Kamis, 03 November 2011

Logpenil/Jurnal 6/ Ruangan Kecil yang Membesarkan Banyak Orang

Tanpa sengaja, kemarin malam, setelah sekian lama akhirnya gw chat lagi sama Aufa. Chat  nyambi ngeblog dalam keadaan ngantuk berat. Obrolannya berat. Tapi  karena obrolannya yang berat  itulah bikin gw bisa ngetik dalam keadaan  merem melek setengah tidur. Obrolan ajaib yang selalu bisa bikin tangan gw secara otomatis menari-nari di atas laptop. Tentang OSIS dan SMANSA.
Gara-gara chat itulah akhirnya gw kebelet pengen pulang. Setelah survey harga angkot buat diklat Gandewa minggu ini dan setelah ngucek-ngucek cuci mata liat-liat harga sepatu gunung di Eiger, gw mampir ke SMANSA. 
Tujuan utamanya, menyiapkan mental melihat kondisi sekret gw. Dengan perasaan udah terlanjur sedih duluan, gw menuju ke sekret. Ternyata masih ada. Sekret gw masih ada. Tapi tetep aja ngerasa ada yang nyess ketika tahu ruangan itu sudah di nonfungsikan.
Tiba-tiba, saat gw lagi ngeliat-liat sekret lain yang sudah dirobohkan,  Haekal nyamperin gw. Ketua Umum OSIS Cakrawala 2011/2012. Dia baru beres rapat dan secara kebetulan melihat gw yang menuju ke arah sekret. 
Setelahnya, gw ngobrol-ngobrol sama Haekal. Lagi-lagi, ajaib (kapan sih OSIS gak ajaib?). Ini pertama kalinya gw kenal dan ngobrol personal sama Haekal. Tapi obrolannya? Udah kemana-mana gak jelas juntrungannya. Dan sepertinya Haekal menjadi saksi pertama dari OSIS Cakrawala yang mengetahui betapa cerewetnya gw :P
Seneng bisa ngobrol sama Haekal. Dan yang paling bikin gw nyess waktu ngobrol sama dia.
Gw : Kal, ditunggu ya cerita tentang Cakrawala dan SMANSA nya :D
Haekal : Iya, Teh. Ditunggu juga Cerita Hari Ini nya.
Terlepas dari tujuan sederhana gw bikin blog dulu, untuk membuat orang lain ikut seneng waktu gw  nulis cerita menyenangkan, dan bikin orang lain tidak mengulangi kesalahan yang gw buat waktu gw nulis tentang kekonyolan gw, gw pernah minta sama Allah untuk mewujudkan sebuah cita-cita  tentang blog ini.
Pengen banget blog gw bisa jadi tempat silaturahmi pengurus OSIS lintas angkatan.
*Kalau hamba menganggap doa hamba waktu itu pelan-pelan mulai terwujud, boleh khan, Ya Rabb? Terima kasih, untuk membiarkan hamba menganggap doa itu terkabul :)
Yap. Sekret gw mungkin sebentar lagi gak ada. Tapi kalau gw pulang, gw masih punya mereka di dalamnya sebagi tempat gw untuk singgah.
Dan jurnal kali ini, gw dedikasikan untuk sekret gw, yang kurang dari dua bulan lagi akan rata dengan tanah.
(Tinggal ) Sekret OSIS
***
Ruangan Kecil yang Membesarkan Banyak Orang
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, rumah memiliki definisi sebagai bangunan tempat tinggal. Adapun bagi diri saya sendiri, rumah memiliki definisi lebih luas lagi. Rumah tidak hanya memiliki definisi sebagai bangunan, tetapi juga sebagai sebaik-baiknya tempat untuk pulang. Pulang dari segala rutinitas kegiatan sehari-hari yang seolah tak ada habisnya, pulang dari segala rasa lelah dan penat atas berbagai masalah yang dihadapi, pulang untuk mencari kenyaman dari orang-orang tersayang yang biasa disebut dengan keluarga, dan pulang untuk mengisi semangat untuk melanjutkan hidup keesokan harinya.
Definisi yang cukup luas tersebut serta merta membuat saya seolah memiliki lebih dari satu rumah saat ini. Selain sebenar-benarnya rumah tempat saya tumbuh dan berkembang di tengah-tengah keluarga sederhana yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang kakak, ada pula sebuah bangunan yang telah saya anggap sebagi rumah kedua saya. Dengan definisi yang sama dengan sebelumnya, SMA saya, sebuah bangunan yang terletak di Jalan Juanda Nomor 16  Bogor, merupakan rumah kedua bagi saya bahkan sampai saya telah menjadi seorang mahasiswa saat ini.
Kembali ke gedung berlantai empat dengan luas lahan yang tidak terlalu besar ini, selalu berhasil membuat saya merasakan sensasi tersendiri. Nyaman. Itulah satu kata yang mungkin bisa menggambarkan perasaan saya setiap kali saya menjejakkan kaki  ke tempat ini. Apapun tujuan saya kembali pulang ke rumah ini, entah menemui adik-adik saya yang masih berjuang di tempat ini, entah hanya melepas rindu dengan tiap sudut bangunan yang memiliki kenangan tersendiri bagi saya, entah hanya sekedar mampir sebentar saat perjalanan pulang dari kampus sebelum benar-benar pulang ke rumah sesungguhnya, bagi saya, menyempatkan waktu menjejakkan kaki di rumah kedua ini tidak pernah menjadi sesuatu yang sia-sia. Di sini, selalu menyenangkan bagi saya untuk bisa menyapa dan  tersenyum pada orang-orang yang ada di dalamnya, baik yang saya kenal maupun tidak.
Rasa nyaman yang saya miliki dengan rumah kedua ini tidak serta merta terjadi begitu saja. Ada sebuah ruangan kecil di dalam rumah ini yang pernah menjadi awal bagi saya dan bagi beberapa orang yang pernah menjadi penghuni di dalamnya. Sebuah ruangan kecil berbentuk persegi panjang yang pernah saya huni secara resmi selama dua tahun. Ruangan yang pernah diisi dengan berbagai fenomena emosi kesenangan dan kesedihan, kenyamanan dan pertentangan,  yang pada akhirnya berimbas pada intensitas saya yang cukup tinggi untuk berada di SMA saya, intensitas yang cukup tinggi yang membuat saya menyempatkan diri untuk memikirkan SMA saya, dan intensitas yang cukup tinggi yang pada akhirnya membuat saya berani menyebutkan bahwa SMA saya adalah rumah kedua bagi saya.
Ruangan kecil ini terletak di sudut kanan belakang dari gedung utama SMA saya. Persis di belakang ruang kelas dan di depan mushola SMA saya. Plang di depan pintu masuk ruangan ini, yang saat ini sudah tidak ada lagi, bertuliskan Sekretariat OSIS SMAN 1 Bogor.
