Senin, 12 Juli 2010

Windmill-sick

12 Juli 2010

Beberapa hari belakangan ini lagi merasa di teror.

Mulai dari Dania yang sms minta di burning-in cd foto-foto Windmill karena lagi kangen kronis sama Windmill, Opik dan Aldy yang nge-chat nanyain Windmill jadi ngumpul gak pas MOS, Hilmi yang sengaja pake kaos Windmill waktu mau ketemu sama gw, sampai Wiwid yang sms kalau dia mimpiin waktu DH Windmill jadi posko dan akhirnya bikin dia kangen banget sama Windmill. Ckckckck.

Intinya? Lagi pada kena sindrom Windmill-sick! Hohoho :D

Daripada sindrom itu semakin meluas, berdasarkan hasil ngobrol lewat sms dan YM dengan banyak orang, akhirnya diputuskanlah hari ini kita ngumpul buat ngeliat MOS sekalian bikin welcoming home buat Nanda.(FYI : Nanda adalah satu-satunya perempuan yang menjadi anggota subseksie humas di Windmill yang mengikuti program pertukaran pelajar ke US program YES).

Ternyata mengumpulkan orang-orang yang sudah lama tidak bertemu dengan kesibukan dan urusan masing-masing yang sudah sangat berbeda memang tidak mudah.
 
Kendalanya? Cuma satu. Bingung mau gimana ngejarkomnya dan apa yang mau di jarkom! Hahaha :D

Dan sepertinya, sindrom Windmill-sick juga telah mempengaruhi orang yang menderitanya, bahkan jarkom yang biasanya amat sangat mudah, untuk urusan yang satu ini malah jadi JARKOM YANG PALING RIWEUH yang pernah gw buat! hahahaha :D

Kok bisa? Jadi begini kisahnya.
Berhubung gw dianggap sebagai 'emak' nya Windmill, biasanya kalau ada yang kangen, beberapa anak Windmill ngadunya ke gw. Dan beberapa hari ini, orang-orang yang lagi kangen sama Windmill ngadu di saat yang berdekatan dan menanyakan kapan Windmill kumpul lagi. Sayang sungguh disayang, rasa kangen itu datang di saat gw lagi MALES PARAH MENGKOORDINIR SESUATU.

Sebenarnya bisa menjadi sangat mudah kalau gw langsung sms Dito untuk bikinin jarkom. Tapi gw teringat sesuatu. Dito adalah orang yang terlalu menyayangi gw! Hahaha :P Jadi apapun yang gw sms, pasti Dito bilangnya gimana gw aja, heuheu. Akhirnya gw minta tolong ke Aldy. Aldy ngertiin gw yang lagi males banget waktu itu. Akhirnya Aldy bilang dia aja yang ngurusin sama Dimash :) Senangnya dimengerti :D Tapi ternyata, Aldy juga ngomongin sama Aufa. Hasil obrolan sama Aufa yang ternyata diobrolin sama Ifan juga, ternyata banyak pendapat, banyak rencana, dan belum dapet kepastian yang jelas.

Aufa pun ngobrolin hal itu sama gw, dan gw cuma bisa nyengir. Hahahaha. Gw ceritain ke Aufa ke-malas-an gw dan Aufa pun ngertiin gw dan apa yang ada di otak gw. Selanjutnya? Aufa pun berbaik hati untuk sms-an ama Dito buat ngomongin keputusan akhir dan bikin jarkomannya.

Sampai akhirnya, datanglah satu sms pamungkas ke hape gw.
1 Message Received.
ditho.windmill.

Tuuuuut, hehehe, otak gw lagi butek ni, lw yang bikin jarkoman nanti kirim ke gw, biar gw yang nyebarin ya? Hehehehe.. yayayaya?
Allah benar-benar baik ya? Bahkan Allah benar-benar tidak membiarkan orang yang sedang malas untuk benar-benar menjadi PEMALAS! :D

Setelah perjalanan panjang sebuah negosiasi, jarkoman itu pun akhirnya gw yang buat! Hahahaha :P Berhubung gw kalau udah nulis, sekalipun itu sebuah jarkoman, panjangnya bisa kayak ngeblog (Hehehe :P), akhirnya gw kirimkan hasil jarkoman gw ke Dito yang panjangnya mencapai 3 lembar.

Dito yang awalnya akan menyebarkan jarkom tersebut ke DH kabid, membalas jarkoman gw dengan sebuah protes yang bilang jarkoman hasil karya gw bisa bikin dia tekor! Hahaha :P Tapi iya juga sih.

Akhirnya gw ngecek pulsa gw yang ternyata masih punya bonus 1000 sms. Gw menawarkan Dito kalau gw aja yang ngejarkomin anak-anak satu-satu dengan bonus itu. Lumayan, daripada mubazir.

Alhasil? Allah ngasih kesempatan gw untuk menyapa satu-satu orang-orang yang terlalu gw sayangi itu tadi malam.

Eh ralat deh. Tadi gw bilang mengumpulkan orang-orang yang sudah lama tidak bertemu dengan kesibukan dan urusan masing-masing yang sudah sangat berbeda memang tidak mudah, ya? Memang benar sih.

Tapi mengumpulkan keluarga yang udah lama tidak bertemu dengan kesibukan dan urusan masing-masing yang sudah sangat berbeda, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan kok :D

Senangnya mereka membalas sms gw malam itu, baik yang bilang bisa datang ataupun yang gak bisa datang :)

Hari ini? Alhamdulilah sangat menyenangkan! :D

Mulai dari ngobrol sama POSKO di ruangannya, Nanda surprise banget dengan kedatangan kita, sampai becengkerama sambil makan bareng di selot, benar-benar sebuah kesenangan yang sederhana. Tapi tidak sesederhana jika harus digambarkan.

Karya Cungek

Nanda dan Fenni

Nanda dan Cungek

Windmill-sick?

Hanya sebuah rasa rindu sebuah keluarga yang sederhana. 
Sangat sederhana.
Rindu bertatap muka.
Bertanya dan ditanya.
Bercengkerama.
Bercerita.
Menggila.
Tertawa.
Makan bersama.

