010

Segala puji milik Allah Tuhan semesta alam.

44,10. Angka yang jauh dari kata spektakuler jika dibandingkan dengan angka-angka yang ada. Angka yang mungkin tidak dipedulikan dan dipikirkan oleh sebagian orang. Angka yang oleh sebagian orang hanya dianggap sebagai formalitas belaka. Buat gw? Enggak sama sekali. Angka itu benar-benar berarti. Berarti banyak.

Dan sampai detik ini, gw gak pernah berhenti percaya bahwa Allah Maha Adil. Walaupun bentuk keadilan-Nya, terkadang tak tertangkap logika dan perasaan manusia :)

Ujian Nasional 2010 : Passed!

Puji sykur pada-Mu Tuhan
Atas sgala lindungan
Sinar dan cahaya-Mu
Slalu terangi jalanku
Kami siswa SMA 1 
Takkan redup berpijar
Demi cita bangsaku
Jayalah SMA 1!

Minggu, 25 April 2010

Mengerti

25 April 2010

Ada dua hal yang yang mampu membuat gw menyayangi seseorang. Bermula dari sebuah kekaguman yang mengakar atau dari sebuah kekecewaan yang mendalam.

Dan kamu? Ya, gw menyayangimu dari sebuah rasa kekecewaan yang mendalam, adikku. Tapi kau tau? Sepanjang perjalanan itu, gw lebih dari sekedar percaya bahwa kamu mampu membuktikan kepada gw bahwa kekecewaan gw hanya sebuah hal yang tidak beralasan. Ternyata kau berhasil! :)

Dan sepertinya kata-kata Ujhee pun terbukti. Gw memang mampu melakukan hal nekat demi orang-orang yang gw sayangi. Sekali lagi, kenekatan itu telah bermodifikasi menjadi hal-hal yang bervariasi.

Jadi, sekarang kau tahu kan mengapa waktu itu gw mendorongmu ke dasar jurang tanpa kata maaf sama sekali dan membuatmu meringis kesakitan? Sungguh, itu hanya bentuk kenekatan gw karena gw menyayangimu.

Walaupun yang mendorongmu bukan hanya gw sendiri, tapi gw adalah orang yang berinisiatif untuk melakukan itu. Gw orang yang paling keras kepala saat itu yang ingin mendorongmu. Sayangnya, memang gak ada yang bisa menghentikan kenekatan gw dan kejadian itu pun benar-benar terjadi. Seandainya saja kau tahu betapa gw sangat menyayangimu. 

Sejak saat itu, jujur, sampai sekarang masih sering terselip rasa bersalah kepadamu. Kenapa? Makin hari sikapmu malah menunjukan bahwa kau tidak layak diperlakukan seperti itu. Kau tidak layak gw jatuhkan seenaknya dari atas jurang. Kau membuktikan bahwa kau bisa bangkit dari kesakitan itu.

Dan di saat rasa bersalah itu kian memuncak, gw menemukan fakta terbaru lagi tentangmu setelah sekian lama. Gw baru tau kau telah melakukan suatu hal yang.. bahkan gw gak punya hak untuk kecewa kepada mu untuk hal yang satu ini.

Rasa bersalah itu seketika berganti dengan sebuah kesyukuran yang luar biasa. Ya, keputusan itu gak pernah salah. Setidaknya sampai saat ini. Gw memang menyayangimu. Tapi gw jauh lebih menyayangi orang-orang disekitarmu.

Tapi sampai saat ini, gw tetap percaya bahwa kau orang baik. Sangat baik malah. Mungkin kau hanya belum mengerti. Ini hanya masalah waktu khan?  Toh dengan izin-Nya, waktu yang  merajai segalanya. Kecuali memang gw nya yang belum (atau tidak akan pernah) mengerti. Mengerti bahwa pengertian setiap orang memang berbeda, bahkan terkadang waktu tak bisa melakukan apa-apa atas pengertian itu.

Ah, sungguh. Gw sangat menyayangimu, bahkan lebih dari yang kau sadari, adikku...

Tour de UI!

24 April 2010

Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Hufh. Gak ada doa spesial ketika menjejaki fakultas ini. Hanya mengucapkan basmallah di langkah pertama dan mengulangi doa yang sama.

*Ya Allah, untuk urusan ini, hamba hanya ingin yang terbaik. Cuma itu.