Layaknya OSIS di SMA-SMA pada umumnya yang memiliki ruangan sebagai pusat kegiatan kesiswaannya, Sekretariat OSIS yang akrab disapa sekret ini pun merupakan pusat kegiatan OSIS di SMA saya. Jika mau diamati lebih jauh, ada banyak hal unik yang dimiliki oleh ruangan kecil ini. Ketika saya berada di pintu masuk sekret, yang tentunya juga berukuran kecil pula, hanya pada waktu-waktu tertentu saya bisa melihat ruangan ini tertata rapih. Hal ini disebabkan karena sekret memiliki sebuah ciri khas. Ciri khas tersebut : selalu berantakan. Banyak hal yang mampu dengan mudahnya membuat ruangan kecil ini selalu tampat berantakan. Beberapa diantaranya, mulai dari banyaknya perlengkapan acara yang disimpan di ruangan ini, banyaknya tangan-tangan jahil yang tak bertanggung jawab yang mengambil barang sembarangan tanpa dikembalikan ke tempatnya, sampai banyaknya penghuni ruangan ini yang tidak jarang menitipkan barang pribadi miliknya. Bahkan tak jarang istilah ‘kalau gak berantakan bukan Sekret namanya’ dilontarkan oleh para penghuni di dalamnya. Adapun waktu-waktu tertentu dimana ruangan ini bisa terlihat rapih seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, hanya pada saat kesekretariatan dan bedahnya sangat rajin, sekret sudah tidak layak dihuni karena terlalu berantakan, dan masa-masa regenerasi di mana merapihkan sekret menjadi sebuah kompensasi untuk mengurangi seri. Anehnya, seberantakan apapun ruangan ini, penghuninya selalu betah berlama-lama di dalamnya sekalipun sebenarnya tidak ada tugas yang harus dilakukan di dalamnya. Betah untuk menertawakan dan menangisi banyak hal. Betah untuk menegrjakan banyak tugas dan mengerjai banyak orang. Anehnya lagi, walaupun hanya sepetak kecil ruangan tak ber-AC dan cenderung berdebu, ada saja orang yang berlama-lama menghabiskan waktunya di ruangan ini bahkan sejak sebelum bel sekolah berbunyi sampai gerbang sekolah akan ditutup di malam hari.
 Sekret tampak dalam
Setiap tahunnya, lebih tepatnya setiap berganti kepengurusan, pasti ada saja barang-barang dan inventaris sekret yang baru dan dibuang. Dari sekian banyak barang-barang yang datang dan pergi tersebut, ada dua barang yang bisa bertahan untuk tidak keluar dari ruangan ini. Dua barang tersebut adalah loker berwarna hitam milik Dewan Harian OSIS dan loker besar berwarna coklat yang dibagi menjadi sembilan kotak milik setiap sekbid yang ada di OSIS.
Sebagai satu-satunya organisasi resmi di dalam ruang lingkup sekolah yang diakui pemerintah, OSIS SMA saya pun tidak jauh berbeda dengan OSIS-OSIS SMA pada umumnya. OSIS SMA saya pun memiliki kepengurusan yang bersifat struktural dan fungsional. Dengan fungsi yang sama dan  istilah yang mungkin  berbeda dengan SMA-SMA pada umumnya, OSIS SMA saya memiliki delapan pengurus harian dan delapan seksi bidang yang masing-masing dikepalai ketua bidang (tiga tahun kebelakang berkembang menjadi sepuluh seksi bidang berdasarkan peraturan pemerintah). Pengurus Harian yang biasa disebut dengan Dewah Harian (DH) terdiri dari Ketua Umum, Ketua 1, Ketua 2, Sekretaris Umum, Sekretaris 1, Sekretaris 2, Bendahara Umum, dan Wakil Bendahara. Adapun delapan dewan harian tersebut membawahkan delapan seksi bidang yang masing-masing dikepalai oleh seorang Ketua Bidang (Kabid). Setiap seksi bidang memiliki konsentrasi pada bidang-bidang tertentu yang berbeda-beda. Secara berurutan dari sekbid satu sampai sekbid delapan, tiap tiapnya berkonsentrasi pada tema keagamaan, kemanusiaan, bela negara, budi pekerti luhur, kepemimpinan dan keorganisasian, kewirausahaan, olahraga, dan apresiasi seni (ditamabah sekbid sembilan dan sepuluh yang berkonsentrasi pada teknologi informasi dan hubungan internasional).
Loker hitam tersebut memiliki empat pintu dari atas ke bawah. Loker paling atas dimiliki oleh Ketua Umum, loker kedua dimiliki oleh Ketua 1 dan Ketua 2, loker ketiga dimiliki oleh Sekretaris Umum, Sekretaris 1, dan Sekretaris 2, serta loker paling bawah dimilkii oleh Bendahara Umum dan Wakil Bendahara. Adapun loker cokelat yang besar secara berurutan dari kiri ke kanan selanjutnya dari atas ke bawah, dimiliki oleh tiap-tiap sekbid secara berurutan dari sekbid satu sampai sekbid delapan. Loker-loker tersebut berisi arsip-asrip kepengurusan tiap DH dan sekbid, barang-barang yang dimiliki tiap sekbid untuk menjalankan prokernya, sampai barang-barang pribadi milik pengurus.
Loker itu disandarkan pada dinding yang penuh dengan gambar yang memenuhi ruangan ini. Jika mau melihat dinding secara keseluruhan, ada gambar-gambar yang tidak biasa yang terdapat di ruangan-ruangan OSIS pada umumnya. Gambar-gambar itulah yang mulai membedakan OSIS di SMA saya dengan OSIS-OSIS di beberapa SMA pada umumnya. OSIS di SMA saya, setiap angkatannya, memiliki nama yang berbeda. Tidak hanya nama yang berbeda, OSIS di setiap angkatan memiliki lambang dengan filosofinya masing-masing. Sebagian besar, nama, lambang, dan filosofi di dalamnya merepresentasikan visi dan misi dan identitas OSIS di setiap angkatannya. Secara berurutan dari OSIS yang baru saja akan dilantik sampai beberapa tahun sebelumnya, berikut nama-nama angkatan OSIS SMAN 1 Bogor : Cakrawala, Pionir, Avion (bahasa Perancis : Pesawat Terbang), Windmill (bahasa Inggris : Kincir Angin), Zeppelin (nama salah satu balon udara yang pernah melegenda), Phinisi (nama perahu asli Indonesia), Cakram, Busur Panah, Kemudi, Zandloper (jam pasir), Elemen, Lokomotif, Televisi, Roket, dan Telor Ceplok. Adapun angkatan sebelum OSIS Telor Ceplok, tiap angkatan OSIS nya belum memiliki nama angkatan. Hal tersebutlah yang membuat OSIS Telor Ceplok memberi nama OSIS nya demikian dengan filosofi sebagai angkatan pertama yang mendobrak pemberian nama angkatan.
Sekilas mata memandang, di dalam ruangan kecil berantakan, yang setiap hari Jumat dipaksa untuk sanggup memuat 60-70 orang, hanya dua loker dan gambar-gambar itu yang pada awalnya akan mampu menarik perhatian. Akan tetapi, jika mau melihat lebih jeli lagi, di setiap sudut ruangan, di dekat pintu masuk, di sudut kursi yang sudah reyot, di dalam loker-loker, terdapat banyak tanda tangan dengan nama pemiliknya serta jabatan dari orang-orang yang pernah menjadi penghuni di dalamnya.
Bertahun-tahun ruangan ini telah menjadi saksi kunci perubahan hidup banyak orang yang pernah menjadi penghuni di dalamnya, termasuk orang-orang yang membubuhkan tanda tangan di ruangan ini. Segala bentuk pemaknaan hidup difasilitasi di ruangan ini. Dengan cerita yang berbeda di setiap angkatannya, segala bentuk emosi pernah terjadi di dalam ruangan ini. Kesyukuran, kekecewaan, kekeaguman, kasih sayang, tangisan, tawa, empati, egoisme, peduli, apatis, dan cinta pernah terjadi dan dimulai dari sini. Secara ajaib, lagi, ruangan ini selalu bisa mempertemukan dan mengikat hati, baik antar  pemilik ruangan, maupun dengan orang-orang yang membubuhkan tanda tangannya di dalam ruangan ini, sejauh apapun jarak umur, tempat, dan perbedaan kepentingan yang dimiliki saat ini.  Sistem yang pernah mengikat penghuni yang pernah ada di dalamnya berimbas pada pemaknaan mendalam yang dimiliki oleh orang-orang yang pernah menjadi penghuninya.
·       OSIS SMAN 1 Bogor adalah sarana pendewasaan diri (Fiki Fitriyah/OSIS Cakram- OSIS Phinisi/ Mahasiswa IPB)
·       OSIS SMAN 1 Bogor adalah rumah gua, tempat gua pulang dan kembali (Rizki Fadilah/OSIS Avion-OSIS Pionir/ Siswa kelas 3 SMAN 1 Bogor)