Tapi menjadi sesuatu yang tidak sederhana.
Ketika rasa rindu itu hadir di setiap anggotanya di waktu yang bersamaan.

Dan gw?
Entahlah.

Mungkin gw gak akan terlalu sering merasakan rasa rindu itu lagi.
Karena sampai detik ini, selama apapun gw tidak bertemu meraka.
Bahkan gw gak pernah merasa kehilangan mereka sedikit pun.

 Welcome Home, Nanda!

Kapan coba Allah gak baik sama gw? Bahkan di saat beberapa hari belakangan ini gw tengah banyak melakukan tindak kejahatan (baca postingan selanjutnya : gw jahat!).

*Segala puji hanya milik-Mu, Ya Rabb, yang telah membiarkan kesyukuran ini tidak memiliki ujungnya :)

Jumat, 09 Juli 2010

Cinta tiada akhir

9 Juli 2010

WARNING : Bagi orang-orang yang jengah dan bosan dengan cerita tentang OSIS yang terlalu sering gw tuliskan di blog ini, disarankan untuk tidak melanjutkan membaca posting ini dan segera meninggalkan blog ini serta jangan berniat untuk kembali lagi ke blog ini. Sebab satu kata yang terdiri dari empat huruf itu gak akan pernah berhenti gw tuliskan di dalam blog ini! :D

***

Surat Keterangan Peristiwa Penculikan

Tersangka : Annisa Dwi Astuti dan Kiagus Aufa Ibrahim
Status : Orang-orang yang terlanjur mencintai OSIS
Tanggal penculikan :  4, 6, 8, dan 9 Juli 2010
Korban : Miyahanna Dwirahayu, Muhammad Ramadhani Ilham, Nugraha Suryakomara, Hilmi Akhmad Fathurozi, dan Rukan Faiz Nur Rabbani
Tempat Kejadian Perkara : Yahoo Messanger, Dunkin Donuts, dan SMAN 1 Bogor
Motif penculikan : Cinta tiada akhir
Kronologis kejadian : Terlampir di memori ingatan gw :P
Kesimpulan :
  1. Mendengar bukan untuk membandingkan
  2. Mendengar bukan untuk mencari pembenaran
  3. Mendengar untuk memberikan penghargaan
  4. Mendengar untuk memutarbalikan pemikiran
  5. Mendengar untuk melegakan
  6. Mendengar untuk mengembalikan memori kenangan
  7. Mendengar apa yang bahkan tak terucap dan tak terdengar sekalipun
***

Edaaan, ngasal parah ini postingan! Hahaha :P Ampun deh, gw angkat tangan. Jujur, GW MENYERAH! Gw menyerah kalau udah menulis postingan tentang mereka. Gw udah gak bisa nyusun kata-kata yang baik dan benar serta indah kalau harus nulis postingan tentang mereka. Eh, salah deng. Bukan gak bisa, tapi gw udah gak punya kosakata yang pas, tepat, dan memadai tentang mereka. Heuheu..

Berhubung jiwa ngegombal gw lagi di titik maksimal, hahaha :P, daripada isi postingan ini makin gak karuan karena ketidakmampuan gw menceritakan (lagi untuk ke sekian kalinya) tentang mereka, lebih baik gw tutup postingan ini dengan kegombalan gw, hahaha :P
Anak-anak OSIS bukanlah orang-orang yang SEMPURNA. Tapi anak-anak OSIS selalu berhasil MENYEMPURNAKAN hidup gw :D
nb : judul postingan yang satu ini terinspirasi dari sebuah blog yang selalu berhasil menginspirasi gw. Blog yang dimiliki oleh seseorang yang pertama kali menyarankan gw untuk menulis dan membuat blog. Anda ia tahu, betapa berartinya blog ini buat gw sekarang :')

Tapi setidaknya, hari ini gw mengerti lagi satu hal. Sepertinya gw tahu, apa alasan orang tersebut menggunakan label 'cinta tiada akhir' di blognya untuk menuliskan setiap kenangan yang ia lalui bersama 1 kata yang terdiri dari empat huruf itu :)

Semoga Allah selalu memudahkan segala urusan dan pencapaian citamu ya, tetehku :D

Kamis, 08 Juli 2010

Rencana lain

7 Juli 2010
1 Message Received.
T'Ira.Forkom.

Walaikumussalam wr.wb. Belum euy, gak sempet. Kalau gak Jumat, Sabtu aja. Btw, jadi ikut kegiatan yang sos tea? Oia, kalau sabtu izin pulang duluan gak bisa ya?
Pulang duluan? Oia, gw belum menceritakan cerita yang satu ini ya? Cerita yang lagi-lagi dibuat oleh-Nya untuk menunjukkan betapa indah rencana-Nya untuk gw :) 

***

Beberapa bulan yang lalu, sebelum SNMPTN dan USM STAN, waktu gw lagi nge-print kartu SNMPTN di kantor batu, dan tepat satu hari setelah seorang sahabat gw yang baik hati membangunkan gw dari penyakit pesimis kronis gw, gw iseng buka FB mengingat gw udah lama banget gak ngenet karena kabel internet di rumah lagi di cabut. Males ngebalesin wall-wall orang, perhatian gw tersita pada link yang Rj tag ke gw. Sebuah informasi yang pada akhirnya berhasil mengangkat dan menjatuhkan mental gw lagi.

Informasi tersebut berasal dari Kompas yang mengabarkan bahwa ada sebuah lembaga, sebut saja Mercy Corps, yang tengah menawarkan pelatihan dan pengembangan diri bagi para pemuda yang memiliki komitmen dan kepedulian tinggi untuk berpartisipasi aktif dalam isu-isu global.