Memang lagi gak se-antusias biasanya. Lagi  gak se-melankolis biasanya. Bahkan bukan megahnya makara itu, silaunya jaket itu, dan indahnya siluet danau itu yang mampu membuat hati gw bergetar, melainkan perkataan seorang wanita yang.. ah, kalau saja ada kata yang setingkat lebih tinggi dari pada luar biasa, akan gw berikan untukmu, kawan...
Ujhee : Heh! Gak mungkin anak OSIS kayak lw mukanya suntuk kalau alasannya sepele!
Maaf ya, Jhe. Sayangnya alasan gw bermuka menyebalkan hari ini, bahkan berpredikat satu tingkat lebih rendah dari kata sepele. Hahaha, ampun Jhe, gak lagi-lagi deh gw kayak gini. Pecat gw sebagai anak Garuda dan OSIS kalau gw kayak gitu lagi Jhe! Ngapain cape-cape ikut Bintal, Bintur, LDK dua kali,  MOS dua kali, BLDK dua kali, dan kampanye akbar kalau cara mikir gw masih KEKANAK-KANAKAN!
Ujhee : Lw mah emang nekat kali, Tuth. Gak berubah lagi sampai sekarang!
Heu. Benar kawan. Gw kira sifat gw yang satu ini sudah berubah sejak tiga tahun yang lalu. Sifat nekat melakukan apa saja demi orang yang gw sayangi. Tapi ternyata? Masih ada. Gak berubah sama sekali. Hanya sekarang sifat itu bermodifikasi menjadi hal-hal yang lebih bervariasi. Tapi intinya tetap satu, NEKAT!

Yaah, sepertinya gw memang belum bisa menghilangkan sifat gw yang satu ini. Apa memang benar-benar gak bisa dihilangkan ya? Apapun itu, daripada saat ini gw berkutat untuk menghindari sifat yang mungkin sebenarnya karakter dasar gw, memang lebih baik terus belajar untuk menempatkannya di tempat yang tepat.

Terima kasih ya kawan. Bahkan setiap sikap yang kau tunjukkan ke gw, melebihi definisi seorang sahabat dalam kamus. 

Lw memang jarang membenarkan kata-kata gw. Lw memang jarang merangkul gw waktu gw menangis dan meng-iya kan segala cerita gw. Tapi yang pasti, lw selalu mengatakan kebenaran di depan gw dan mendengarkan dengan seksama ketika gw bercerita sambil menangis untuk mencari celah yang bisa memutarbalikkan keadaan dan pikiran gw yang mampu membuat gw menekan air mata gw.

  Gw dan Ujhee di NUSA 2008

Semoga Allah memudahkan segala perjuanganmu saat ini ya, sahabat terbaikku...

Sabtu, 24 April 2010

Kalah..

24 April 2010
1 Message Received.
T'Nadia.forkom.

Ketika kita memohon kekuatan pada Allah
Allah memberiku kesulitan agar kita menjadi kuat
Ketika kita mohon kebijaksanaan
Allah memberiku masalah untukku pecahkan
Ketika kita mohon kesejahteraan
Allah memberi akal untuk berpikir
Ketika kita memohon sebuah cinta
Allah memberi kita orang-orang bermasalah untuk kita tolong
Allah selalu beri jalan yang terbaik untuk kita

Hamasah Tuti!
Karena seorang pejuang sejati, tidak mengenal kata akhir dalam perjuangannya
Ia tidak memerlukan gemuruh tepuk tangan
Tidak akan lemah karena cacian
Dan tidak akan bangga akan penghargaan
Arrrrrrggh! Baru babak pertama, dan gw KALAH! Bukan karena mengalah, tapi benar-benar KALAH TELAK! Astagfirullhalazim. 

*Ya Allah, kadang untuk urusan yang satu ini hamba lebih baik mati rasa saja.

Heu, tapi wajar sih. Bener kata anak-anak JBS, "Main pake emosi tuh gak akan pernah menang, Tuth". Wajarlah gw kalah. Gw memulai persaingan ini pun dengan emosi yang meledak-ledak. Fagfirli Ya Rabb.

Bismillahirahmanirrahim.
Oke, babak pertama gw mengaku kalah.
Selamat ya, gw emang gak pernah salah menilai kamu. 
Kamu memang luar biasa :)
Tapi bukan berarti gw mau kalah lagi untuk babak selanjutnya!

Hei, kamu! Dari awal gw memang mengagumimu. Suatu kerhomatan gw bisa bersaing denganmu, walaupun mungkin gw bukan tandingan yang sepadan.
Teh Nadia, kalau pejuang sejati tidak akan lemah karena cacian, ia bisa lemah gak karena senyuman?

Jumat, 23 April 2010

OKE, KITA BERSAING!

23 April 2010

Cuma mampir selama 2 jam ke SMANSA, sukses mengaktifkan reptilian brain gw.

Mengalah biasanya menjadi kenikmatan tersendiri  buat gw ketika didampingi dengan rasa ikhlas. Sayangnya, untuk saat ini gw lagi gak bisa ikhlas. 

Lagi jengah sama yang namanya mengalah. Toh, lw selalu memulainya lebih dulu. Jadi, gapapa khan kalau sekarang gw balik nantangin lw?

OKE, KITA BERSAING!