·     OSIS SMAN 1 Bogor adalah organisasi kehidupan yang mengajarkan saya arti kekeluargaan, kekompakan, kerja keras, serta bekerja sama dengan orang-orang hebat di SMANSA (Atika Yasmin/OSIS Windmill/ Mahasiswa IPB)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah jiwa saya. Jiwa yang akan selalu menjadi bahan bakar saya dalam mengarungi lautan kehidupan (Muhammad Ramadhani Ilham/OSIS Windmill-OSIS Avion/ Mahasiswa Psikologi UI)
·       OSIS SMAN 1 Bogor adalah salah satu media pembelajaran mengenai nilai-nilai kehidupan, membuat sesuatu yang absurd menjadi lebih konkret, dan membuat saya menyadari betapa saya harus bersyukur bisa menjadi bagian darinya (Bayu Rizki Putra Adithama/ OSIS Windmill-OSIS Avion/ Mahasiswa STT Telkom)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah OSIS yang ajaib, beda dari yang lain, punya rasa kekeluargaan yang erat (Aldi Suandana/OSIS Windmill-OSISAvion)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah tempat saya mengawali semuanya, sekaligus rumah untuk pulang (Miyahana Dwirahayu (OSIS Windmill-OSIS Avion/Mahasiswi FTI ITB)
·        OSIS SMAN 1 Bogor adalah anugerah dimana canda tawa bersama bahkan duka dan tangisan terjalin sebagai suatu proses pendewasaan diri (Arman Rafik/OSIS Busur Panah- OSIS Cakram/ Mahasiswa Komunikasi Unpad)
·       OSIS SMAN 1 Bogor adalah sekolah kehidupan. OSIS itu kekeluargaan (Ryan Fajar Febriyanto/OSIS Zeppelin-OSIS Windmill/ Mahasiswa Sosiologi UI)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah tempatku belajar, berkembang, dan bersenang-senang (Dimash Narendra/ OSIS Zeppelin- OSIS Windmill/Mahasiswa Sistem Informasi UI)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah organisasi yang tumbuh dan berkembang secara dinamis berdasarkan prinsip bahwa seluruh anggota adalah keluarga (Maulana Rizki/OSIS Zeppelin-OSIS Windmill/ Mahasiswa Teknik Sipil UNJ)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah ladang amal kebaikan seorang pelajar SMAN 1 Bogor (Annisa Sophia/OSIS Zeppelin-OSISWindmill/Mahasiswi Ilmu Gizi IPB)
·       OSIS SMAN 1 Bogor adalah  kenangan manis yang paling dirindukan ketika kita menginjakkan kaki di SMANSA (Fauzia Ratna Furi/OSIS Zeppelin-OSIS Windmill/ Mahasiswi Admin Niaga UI)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah organisasi yang berasal dari SMANSA, oleh SMANSA, dan untuk SMANSA yang satu (Widasari Ayu/OSIS Zeppelin-OSIS Windmill/Mahasiswa Ilmu Kelautan IPB)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah organisasi yang membangun dan menempa karakter diri saya (Dewisa Apriliani/OSIS Busur Panah-OSIS Cakram/ Mahasiswa Psikologi Unpad)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah cinta tiada akhir (Shanti Nurfianti Andin/OSIS Zandloper-OSIS Kemudi/ Mahasiswa S2 Profesi Psikologi UI)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah tempat dimana saya menemukan passion, teman, sahabat, pengalaman, pelajaran, skill, masalah, solusi, dan rumah (Rizki Yuniarini/OSIS Phinisi-OSIS Zeppelin/ Mahasiswi Hubungan Internasional UI)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah tempat belajar berbuat dan berbagi (Luthfia Maharani/OSIS Phinisi- OSIS Zeppelin/ Mahasisiwi Hukum Unpad)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah organisasi yang tidak hanya organisasi, tetapi satu keluarga besar, dan yang paling utama, tidak pernah putus tali silaturahminya (Ainun Khiriyah Fadla/OSIS Windmill/ Mahasiswi Sistem Informasi STTTelkom)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah tempat gue belajar banyak hal dari orang-orang hebat yang ada di dalamnya (Haonisa Shaumi/OSIS Phinisi/Mahasiswi Psikologi UI)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah kesempatan bagi warga SMANSA untuk mengaktualisasikan potensi diri kita di bidang yang sangat beragam (Hanif Galih Pratama/OSIS Phinisi-OSIS Zeppelin/Mahasiswa ITS)
·         OSIS SMAN 1 Bogoradalah wadah pembinaan siswa/i SMA 1 dengan menetapkan tata konvensional namun mengembangkan pribadi siswa-siswa di dalamnya sehingga memiliki kematangan berpikir dan berprilaku yang lebih dari siswa/i lainnya (Tania Miranti/OSIS Phinisi-OSIS Zeppelin/Mahasiswi Arsitektur UI) 
·        OSIS SMAN 1 Bogoradalah tempat 'menyebarnya' nilai-nilai kepemimpinan, tempat memberi, membentuk pribadi yang peduli, dan di mana rasa 'chauvinisme' terhadap SMANSA itu tumbuh (Line Alfa Arina/OSIS Avion-OSIS Pionir-Siswa Kelas 3 SMAN 1 Bogor)
·        OSIS SMAN 1 Bogoradalah udah kayak rumah (Budiasti Wulansari/OSIS Windmill-OSIS Pionir/ Mahasisw Teknik Lingkungan UI)
·      OSIS SMAN 1 Bogoradalah keluarga yang penuh nilai kehidupan (Abdul Basith Hermanianto/OSIS Windmill/ Mahasiswa Ilmu Komputer IPB)
·         OSIS SMAN 1 Bogoradalah jalan hidup saya, karena di sini saya menemukan pengalaman, keluarga, dan jati diri saya (Hilmi Akhmad/OSIS Windmill-OSIS Avion/ Mahasiswa Manajemen UGM)
·         OSIS SMAN 1 Bogoradalah pelipur lara (Yasmine Nur Edwina/OSIS Windmill/ Mahasiswa Psikologi UI)
·       OSIS SMAN 1 Bogoradalah OSIS yang kompak dan kreatif (Amir Fauzi/ OSIS Avion/ Mahasiswa STEI ITB)
·        OSIS SMAN 1 Bogoradalah wadah untuk memperkaya pengalaman dan teman (Zahra Zahruniya/ OSIS Windmill/ Mahasiswi IPB)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah tempat di mana banyak hal tidak terdapat di tempat lain, di mana kita masih bisa bekerja dengan tulus, jauh dari lingkungan oportunis seperti di kampus, dan tempat yang bisa membentuk karakter dengan kuat sehingga kita siap untuk menghadapi fase hidup selanjutnya (Marista Gilang Maulida/OSIS Busur Panah-OSIS Cakram/ Mahasiswa S2 Profesi Farmasi UI)
·         OSIS SMAN 1 Bogor adalah ... *speechless* (Reza Primawan Hudrita/OSIS Cakram/ Mahasiswa SAPPK ITB)
Kami pernah menjadi penghuni Sekret
Dengan alasan pembangunan, kurang dari dua bulan lagi ruangan ini akan dirobohkan. Imbasnya, saat ini sekret sudah tidak difungsikan lagi sebagai puat kegiatan pengurus OSIS. Secara fisik, ruangan ini akan hilang dari pandangan. Loker-loker akan dipindahkan ke tempat lain, tanda tangan  dan gambar-gambar di dinding ruangan ini akan turut lenyap dengan diratakannya ruangan ini dengan tanah.
Akan tetapi, seperti keajaiban-keajaiban yang pernah diciptakan sebelumnya, entah bagaimana caranya, saya percaya  ruangan yang sebentar lagi tak memiliki wujud fisik ini akan tetap melahirkan orang-orang besar yang  selalu bisa menjadi terang bagi sekitarnya. Orang-orang yang besar jiwanya untuk tidak berhenti berjuang sebelum benar-benar menang.