Sebagai informasi, Mercy Corps adalah sebuah Organisasi Internasional yang berpusat di Inggris dan memiliki beberapa cabang di berbagai negara, salah satunya di Indonesia. Mercy Corps bergerak dalam menyikapi isu-isu global. Beberapa di antaranya adalah bidang agriculture, children, citizen, involvement, civil, society, climate change, conflict and war, disability, dispalcement, economic development, educations, emergencies enviromental, financial, services, food/nutrition, global engagement, governance, health, HIV/AIDS, hunger, livelihoods, masrginalized, groups microfinance, migrants, peaceful, change rural social, innovations sport technologi, dan internet urban water/anitation women's empowerment.

Adapun informasi di Kompas tersebut, memberitakan bahwa Mercy Corps Indonesia tersebut membuka pendaftaran bagi pemuda yang memiliki komitmen dan kepedulian tinggi terhadap isu-isu tersebut untuk mengikuti pelatihan dan pembinaan tanpa dipungut biaya sama sekali untuk pendaftaran dan selama pelatihan alias gratis! :D Namun, pelatihan ini hanya diperuntukan untuk usia 16-23 tahun dan hanya untuk 100 orang terpilih yang telah mendaftar di kawasan Jabodetabek. Rj pun ngetag info ini ke gw karena ingat cita-cita gw dan relasinya dengan lingkungan.

Awalnya gw gak terlalu tertarik karena otak gw masih dipenuhi beban SNMPTN dan STAN. Sampai pada akhirnya, gw pun ikut mendaftar online dengan segala jawaban sekenanya. Motivasinya? Sederhana saja. Ditengah mental gw yang masih naik turun, gw cuma pengen membuktikan kepada sahabat gw yang baik hati itu, kalau mimpi gw gak pernah mati. Gak pernah.

Sebulan lewat setelah pendaftaran itu, sampai pada akhirnya datanglah beberapa hari yang lalu. Gw lagi menemani nyokap dan kakak gw yang sedang belanja di sebuah departement store yang namanya merupakan nama bintang yang paling besar yang manusia ketahui dan memiliki suhu yang tinggi yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis, menjemur, dan kesehatan tulang. Tiba-tiba ada telpon dari nomor yang tidak dikenal.
"Ini Annisa Dwi Astuti? Saya ***** dari Mercy Corps. Kamu inget khan kalau pernah daftar mengikuti pelatihan Global Corps Citizenship bidang Climate Change? Selamat ya, kamu terpilih salah satu dari 100 orang untuk mengikuti pelatihan tersebut."
Setelah telepon ditutup. Anda tahu bagaimana ekspresi gw? Percaya gak percaya gw loncat-loncatan di tempat perbelanjaan itu. Senyum gw gak henti-hentinya mengembang dan bertakbir dalam hati :D

Nyokap dan kakak gw bingung ngeliatin gw yang udah kayak melakukan tarian ulatr bulu (ngasal abis!) . Ya jelas. Mungkin saat itu cuma gw yang ngerti betapa bahagianya gw. Eh, salah deng. Cuma Dia yang mengerti betapa bahagianya gw.

Gimana enggak bahagia? Setelah sekian kali mental gw naik turun karena tidak didukung untuk mengambil jurusan teknik lingkungan, dan sampai saat ini gw geregetan karena 'mencintai lingkungan' hanya bisa gw jadikan sebuah mimpi dan cita-cita tanpa menjadikannya bagian hidup gw,  Allah seolah ngebuka pintu yang lain buat gw. Pintu yang akan mengantarkan gw untuk benar-benar bisa merealisasikan rasa cinta itu.

Sampai rumah, gw langsung buka web Mercy Corps. Memastikan lembaga ini merupakan lembaga legal. Berdasarkan informasi yang dikabarkan melalui telepon, gw akan mengikuti pelatihan dari tanggal 6-11 Juli di Jakarta. Adapun pelatihannya berupa seminar, pengembangan leadership, pelatihan ilmu komunikasi dan persuasi, pelatihan multimedia, outbond, dll. Ada yang tau apa yang ada di pikiran gw? Pikiran gw udah mengkhayal dan mengharapkan banyak hal dari kegiatan ini. Apalagi ditambah kegiatan ini seolah tidak akan membuat gw jadi pengangguran selama satu minggu. Intinya, gimana caranya gw harus dapet ilmu sebanyak-banyaknya lewat sini. Gw tinggal nunggu surat izin untuk orangtua yang dikirimkan lewat pos, selanjutnya? Selamat datang mimpiku! :D

Tapi, segala ekspetasi dan harapan itu seolah di telan mentah-mentah saat surat itu datang.

Gw gak diizinkan! Dengan dua alasan dari Bokap dan kakak gw  yang sebenarnya singkat, padat, dan jelas, tapi gak sanggup membuat gw mengeluarkan segala argumen yang gw siapkan untuk memperjuangakan pelatihan ini.
Bapak : Bapak gak setuju, gak ada rundown secara jelas waktu, tempat, dan agenda kegiatannya, kayak acara kamu yang di Ciawi kemaren. Itu lebih bagus.

Kakak : Ini LSM asing. Mas khawatir masalah ibadahnya. Apalagi hubungan antara laki-laki perempuannya. Kamu gak tau khan di sana bakal ada batasan atau enggak?
Deg. Kalau gw kalap, sebenernya bisa aja gw ngeluarin semua argumen yang ada di otak gw. Mulai dari gw bisa minta dikirimin e-mail rundownnya-lah, gw jelasin secara gamblang maksud dan tujuan acara itu-lah, gw bisa jaga diri-lah, pokonya apapun itu untuk menggoyahkan pendirian bokap dan kakak gw.

Sayangnya, malam itu gw terlalu lelah. Selain karena gw baru balik dari Jakarta, diamnya bokap yang menjadi isyarat gak setujunya gw ikut pelatihan ini jauh lebih menyakitkan daripada larangannya. Hal itulah yang membuat gw gak berani beradu argumen malam itu. Dengan banyaknya 'pemberontakan' tentang jurusan kuliah yang gw lancarkan beberapa bulan lalu, dan dengan banyaknya 'keajaiban' yang gw dapatkan ketika gw berusaha mengejar ridho orangtua, itu semua udah cukup membuat sama sekali gak punya keinginan untuk beradu debat dengan bokap gw.

Gw memilih diam. Masuk kamar. Nyesek. Harapan-harapan tentang pelatihan itu hilang satu-satu. Setelah sekian lama, air mata gw tumpah lagi untuk pertama kalinya. Gw sendiri gak tau kenapa gw bisa sangat kecewa karena hal ini. Ya. Mungkin memang hanya Dia yang mengerti. Beberapa saat kemudian, nyokap yang lagi ada di Bali nelpon gw. Nyokap udah tau semua ceritanya. Tapi, yang membuat gw terheran-heran, nyokap malah ngedukung gw. Nyokap nyuruh gw ngusahain buat dapet rundownya supaya bokap bisa lihat.

Dengan hati yang sebenarnya udah ogah-ogahan, akhirnya gw berusaha memperjuangkan untuk ikut pelatihan itu. Gw dapet rundownnya! Tapi percuma, itu tidak mengubah apa-apa.

Yasudahlah. Dengan dikasih kesempatan ini aja gw udah bersyukur. Setidaknya mental gw bisa terangkat lagi karena gw sebenernya bisa kok merealisasikan rasa cinta itu, walaupun pada akhirnya memang harus dijatuhkan lagi dan tidak melewati pintu yang ini.

Berharap masih ada pintu lain yang berkenan untuk terbuka. Tapi yang pasti, gw gak akan pernah menggadaikan ridho orangtua gw dengan hal apapun, termasuk dengan pelatihan ini. Buat gw itu terlalu berharga. Karena gw pernah merasakan sakitnya ketika sulit berusaha untuk mendapatkannya.

Dengan atau tanpa pelatihan itu, gak akan pernah ngerubah rasa cinta ini untuk melakukan perubahan. Akhirnya? Gw sendiri mentertawakan kekecewaan gw hari ini  :P

*Terima kasih atas kesempatannya, Ya Rabb. Hamba ikhlas :')

Lagi-lagi, tanpa harus menghitung hari, ternyata pintu yang lain dengan cepat berkenan untuk terbuka.

Malam saat kejadian itu, gw ol YM. Gw ol dengan Aufa dan Miya. Ada yang tahu? Subhanallah. Gw mendapatkan 'tugas' yang bahkan tidak kalah bermanfaat dengan pelatihan itu, atau bahkan bisa lebih menyenangkan dari pelatihan itu. Ya. Mungkin memang rencana-Nya minggu ini gw lebih baik di Bogor. Jika pada awalnya satu minggu di Jakarta gw bisa mendapatkan banyak hal untuk diri gw sendiri. Tapi di Bogor, yap, gw bisa memberikan banyak hal untuk orang-orang yang amat sangat gw sayangi tanpa harus beradu argumen dengan bokap gw (baca postingan selanjutnya : Cinta tiada akhir)

Buat gw, 'tugas' itu sudah cukup melalap habis kekecewaan gw karena gagal ikut pelatihan itu. Lebih dari cukup malah. 'Tugas' itu sudah cukup membuat gw menjadi orang yang paling arogan kalau gw gak percaya rencana-Nya selalu indah.

Tapi ternyata? Allah ingin memberikan sesuatu yang lebih dari itu. LEBIH dari itu. Lebih dari sekedar memberi sesuatu untuk orang-orang yang gw sayang, yang Ia berikan kepada gw beberapa hari kemudian.

***

Saat mentoring minggu lalu, gw memang izin ke T'Ira kalau sepertinya Sabtu depan gw gak bisa mentoring karena gw ikut pelatihan di Jakarta. Tapi berhubung gw mengundurkan diri, akhirnya gw menanyakan memang ada kegiatan apa hari sabtu. 

T'Ira bilang Forkom kangen ama gw, hahahaha :P Kangen dari apanya coba? Hohoho. Katanya mau ngasih undangan. Gw mikirnya bantuin ngerekap siswa baru buat pra-salam kali ya. Soalnya kebetulan tadi pagi Nisop bilang gitu. Tapi kayaknya bukan deh, soalnya sms Nisop itu hari Jumat, sedangkan ini hari sabtu.

Yaah, apapun itu, selama gw bisa bantu, kenapa enggak? Toh daripada lumutan khan d rumah, hehehe :P

Tapi ternyata, sms itu bahkan benar-benar LEBIH dari sekedar undangan.
Bismillahirrahmanirrahim.
Dengan ini telah diputuskan antum diangkat menjadi mentor SMAN 1. Insya Allah training perdana diadakan pada Sabtu (10 Juli) kumpul di mesjid Al-Hurriyyah IPB Dramaga jam 8. Semoga dapat memegang amanah sebaik-baiknya, dan Allah sebaik-baiknya pembalas amalan kita, jzk.
Ttd : KorBid Mentoring dan Kaderisasi Forkom Alims.
Deg. Gw terpana cukup lama membaca sms yang satu ini.

Kawan, seandainya Anda yang di posisi gw, bagaimana ekspresi Anda setelah membaca sms ini? Tersenyumkah? Terharukah? Menangiskah? Atau loncat-loncat bergembirakah?

Anda tahu apa ekspresi gw setelah baca sms yang satu ini? Gw nyengir. Hehehe. Nyengir dalam waktu yang cukup lama dan dengan mata yang berbinar-binar (kayak kucing yang ada di shrek itu loh, siapa teh namanya? hehehe :P)

Gimana gw gak nyengir? Baru beberapa hari yang lalu gw nulis posting yang judulnya Institut Pertanian Bogor yang menyebutkan bahwa buat gw, aa teteh mentor itu luar biasa baik hati, tidak sombong, dan perhatian (tapi gw belum dapat kepastian apakah rajin menabung atau enggak :P) dan malahan menurut gw, tanpa harus mengeluarkan kata-kata apapun, wajah dan sosok aa teteh forkom sudah cukup meyejukan hati gw. Nah lho, sekarang? Gw?