Selasa, 01 November 2011

Menghela Nafas Panjang

Setelah kemaren sempat merasa digertak dengan jadwal belajar-UTS-Gandewa-PDKM-Song 4 Camp-Suksesi yang sempet bikin gw ngerasa 'apa banget', akhirnya hari ini merasakan nikmatnya menyadari kalau gak ada yang perlu dirariweuhkeun. Ngasih reward buat diri sendiri  untuk  membiarkannya tertawa lepas dan menghela nafas panjang (sebentar)  sukses membuat percaya bahwa semua akan baik-baik saja :)

Setelah penutupan UTS yang diwakili oleh  Psikologi Umum dan rapat Song 4 Camp angkatan, gw ngajak Nila dan Hana untuk kabur dari hingar bingar Psikologi. Kabur ke Margo City untuk pertama kalinya bagi gw. Rencana awalnya  sih mau ngerjain tugas UTS Logpen dengan suasana baru di Margo. Ternyata? Yaah, memang sebaiknya ngasih reward untuk diri sendiri tuh gak usah nanggung-nanggung, main mah ya main ajaa :D

Setelah fotobox, kami makan di salah satu tempat makan yang harganya gak mahasiswa banget -_- Tapi, ngasih reward untuk diri sendiri itu butuh. Jadi, kami memutuskan untuk hedon hari ini,dengan makan di atas 20 ribu hahaha :P Sambil menunggu makan, kami ceceritaan. Kami menyoroti fenomena peer yang mulai terjadi di angkatan kami. Siapa main sama siapa. Siapa bareng-bareng sama siapa. Siapa kumpul sama siapa. Fenomena yang memang terjadi tiap tahunnya di Psikologi mengingat intensitas tugas kelompok yang tinggi menjadi faktor pendukung terbentuknya fenomena ini.

Sebenarnya fenomena ini terjadi juga secara umum di fakultas lain. Pernah liat khan (atau mungkin merasakan sendiri) ada yang teman main dan kumpulnya sama itu-itu aja. Atau pernah dengar istilah nge-geng atau kotak-kotak pertemanan? Secara umum fenomena itu bisa disebut seperti itu. Bedanya, di Psikologi dikenal dengan istilah peer-group. Bedanya lagi, kami tahu dampak postif dan negatif dari peer ini yang membuat kami tahu cara menyikapi fenomena ini.

Setelah makan, kita nge-webcam di laptop Hana. Bikin kita keketawaan sampe mau nangis ngeliatin hasil fotonya. 