Dari awal, buat gw urusan yang satu ini memang bukan urusan mudah. Urusannya masalah teladan dan berhubungan langsung dengan urusan akhirat (menurut gw ya). Lah gw? Cara bersikap dan penampilan masih belangsakan gini, belum titel 'mantan ikhwan' yang pernah diberikan kepada gw mengingat  sejak SPL gw lebih sering bertukar pikiran dengan cowok dibandingkan dengan cewek. Gimana gak nyengir gw baca sms yang satu ini, hehehe :P

Akhirnya beberapa saat kemudian gw kembali ke alam sadar dan berhenti nyengir melihat betapa jeleknya muka gw saat itu. Pikiran gw pun mulai kembali ke alam sadar. Dengan segala kata tapi yang akhirnya berhsil gw pangkas satu-satu, sekarang mah dibuat simpel aja, Tuth. Sekarang masalahnya bukan sejuk atau gak sejuknya muka lw (apa coba? hahaha), tapi masalahnya lw MAU atau ENGGAK?

Selanjutnya? Hehehe :D Siapa sih yang gak mau ditawarin investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan,  bahkan panjangnya sampai ke akhirat? Siapa sih yang gak mau dibuatin benteng yang bakal ngejaga lw dari kerasnya dunia yang belum pernah lw bayangin sebelumnya? Siapa sih yang gak mau ditawarin kesempatan dimana lw bisa merasakan nikmatnya memberi sebanyak-banyaknya? Alhamdulilah. Terlalu sombong buat gw untuk menolak amanah  itu :)

Jadi? Bismillahirahmanirrahim. Dengan segala kapasitas gw, gw gak pernah berhenti percaya. Allah selalu punya cara. Allah selalu punya rencana. Termasuk untuk menjaga gw :D 
Tapi, Tuth. Lw khan belum tau lw kuliah dimana nanti?
Yaelaaah, Tuti. Bukannya barusan lw yang bilang? Allah selalu punya cara. Allah selalu punya rencana. Percaya khan?
Indah bukan, kawan? Allah mengganti waktu yang pada awalnya mampu membuat gw mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya untuk diri gw sendiri demi meraih mimpi gw, menjadi waktu yang mampu gw gunakan untuk memberi sebanyak-banyaknya untuk orang-orang yang gw sayang :')

Maha Suci Engkau, Tuhan Semesta Alam..
Yang Maha Indah, dan mencintai keindahan..

Selasa, 06 Juli 2010

:'(

6 Juli 2010

Sedih gw. Gak kayak biasanya yang selalu berhasil mendongkrak keceriaan gw. Mampir ke SMANSA hari ini membuat gw sedih :'(

Gw emang gak fashionable karena emang gw gak ngerti fashion. Gw gak ngikutin trend busana zaman sekarang karena memang gw gak mampu dan gak mau. Gw juga gak bisa mix and match pakaian  karena baju yang gw punya emang itu-itu aja. Dan gw gak peduli sama semua hal itu. Seperti yang pernah gw bilang, selama pakaian gw menutup aurat dan tidak merusak mata orang, gw gak peduli dengan semua fashion, trend, dan style berbusana yang ada sekarang, yang penting gw nyaman.

Biasanya gw bodo amat sama pakaian yang orang kenakan, toh itu bukan urusan gw. Orang lain juga gak peduli sama pakaian yang gw kenakan. Tapi tadi? Heu, gw sedih melihat beberapa pakaian yang digunakan oleh anak SMANSA, khususnya yang perempuan.  Sebenarnya mungkin pakaian itu wajar aja, biasa aja, gak ada yang aneh, bahkan mungkin itulah yang disebut dengan fashionable. Tapi buat gw? Entahlah. Sekali lagi, gw awam masalah fasion. Intinya gw sedih ngelliat itu semua hari ini. Sedih banget :'(

Aaah, Tuti, mungkin lw nya yang berlebihan menilai. Seperti biasa, lw orang melankolis stadium 4 yang sangat mudah menilai seseorang, iya khan? Mungkin memang benar, pakaian-pakaian itu sebenarnya wajar-wajar saja, biasa saja, gak ada yang aneh. Lw nya aja yang abnormal. 

Atau jangan-jangan...lw sebenarnya memang benar? Lw gak salah menilai? Tapi lw nya saja yang mungkin memang belum dewasa. Ya. Sepertinya lw memang belum dewasa, Tuth. Karena bahkan lw masih belum mengerti (atau gak mau mengerti?) bahwa wajah SMANSA-mu itu, saat ini perlahan-lahan memang mulai berubah.
Qiyamuddin Robbani, An-Naba 2010.
"Dengan segala keistimewaan yang diberikan Allah kepada seorang wanita, wanita hanya memiliki satu kekurangan dalam dirinya. Wanita sering lupa bahwa begitu berharga dirinya".

Senin, 05 Juli 2010

Allah punya cara, Allah punya rencana

4 Juli 2010

Bener-bener ya. Egois itu benar-benar membahayakan.
Satu kata yang terdiri dari lima huruf itu mampu menelan bulat-bulat banyak hal.
Pengertian, empati, bahkan sampai cara positif thingking terhadap orang lain.

Kemarin malam, gw baru merasakan sendiri betapa gak enaknya kalau pikiran kosong. Stok novel yang bisa gw baca sudah habis. Ide buat ngeblog lagi surut. Lagi kena kantong kering yang menyebabkan gw tidak bisa keluar rumah. Lagi jenuh sama yang namanya di depan internet. Televisi tayangannya makin aneh-aneh aja. Intinya, pikiran gw benar-benar lagi kosong.

Walaupun  tidak se-ekstrem egois, buat gw, pikiran kosong pun sama membahayakannya. Kenapa? Karena gw adalah orang yang seneng banget sama yang namanya mengkhayal (walaupun hanya gw simpan untuk diri gw sendiri) dan nostalgia kejadian-kejadian yang pernah gw alami. Mending kalau khayalan dan nostalgianya hal-hal yang menyenangkan, kalau khayalan dan nostalgianya hal-hal yang menyesakkan? Nah lho..