Oia, gw belum pernah ngenalin mojang Bandung dan mojang Sukabumi ini ya? Namanya Nila dan Hana. Kami bertiga sama-sama orang sunda. Lucunya, karakter mereka udah kayak bumi dan langit. Yang dari Bandung pembawaannya anteeeeeeeng banget dan yang dari Sukabumi pembawaanya cereweeeeeet banget. Lucunya lagi, yang dari Bandung manggil gw dengan sebutan 'Mba Tuti' dan yang dari Sukabumi manggil gw dengan sebutan 'Teh Tuti'. 

Panjanglah kalau gw mau cerita tentang mereka. Intinya, selain gw belajar banyak tentang dewasa (dengan gaya masing-masing) dari mereka berdua, gw nyaman kalau sedang bareng-bareng mereka berdua. Nyaman sebagai teman sekaligus merangkap menjadi kakak :)

Gw, Nila, dan Hana

Pulang dari Margo, gw bertiga menuju Barel. Lebih tepatnya, ke salah satu lapangan futsal yang ada di Barel. Anak-Anak cowok Psiko 2011 lagi main futsal. Melepas penat setelah minggu UTS ditutup oleh Psikologi Umum hari ini. Sejak pertama kali anak-anak cowok memutuskan memiliki jadwal main futsal independen, gw pun langsung mengajukan diri sebagai penonton setianya. Bukan dengan alasan nungguin cowoknya main (yang biasa terjadi pada umumnya), melainkan gw selalu datang karena gw seneng nonton futsal. Itung-itung melepas rindu nonton SPL :D 

Dari awalnya yang hanya sebagai penonton setia, sekarang berkembang menjadi bendaharanya anak-anak cowok buat megang uang kas main futsal. Alasan itulah yang pada akhirnya membuat gw meminta Hana dan Nila menemani gw untuk datang sore ini memberikan uang kas yang ada di gw kepada anak-anak.

Anak-anak nyewa lapangan dua jam, dari pukul 17.00-19.00. Gw datang baru sekitar pukul 18.00 dari Margo. Gw mengambil posisi duduk tidak jauh dari lapangan futsal. Sambil menunggu Nila dan Hana yang lagi sholat, gw pun ngobrol-ngobrol dengan Mpit dan Yuli yang memang sudah datang lebih dulu. Pemain yang sedang menunggu giliran main pun silih berganti duduk di dekat bangku gw duduk. Rully, Rio, Dika, dan Afit. Dan tanpa ada bunyi peluit dimulai, keunikan angkatan gw pun dimulai begitu saja :D

Pada seminar 2 PDKM beberapa hari yang lalu, kami disuruh menulis keunikan angkatan kami. Banyak jawaban yang dikemukakan oleh teman-teman peserta PDKM 2011. Beberapa diantaranya kami bisa dengan mudah ditemukan di Akademos dan anak-anak cowok 2011 punya jadwal khusus bermain futsal bersama. Gw pun mengangkat tangan ketika T'Cune narasumber bertanya ada lagi yang mau menambahkan. Gw melengkapinya dengan dua keunikan lagi. Jawaban gw?
  1. Selain ketua angkatannya, anak-anak 2011 pun memiliki intensitas gombal yang tinggi.
  2. Anak-anak 2011 sangat mudah mengasosiasikan kejadian dan pernyataan apapun dengan urusan hati

Kedua jawaban gw pun dibuktikan sore ini. Di bangku tempat gw duduk, gak jauh dari lapangan futsal Barel, tempat para pemain menunggu giliran, kami melakukan Battle Gombal sederhana. Di tengah lapangan futsal, yang perlahan mulai lengang, dan yang tengah ramai dirubung laron yang berterbangan.

*Karena kemampuan merekoleksi memori yang kurang baik, ada beberapa kalimat yang dimodifikasi tanpa mengubah esensi kalimat dari sumber aslinya.
  • Biru Muda : Gw
  • Merah : Rio
  • Coklat : Dika
  • Hijau : Rully
  • Ungu : Hana 
  • Oranye : Nila
  • Abu-Abu : Sumber terlupakan :P

'Ditolak sama kamu, rasanya kayak dapet kartu merah'
'Kenapa?'
'Berat sih, tapi mau gimana lagi.'

'Sikap kamu ke aku tuh kayak lapangan futsal ini'
'Gimana?'
'Datar'

'Cinta sama kamu tuh kayak main futsal'
'Kenapa?'
'Capek'

'Hati kamu tuh kayak dinding lapangan futsal'
'Gimana?'
'Keras'

'Cinta sama kamu tuh kayak main futsal tapi gak pake sepatu'
'Kenapa?'
'Sakit'

'Aku tuh sekarang kayak orang-orang yang lagi duduk di pinggir lapangan futsal'
'Kenapa?'
'Cuma bisa ngeliatin permainan cinta antara kau dan dia'

'Cinta sama kamu tuh kayak jadi pemain pengganti futsal'
'Kenapa?'
'Menunggu giliran'

'Ngambil hati kamu tuh kayak ngambil bola yang lagi ada di musuh'
'Kenapa?'
'Harus pake taktik'

'Kamu tuh kayak jaring-jaring yang ada di pinggir lapangan futsal'
'Kenapa'
'Selalu bisa nahan aku waktu aku jatuh'

'Andai cinta aku ke kamu kayak orang-orang yang lagi main futsal'
'Kenapa'
'Gak ada yang memandang perbedaan'

'Kalau kamu minta putus, aku jadi inget kata-kata SBY'
'Apa?'
'Lebih baik lanjutkan!'

'Kenapa sih harus aku yang selalu jadi kiper?
'Maksudnya?'
'Kenapa harus selalu aku yang nunggu untuk bisa nangkep hati kamu'

'Harapan aku bareng-bareng sama kamu tuh kayak lapangan yang lagi gak dipake'
'Kenapa?'
'Kosong'

'Liat bola di tengah lapangan yang kosong itu?'
'Iya, kenapa?
'Bola itu kayak hati aku. Sendirian dan kesepian'

'Aku tuh kayak laron-laron yang sekarang lagi ngejar-ngejar sinar di lapangan futsal'
'Kok bisa?'
'Sama kayak aku yang selalu ngejar-ngejar sinar yang ada di hati kamu'

'Prospek hubungan aku sama kamu tuh kayak lampu di lapangan futsal yang lagi gak dipake'
'Gimana?'
'Gelap'

'Ruang di hati kamu buat aku tuh kayak pintu masuk ke lapangan futsal ya'
'Kenapa'
'Sempit'

'Aku ke kamu tuh kayak posisi aku sekarang yang lagi nonton orang main futsal'
'Kenapa?'
'Cuma bisa memandang dari jauh'

'Cinta aku ke kamu tuh kayak laron yang sekarang bertebaran di lantai'
'Kenapa?'
'Terbuang sia-sia'

Selama Battle Gombal berlangsung, mulai dari nada-nada ekspresi yang  membuat siapa saja meleleh mendengarnya, senyum-senyum, geleng-geleng kepala, mukul-mukul meja karena getek ngedengernya, sampai  nyaris ada botol Pocari Sweat yang melayang ke kepala gw pun hampir terjadi saking ngerasa 'apa banget' gw ngegombal gak beres-beres. Battle Gombal pun berakhir seiring berakhirnya permainan futsal. Lebih tepatnya  karena Sang Ketua Angkatan datang. Bisa-bisa beneran gak beres Battle Gombalnya kalau dia udah ikutan :P

Dan helaan nafas panjang hari ini pun ditutup dengan obrolan tak terduga dengan Aufa lewat YM. Obrolan yang kata-katanya gw ketik tanpa proses mikir panjang. Spontan. Hanya mengandalkan rasa kangen gw ceceritaan dengan partner gw yang satu ini  sambil membiarkan tangan gw menari di atas laptop. Obrolan tentang Gandewa, KMPA ITB, OSIS, dan SMANSA.

*Gw gak pernah lupa kok, Fa, kalau pada umumnya cowok gak suka dibandingkan. Maaf atas perbandingan yang sempat gw lakukan tadi. Kalau lw mau tau, posisi 'malu', 'iri', dan 'kalah telak' itu sejatinya ada di gw. Gw yang saat ini melihatnya dengan mata kepala gw sendiri.

Untuk menarik nafas panjang lagi?
Bismillahirahmanirrahim. 
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!
(Numpang katarsis dulu)
Gw siap.
Untuk besok, lusa, dan beberapa minggu ke depan.

*Untuk helaan nafas panjang hari ini, adik yang selalu bisa jadi tempat untuk katarsis, dan teman yang mengingatkan untuk selalu 'meluangkan waktu' untuk-Mu, terima kasih, Pemilik Helaan Nafas :)

Sabtu, 29 Oktober 2011

Hanya Prasangka

Setelah selesai kumpul kelompok di tengah-tengah seminar 2 PDKM hari ini, Murai sempet ngebisikkin sesuatu ke gw. Tentang kolerasi antara OSIS SMANSA dan Psikologi UI. Awalnya gw cuma tersenyum mengiyakan, tapi beberapa saat kemudiaan..

Hey, pernyataan lw bikin gw cangak-secangak-cangaknya, Rai!

Dalam hati gw kegirangan sendiri kayak anak kecil yang akhirnya dikasih permen setalah lama merajuk. Yap. Jawaban yang gw cari bahkan berhasil ditemukan sebelum proses pencariannya benar-benar selesai.

Kata-kata Murai itu cukup terngiang-ngiang lama di kepala gw. Seketika membuat  pikiran gw melayang ke mereka. Mereka yang belum sempat gw peluk satu-satu pasca BLDK OSIS 2011 :)