Dan sangat disayangkan, kemarin malam saat pikiran gw lagi kosong, yang datang adalah nostalgia hal yang kurang menyenangkan. Seperti biasa, gw mulai mengingat-ingat kejadiannya, mulai mengajukan pertanyaan 5W + H1 pada diri gw sendiri kenapa waktu itu gw tidak menyikapinya dengan cara yang lebih baik, mulai megira-ngira kalau gw gak bersikap seperti itu keadaan sekarang seperti apa, kalau gw gak bersikap seperti itu apa keadaannya lebih baik dari sekarang, sampai akhirnya gw tiba di satu kesimpulan apa yang terjadi pada gw saat itu.
Gw tidak paham keadaannya dan gw lagi terkena egois kronis
Gawat. Ketika sampai di kesimpulan itu, mulai deh wujud asli melankolis gw keluar. Gw mulai menyalahkan diri gw sendiri. Menganggap keputusan gw saat itu keliru. Men-judge diri gw adalah seseorang yang jahat banget. Ngerasa miris banget kalau inget waktu itu gw dengan segala ke-idealis- an yang ada ngerasa jadi orang yang paling benar. Dan segala pemikiran itu akhirnya sampai di satu pertanyaan.
Lw kangen masa-masa itu, Tuth? Lw nyesel dengan keputusan lw, Tuth?

Argh. Bahaya. Kalau tidak diberhentikan, pikiran-pikiran gw akan mulai menjerumuskan gw lagi. Gimana caranya, gw harus memenuhi pikiran gw lagi. Dengan hal apapun, tapi bukan oleh hal ini.

Memutuskan untuk buka FB. Akumulasi ide dari Riza, Aufa, dan keinginan gw yang pengen minggat dari pikiran yang kosong, akhirnya gw mengajak orang-orang yang berminat untuk pergi ke Pesta Buku Jakarta, Bobo Fair, dan Pekan Raya Jakarta.

Berharap bisa benar-benar memenuhi pikiran gw dengan hal-hal yang menyenangkan, ditambah siapapun itu, kalau dia punya titel anak SMANSA, selalu berhasil ngecharge pikiran gw yang mulai soak, akhirnya gw benar-benar berangkat nge-bolang ke Jakarta bersama Atana, Aya, Bibah, Aufa, Rj, dan Ishal.

Alhasil?
Sukes besar! :D

Mulai dari terpana (sambil masang muka mupeng) ngeliat pengamen yang main biola pake vibrasi yang oke banget di kereta, adu celetukan dan sindiran sama Rj dan Aufa selama perjalanan, keliling-keliling Pusat Buku Jakarta sampai akhirnya kecantol sama buku yang judulnya Ali Bin Abu Thalib The Glorious-sebuah sirah nabi yang ditulis dengan gaya penulisan novel- dan Atana dengan berbaik hati membeli buku itu dan mendeklarasikan bahwa gw sebagai peminjam pertamanya, hohoho (nuhun Tantankuuuu :-*), dibeliin atana sebuah bros berbentuk bintang berwarna biru, makan nasi ulam di festival jajanan bangoo yang katanya baru di liput di Trans 7 (penting?), baca majalah anak-anak gratisan yang udah lama dari Bobo Fair, foto-foto bersama badut-badut, sampai foto di stand Calpico demi mendapatkan 20 botol Calpico! Hahaha :P

Semua itu sudah cukup memenuhin pikiran gw dan berhasil membuat gw minggat dari pikiran kosong kemarin malam. Lebih dari cukup :)

Tapi ternyata, Allah baik banget sama gw. Sangat baik. Seolah hendak menjawab pertanyaan kemarin malam. Seolah ingin memberikan penjelasan segala pertanyaan 5W + H1 gw. Dan seolah ingin memberitahu kalau keputusan gw waktu itu gak salah (setidaknya sampai saat ini), Allah memberikan satu cerita lagi buat gw.

Di perjalanan pulang, tepatnya di Trans Jakarta menuju Stasiun Kota, gw ngobrol-ngobrol dengan Rj dan Aya. Sampai akhirnya, dari mereka gw mendapatkan sebuah cerita yaaang... sebenarnya biasa aja sih. Tapi untuk gw yang ke-idealis-annya sudah mendarah daging, untuk gw yang sudah terlanjur menilai, dan untuk gw terlalu sering mengagumi, cerita itu cukup mencengangkan gw.

Dan ada yang tau? Cerita itu seketika menghancurkan pemikiran-pemikiran gw kemarin malam. Pemikiran yang menganggap keputusan gw saat itu keliru. pemikiran yang men-judge diri gw adalah seseorang yang jahat banget. Dan perasaan miris banget kalau inget waktu itu gw dengan segala ke-idealis-an yang ada ngerasa jadi orang yang paling benar :')

Dan yang paling penting, cerita itu menjawab pertanyaan gw kemarin malam.
Enggak, gw gak kangen! Gw gak menyesal!
 Ya. Keputusan itu gak salah. Setidaknya sampai hari ini. Sepeninggal dari Jakarta hari ini pun, gw merasakan nikmatnyasaat pikiran dan perasaan gw mulai mengalami proses sinkronisasi kembali :)

*Terima kasih Ya Rabb, terima kasih. Engkau selalu punya cara, Engkau selalu punya rencana :')

Astagfirullah dan Alhamdulilah. Cerita itu berimbas secara langsung pada gw dalam sepanjang perjalanan pulang di kereta dari Stasiun Kota sampai Stasiun Bogor. Sebagai 'balas dendam' karena tidak mampu menonton operet Monster Hiprokit di Bobo Fair yang  harga tiketnya memang oke banget, gw mendadak menjadi pendongeng di kereta ekonomi AC, hehehe :P. Bukan menceritakan tentang Monster Hipokrito, tapi menceritakan sebuah cerita dari negeri dongeng yang lain :)

Sampai di Stasiun Bogor buku dongeng itu gw tutup. Dan mungkin akan gw buat cerita kelanjutannya, suatu saat nanti..