 Mading Calon OSIS
Susunan Dewan Harian dan Ketua Bidang OSIS Cakrawala 2011/2012
Ketua Umum : Muhammad Haekal
Ketua 1 : Rakhmat Qorib
Ketua 2 : Najmi Balfas
Sekretaris Umum : Almitra Indira
Sekretaris 1 : Dea Karina
Sekretaris 2 : Sofwah Aussie
Bendahara Umum : Putri Erfiasany
Wakil Bendahara : Galura Wirautama
Kabid 1 : Firman Aziz Nugroho
Kabid 2 : Syifana Afiati
Kabid 3 : Nabiel Luthfi
Kabid 4 : Sakinah Arifin
Kabid 5 : Dennis Corleon
Kabid 6 : Tamara Aulia
Kabid 7 : Farhan Muflih
Kabid 8 : Qatrunada S.
Kabid 9 : Hanif Fadillah
Kabid 10 : Kartika Khoirunnisa
Selamat  datang OSIS Cakrawala! :D
Di sebuah tempat yang kata mereka...
  1. ... adalah sarana pendewasaan diri (Fiki Fitriyah/OSIS Cakram- OSIS Phinisi/ Mahasiswa IPB)
  2. ... adalah rumah gua, tempat gua pulang dan kembali (Rizki Fadilah/OSIS Avion-OSIS Pionir/ Siswa kelas 3 SMAN 1 Bogor)
  3. ... adalah organisasi kehidupan yang mengajarkan saya arti kekeluargaan, kekompakan, kerja keras, serta bekerja sama dengan orang-orang hebat di SMANSA (Atika Yasmin/OSIS Windmill/ Mahasiswa IPB)
  4.  ... adalah jiwa saya. Jiwa yang akan selalu menjadi bahan bakar saya dalam mengarungi lautan kehidupan (Muhammad Ramadhani Ilham/OSIS Windmill-OSIS Avion/ Mahasiswa Psikologi UI)
  5.  ... adalah salah satu media pembelajaran mengenai nilai-nilai kehidupan, membuat sesuatu yang absurd menjadi lebih konkret, dan membuat saya menyadari betapa saya harus bersyukur bisa menjadi bagian darinya (Bayu Rizki Putra Adithama/ OSIS Windmill-OSIS Avion/ Mahasiswa STT Telkom)
  6.  ... adalah OSIS yang ajaib, beda dari yang lain, punya rasa kekeluargaan yang erat (Aldi Suandana/OSIS Windmill-OSISAvion)
  7.  ... adalah tempat saya mengawali semuanya, sekaligus rumah untuk pulang (Miyahana Dwirahayu (OSIS Windmill-OSIS Avion/Mahasiswi FTI ITB)
  8.  ... adalah anugerah dimana canda tawa bersama bahkan duka dan tangisan terjalin sebagai suatu proses pendewasaan diri (Arman Rafik/OSIS Busur Panah- OSIS Cakram/ Mahasiswa Komunikasi Unpad)
  9.  ... adalah sekolah kehidupan. OSIS itu kekeluargaan (Ryan Fajar Febriyanto/OSIS Zeppelin-OSIS Windmill/ Mahasiswa Sosiologi UI)
  10.  ... adalah tempatku belajar, berkembang, dan bersenang-senang (Dimash Narendra/ OSIS Zeppelin- OSIS Windmill/Mahasiswa Sistem Informasi UI)
  11.  ... adalah organisasi yang tumbuh dan berkembang secara dinamis berdasarkan prinsip bahwa seluruh anggota adalah keluarga (Maulana Rizki/OSIS Zeppelin-OSIS Windmill/ Mahasiswa Teknik Sipil UNJ)
  12.  ... adalah ladang amal kebaikan seorang pelajar SMAN 1 Bogor (Annisa Sophia/OSIS Zeppelin-OSISWindmill/Mahasiswi Ilmu Gizi IPB)
  13.  ... adalah  kenangan manis yang paling dirindukan ketika kita menginjakkan kaki di SMANSA (Fauzia Ratna Furi/OSIS Zeppelin-OSIS Windmill/ Mahasiswi Admin Niaga UI)
  14.  ... adalah organisasi yang berasal dari SMANSA, oleh SMANSA, dan untuk SMANSA yang satu (Widasari Ayu/OSIS Zeppelin-OSIS Windmill/Mahasiswa Ilmu Kelautan IPB)
  15.  ... adalah organisasi yang membangun dan menempa karakter diri saya (Dewisa Apriliani/OSIS Busur Panah-OSIS Cakram/ Mahasiswa Psikologi Unpad)
  16.  ... adalah cinta tiada akhir (Shanti Nurfianti Andin/OSIS Zandloper-OSIS Kemudi/ Mahasiswa S2 Profesi Psikologi UI)
  17.  ... adalah tempat dimana saya menemukan passion, teman, sahabat, pengalaman, pelajaran, skill, masalah, solusi, dan rumah (Rizki Yuniarini/OSIS Phinisi-OSIS Zeppelin/ Mahasiswi Hubungan Internasional UI)
  18.  ... adalah tempat belajar berbuat dan berbagi (Luthfia Maharani/OSIS Phinisi- OSIS Zeppelin/ Mahasisiwi Hukum Unpad)
  19.  ... adalah organisasi yang tidak hanya organisasi, tetapi satu keluarga besar, dan yang paling utama, tidak pernah putus tali silaturahminya (Ainun Khiriyah Fadla/OSIS Windmill/ Mahasiswi Sistem Informasi STTTelkom)
  20.  ... adalah tempat gue belajar banyak hal dari orang-orang hebat yang ada di dalamnya (Haonisa Shaumi/OSIS Phinisi/Mahasiswi Psikologi UI)
  21.  ... adalah kesempatan bagi warga SMANSA untuk mengaktualisasikan potensi diri kita di bidang yang sangat beragam (Hanif Galih Pratama/OSIS Phinisi-OSIS Zeppelin/Mahasiswa ITS)
  22. ...adalah wadah pembinaan siswa/i SMA 1 dengan menetapkan tata konvensional namun mengembangkan pribadi siswa-siswa di dalamnya sehingga memiliki kematangan berpikir dan berprilaku yang lebih dari siswa/i lainnya (Tania Miranti/OSIS Phinisi-OSIS Zeppelin/Mahasiswi Arsitektur UI) 
  23. ...adalah tempat 'menyebarnya' nilai-nilai kepemimpinan, tempat memberi, membentuk pribadi yang peduli, dan di mana rasa 'chauvinisme' terhadap SMANSA itu tumbuh (Line Alfa Arina/OSIS Avion-OSIS Pionir-Siswa Kelas 3 SMAN 1 Bogor)
  24. ...adalah udah kayak rumah (Budiasti Wulansari/OSIS Windmill-OSIS Pionir/ Mahasisw Teknik Lingkungan UI)
  25. ...adalah keluarga yang penuh nilai kehidupan (Abdul Basith Hermanianto/OSIS Windmill/ Mahasiswa Ilmu Komputer IPB)
  26. ...adalah jalan hidup saya, karena di sini saya menemukan pengalaman, keluarga, dan jati diri saya (Hilmi Akhmad/OSIS Windmill-OSIS Avion/ Mahasiswa Manajemen UGM)
  27. ...adalah pelipur lara (Yasmine Nur Edwina/OSIS Windmill/ Mahasiswa Psikologi UI)
  28. ...adalah OSIS yang kompak dan kreatif (Amir Fauzi/ OSIS Avion/ Mahasiswa STEI ITB)
  29. ...adalah wadah untuk memperkaya pengalaman dan teman (Zahra Zahruniya/ OSIS Windmill/ Mahasiswi IPB)
  30.  ... adalah tempat di mana banyak hal tidak terdapat di tempat lain, di mana kita masih bisa bekerja dengan tulus, jauh dari lingkungan oportunis seperti di kampus, dan tempat yang bisa membentuk karakter dengan kuat sehingga kita siap untuk menghadapi fase hidup selanjutnya (Marista Gilang Maulida/OSIS Busur Panah-OSIS Cakram/ Mahasiswa S2 Profesi Farmasi UI)


Itu hanya sedikit adalah dari sekian banyak adalah-adalah yang ingin gw ceritakan untuk kalian beberapa tahun ke depan. Cerita tentang tempat kalian saat ini. Tempat yang selalu berhasil membuat orang-orang yang pernah ada di dalamnya percaya bahwa mereka selalu punya tempat untuk pulang. Pulang setelah jauh menjejak bumi. Dan pulang setelah tinggi menjunjung langit :)

Mau tau lanjutan ceritanya? Syaratnya, bersedia khan kalian gw masukkan dalam daftar panjang orang-orang yang gw sayang? ;)

*Kalau selama ini biasanya gw hanya suka membaca tulisan lw lewat blog, senang bisa ngobrol langsung kemarin. Tetap menulis ya, KPH 7 :)

Lalu, jawaban dari pencarian itu?

Itu hanya prasangka. Sejatinya, gak ada kondisi yang benar-benar mengharuskan gw untuk mundur (selangkah) :) 

Rabu, 26 Oktober 2011

Berlanjut

Pencarian pun berlanjut.
Dan tentu saja, dengan tidak putus asa :D

 Atribut PDKM Opera 2011

Pasca latihan fisik perdana Gandewa

Jodoh gak ya?
Kalau memang jodoh di tangan Tuhan, sepertinya memang gak akan pernah sampai di tangan gw kalau gak pernah gw usahakan.

ef-i-ge-ha-te lah pokoknya mah! :D

Maaf ya, Kawan

Jahat itu...

Ketika lw punya seorang teman yang sungguh baik kepada setiap orang, tapi kepala lw mendadak dipenuhi prasangka yang seolah membuatnya tak pernah sebaik itu karena sebuah alasan koplak. Karena berharap kebaikannya hanya ditujukan untuk lw seorang.

Maaf ya, kawan. Untuk pernah melibatkan perasaan.

Nikmat Mana Lagi?

Enam hari yang lalu, bada ashar, pas banget setelah gw menoleh salam ke kiri, ada sms masuk.  Namanya Kak Leha. Mahasiswi FIB UI. Beliau mengaku sebagai panitia TOENAS, salah satu TO yang pernah gw ikutin dulu banget waktu jaman-jamannya ngejar  SNMPTN Tulis 2011.
Ini TO dulu banget.  Asli deh dulu banget. Kalau Kak Leha gak sms, mungkin gw gak pernah inget kalau gw pernah ikut TO ini. TOENAS singkatan dari TO Etos Nasional. Panitia TO ini adalah kakak-kakak yang pernah mendapatkan Beastudi Etos dari yayasan Dompet Dhuafa. TO ini serentak dilaksanakan di 9 kota di seluruh Indonesia, salah satunya di Bogor yang berlokasi di IPB. SMS dari Kak Leha membuat gw  menarik kembali ingatan gw seputar TO ini. Beberapa yang  gw inget dari TO ini : saat itu kali pertamanya  gw masuk GWW IPB,  sebelum mulai TO gw rusuh banget sama Vinni ngeliatin orang yang disinyalir mirip adeknya Udin (kenapa kita rusuh? Karena kalau itu benar berarti adeknya Udin rajin banget udah ikut TO buat SNMPTN  -__-),  sebelum TO gw ketemu Gita , temen Garuda gw di SMP, yang lagi nawarin susu produksi anak-anak Teknik Pangan, masuk ruangan dan mulai TO berhadapan dengan soal yang  bener-bene- amit-amit-amit gak ketulungan susahnya, dan sepulangnya dari sana gw dan anak-anak NF hujan-hujanan kembali ke Paledang untuk menjemput TO selanjutnya yang membuat hari itu menjadi pesta TO -__-
Diantara kejadian-kejadian seputar TO itu, hal yang paling gw inget saat itu peserta  yang ikut  TOENAS banyak banget. Gak Cuma anak NF doang, tapi anak SMANSA non-NF juga ikutan. Bahkan teman-teman koalisi  belajar IPS didikan Kang Aom, kayak Acy, Eja, dkk juga ikut TO ini. Tujuan formalnya mah memang ingin mengasah kemampuan pra SNMPTN Tulis, tapi tujuan nonformal yang merangkap sebagai tujuan utamanya  bahwa tersiar kabar 100 nilai tertinggi pada TO ini akan mendapatkan formulir gratis SNMPTN, hahahaha :D Alhasil, berbondong-bondonglah seantero siswa kelas 3 SMA buat ikut TO ini.
Namun, sayang sungguh disayang  pada seminar pasca-TO, panitia mengklarifikasi berita tersebut. Formulir gratis SNMPTN yang ramai dibicarakan ternyata bersifat BANTUAN untuk calon mahasiswa yang tidak mampu membeli formulir. Itu pun masih dengan beberapa syarat dan kelengkapan berkas yang harus dipenuhi  -_-
Kekecewaan belum berhenti sampai disitu. Setelah beberapa minggu menunggu tanggal yang dijanjikan untuk melihat hasil TO tersebut via email, hasil TO pun tak kunjung keluar.  Sejak saat itu, ya sudahlah.  Gak ada hal yang membuat gw merasa penting untuk mengingat bahwa gw pernah ikut TO itu.
Sampai datangnya enam hari yang lalu :D
Kesan pertama gw mendapat SMS dari Kak Leha, datar. Tanpa ekspresi. Latihan berpikir kritis, dampak positif dari belajar filsafat, dan pengalaman-pengalaman penipuan melalui sms yang baru-baru ini gencar dilakukan membuat gw tidak terlalu merespon baik SMS tersebut.
Tapi setelah terjadi proses balas-membalas dan tanya-jawab yang cukup alot, sms Kak Leha pun seketika membuat gw meluk tembok dan meluk kasur pengen nangis :’)
Walaupun begitu, gw mulai belajar untuk  gak pernah benar-benar percaya kepada seseorang sesuatu kalau memang belum ada buktinya. Terlalu sering sesuatu yang dianggap nyata tapi ternyata tidak membuahkan kekecewaan. Akhirnya, sampai tiba hari yang dijanjikan, gw memilih untuk tidak banyak berharap  #eaaaaa, curcol euy :P
Sampai akhirnya, ternyata hari ini benar-benar tiba. Hari yang dijanjikan :D
... Selamat ya, Dek. Kamu jadi pemenang TOENAS untuk yang IPS. Hadiah netbooknya Insya Allah akan kami kasih dalam waktu dekat....
Pagi ini, gw ketemuan sama Kak Leha dan Kak Rohib di depan Gedung Rektorat. Atas nama Panitia, selaku PO Kak Rohib meminta maaf karena keterlambatan pengumuman ini. Beliau yang merupakan mahasiswa Metalurgi UI 2009 yang ternyata kenal sama RJ menceritakan bahwa banyak masalah yang terjadi di pihak internal yang menyebabkan keterlambatan ini, termasuk birokrasi antarkota.  Kak Rohib pun sempat bercerita bahwa juara 1 IPA nya saat ini pun telah menjadi mahasiswa FTTM ITB 2011. Setelah Kak Rohib bercerita, gantian gw yang curhat. Gw masih gak percaya kalau gw juara 1 IPS nya.  Masih gak percaya secara waktu gw ngebahas sama Eja jawaban gw udah kayak apaan tau banyak salahnya. Masih gak percaya karena bahkan memori tentang gw pernah ikut TO ini aja gak gw simpan baik. Setelahnya, secara simbolis Kak Rohib memberikan hadiahnya kepada gw di depan gedung Rektorat yang kemudian didokumentasikan untuk arsip panitia.
 Gw dan Kak Rohib

Setelah Kak Rohib pamit untuk UTS dan Kak Leha pamit menuju MUI untuk mengerjakan tugas, gw melenggang ke Barel menunju kostan Raras buat belajar bareng sebelum UTS. Sepanjang perjalanan gak henti-hentinya gw senyum-senyum sendiri.  Senyum-senyum karena masih gak  percaya bahwa pengumuman ini datang, persis di saat LCD laptop gw memang sedang rusak :’)
Dan lagi-lagi, kesyukuran mengalir deras tanpa ampun ketika menyadari bahwa pertolongan Allah sungguh dekat dan datang dari tempat yang tidak diduga-duga.
Jadi?
Nikmat Allah yang mana lagi yang bisa gw dustakan? :’)