*Malam ini gak ada bintang. Langitnya lagi mendung. Tapi hari ini, gw punya bintang-bintang yang lebih menyenangkan dibandingkan hanya memandangi bintang di langit. Enam bintang yang  berhasil membuat gw minggat dari pikiran kosong gw dan bersedia mendengarkan dongeng yang jauh dari kata menarik dibandingkan dongeng dari dunia Bobo. Terima kasih Ya Rabb, terima kasih. untuk hari ini. Engkau selalu punya cara, Engkau selalu punya rencana :)

Sabtu, 03 Juli 2010

Cukup Dia yang mengerti

3 Juli 2010

Untuk kesekian kalinya.
Boleh gw jujur?
Gw paham, tapi gw gak mampu mengendalikan.

Cukup Dia yang mengerti.
Betapa bahagianya gw kemarin sore saat mengetahui ternyata ada pintu yang masih bisa terbuka setelah sekian lama.
Cukup Dia yang mengerti. 
Apa yang membuat perasaan dan pikiran gw kembali tidak sinkron lagi malam ini setelah sekian lama.
Dan cukup Dia yang mengerti.
Apa-apa yang bahkan tidak gw mengerti dengan diri gw sendiri malam ini.

Terima kasih Ya Rabb, telah bersedia memberikan sebuah pemahaman lagi.

Kamis, 01 Juli 2010

Seberkas jurnal untuk dimengerti

1 Juli 2010

Lagi menyapu bersih email-email gw -dengan  empat alamat yang berbeda tapi pasword yang sama- dari spam.

Heu, banyak juga ya sampahnya. Maklum, udah lama meninggalkan dunia per-email-an dan berkutat dengan dunia blogging, facebooking, dan YM-ing (edaan, ngasal parah lw, Tuth!)

Saat mata gw berusaha menyapu bersih sampah-sampah yang ada, mata gw berhenti di salah satu email yang bahkan gw nyaris lupa bahwa gw pernah dikirimi (yang benar dikirimi atau dikirimkan, editor?) e-mail ini.
From : Fadlan Mauli
To : annisadwiastuti@yahoo.co.id
a journal.doc (94 KB)

assalamualaikum,
tuti, ini jurnal yang waktu dulu fadlan kirim ke dito
dibacanya jangan selewat ya,
biar dapet manfaatnya.
oke

we'll fight we'll win
Gw udah pernah baca jurnal ini, tapi gw memutuskan untuk mendownloadnya ulang dan membacanya kembali.

Subhanallah. Enam belas halaman yang untuk kedua kalinya sukses membuat gw hanya bisa tersenyum dan menarik nafas panjang :')

Ya. Sebagus-bagusnya seorang atau sekelompok manusia membuat rencana. Sematang-matangnya pemikiran seorang atau sekelompok manusia dalam mengambil keputusan. Tapi cuma Dia. Cuma Dia yang memiliki rencana paling indah yang gak akan pernah bisa ditiru oleh manusia manapun di jagad raya ini.

Pembaca yang budiman, boleh gw bertanya?
Selama menjejakkan kaki di dunia ini..
Hal apa yang paling mengajarkan Anda tentang hubungan sebab akibat?
Apakah Hukum III Newton  tentang aksi rekasi?
Apakah Mata Pelajaran Bahasa Indonesia tentang jenis eksposisi sebab akibat?
Ataukah Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye?

Boleh gw bercerita?
Gw memang belajar banyak dari tiga hal tersebut tentang hubungan sebab akibat.
Banyak banget.
Namun tiga hal tersebut hanya mengajarkan gw sebatas teori.
Teori bagaimana hubungan sebab akibat itu dapat terjadi.
Tapi tahukah Anda?
Gw memiliki suatu ujian praktik yang paling gamblang dan frontal yang pernah mengajarkan gw secara langsung tentang hubungan sebab akibat

Apa itu?
Menjadi bagian dari Badan Pekerja Peralihan Kepengurusan OSIS SMAN 1 Bogor!

*BPPKO 2009, kapan kita berkotek bersama lagi? :D

Institut Pertanian Bogor

29 Juni 2010

Gak kerasa sudah di penghujung Juni. Untuk lulusan SMA/SMK/MA/sederajat lulusan tahun 2010 se-Indonesia yang alhamdulilah sudah diterima di Institut Pertanian Bogor baik melalui jalur USMI ataupun UTM (selamat ya kawan-kawan! :D), minggu ini mungkin termasuk minggu yang paling riweuh dibandingkan minggu-minggu sebelumnya (paling pasti lw, Tuth! Hahaha :P). Soalnya, minggu ini kawan-kawanku tersayang itu lagi sibuk  siap-siap untuk migrasi ke Asrama IPB dan mempersiapkan matrikulasi yang dimulai tanggal 5 Juli mendatang. (Horeee Tuti up to date -tapi yang ini mah bener khan ya?-, tepuk tangan buat Tuti! *prok..prok..prok*)

Berhubung status gw masih belum berubah : pengangguran kelas berat (berat badan terus naik dan tekanan mental semakin berat karena masih menunggu nasib), daripada menjadi sampah masyarakat lagi yang hanya diam di rumah dalam usia produktif dan tidak memiliki kegiatan apa-apa serta tidak bersosialisasi dengan siapapun, hari ini gw memutuskan untuk ikut menemani sahabat gw yang merupakan Mahasiswi Institut Pertanian Bogor Angkatan 47 yang kelak mampu menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik karena sukses menyediakan asupan gizi yang cukup dan berkualitas untuk keluarganya yang sakinah, mawardah, warohmah, yang bernama Annisa Sophia untuk bermigrasi ke Asrama.

Berangkat dari rumah Nisop bareng Atana dan Aii. Rencana awal tadinya kita mau touring mengilingi asrama putri untuk ketemu anak-anak SMANSA. Tapi setelah nyampe asrama Nisop di gedung A4, Bibah, Lulu, Wilda, Oci, dkk malah nyamperin. Akhirnya touring dibatalkan dan temu kangen diselenggarakan di asramanya Nisop.

Hujan mengguyur deras. Lapar. Dingin. Baju basah. Ujung kerudung dan ujung kaos kaki basah. Di saat-saat yang mengenaskan seperti itu, sungguh, nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan?
Ibunya Nisop : Kita kebawah dulu yuk? Makan dulu..
Gw menyenggol Nisop.
Gw : Sop? Ini bayar sendiri apa di bayarin?
Nisop : Udah slow aja..
Gw : Beneran nih?
Subhanallah. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? :D

Setelah makan, gw inget sesuatu. Betapa jahatnya gw belum mengucapkan selamat ulang tahun ke sahabat gw-yang sebenarnya sudah lewat dari zaman kapan- yang sekarang menjadi salah satu penghuni asrama A3. Namanya Yuni. Asnidar. Alumni SMAN 3 Bogor. Sekarang Mahasiswi Landscape (bener gak ya tulisannya?) Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Aii dan Atana pulang duluan bareng ibunya Nisop. Gw memutuskan untuk pulang sendiri karena mau ngasih surprise ke kamarnya Yuni. Bareng Nisop, bermodalkan roti keju dengan tulisan "LOVE U" diatasnya yang dibuat menggunakan cha-cha yang dibeli mendadak di agrimart, kami berdua mengendap-endap ke lorong 10 gedung A3 (gak lebay gitu juga sih Tut!)

Surprisenya sukses walaupun sederhana. Kangen parah gw sama ni bocah satu. Akhirnya gw memutuskan untuk makan kue itu bareng-bareng di kamarnya. Senang bisa kenalan sama temen-temen Yuni, namanya Dian dan Ismi. Dari SMAN 3 dan dari Purwokerto. Sungguh, kata siapa dunia itu luas? Sempit. Ternyata Dian adalah temen satu TK gw dan rumahnya satu komplek dengan gw yang baru terungkap hari ini. Subhanallah :D

Intinya, IPB dahsyat! Keren banget 'ngacak-ngacak' penghuni asramanya yang membuat seluruh mahasiswa dari berbagai penjuru daerah se-Indonesia bisa tidur dalam satu kamar. Soalnya, kayaknya dulu bikin kelompok An-Naba ribet banget deh? :P

Menjelang magrib. Gw harus pulang. Tadinya bermodalkan ke-sok-tahu-an gw, gw mau jalan sendiri aja ke depan. Tapi Nisop, Yuni, dan Dian ternyata berbaik hati mau mengantarkan gw sampai Faperta. Alhamdulilah :)

Hujan masih deras. Baju gw makin basah walaupun udah pake payung. Ngelewatin gymnasium. Kangen nemenin latihan Panserra di sini. Ngelewatin FMIPA. Lamat-lamat gw memperhatikan mahasiswanya yang lagi berkumpul. Tersenyum. "Dulu si Mas berjuang disini, Tuth" :)

Jadi ingat banyak hal :D

Lambang Institut Pertanian Bogor

Walaupun gw bukan calon mahasiswi IPB, dan walaupun gw tidak melabuhkan hati gw di IPB (ceileeeh, lw kira kapal tut berlabuh :P), kalau diinget-inget ternyata gw punya cukup banyak cerita dengan perguruan tinggi negeri yang satu ini :)

Delapan tahun yang lalu.
Delapan tahun yang lalu adalah pertama kalinya gw menjejakkan kaki di perguruan tinggi negeri terbesar di Kota Bogor ini. Waktu itu gw ikut mengantar kakak gw yang merupakan Mahasiswa Institut Pertanian Bogor Angkatan 39 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurusan Fisika yang sekarang jadi objek ke-modus-an adiknya yang berncana untuk menyandingkannya dengan salah satu anak mantan dosennya di IPB dulu :P untuk bermigrasi ke asrama.

Pertama kali ngeliat asrama putra waktu itu, baguuuus bangeet! Cat barunya masih kecium banget dan kasur tingkatnya masih oke banget. Kalau kata kakak gw-sumber informasi benar-benar datang dari kakak gw karena gw lagi kapok banget sama yang namanya jadi orang sok tahu! :'(- angkatan kakak gw itu angkatan pertama adanya asrama di IPB, jadi asramanya benar-benar baru dibangun.

Itu keadaan delapan tahun yang lalu, gak tau dengan keadaan sekarang. Masih sebagus itukah, kawan? Keadaanya berubah atau enggak asramanya, tapi ada satu hal yang gak berubah dari dulu. Perempuan gak boleh berkunjung ke asrama putra (Iya khan T'Jannah? :D)

Kalau dulu sih, waktu jaman-jamannya gw masih lucu nan imut (mamantes!), gw masih bisa seenak jidat bolak-balik asrama putra nengokin kakak gw. Malahan sering maen sama temen-temen kakak gw (gw masih ngegemesin soalnya). Dan biasanya yang jadi objek penderita adalah lesung pipit gw :'(.

Lah sekarang? Penghuni asramanya udah seumuran semua, seangkatan lagi. Kalau sekarang gw berkunjung kesana, bukannya diajak main, malah bisa bikin geger asrama putra gara-gara ada yang berjilbab di tengah kerajaan laki-laki. Hohoho :P. Lagipula sekarang mah udah gak ada urusan ke asrama putra. Kalau ada juga, jangan-jangan gw malah melanjutkan perang berdarah dengan salah satu penghuni asrama C3 lagi, hahaha :P

Empat tahun yang lalu.
Empat tahun yang lalu itu penyusunan buku tahunan SMP gw. Kebetulan kelas gw ngambil temanya aktivitas di asrama. Sebelum dilakukan pengambilan gambar, gw dan beberapa teman yang lain survey dulu ke beberapa asrama di IPB untuk memastikan asrama mana yang kira-kira bisa kita gunakan walaupun pada akhirnya kita tidak foto di asrama IPB, melainkan di kos-kosan daerah kampus dalam, hehehe.

Gw keliling-keliling dengan mobilnya Upay, menjelajahi dari satu asrama ke asrama lain, mulai dari asrama putri  (disingkat : astri) sampai asrama putra. (disingkat : astra). Nah, dari sinilah gw mengerti arti kalimat, "Gak semua yang lo dengar itu benar". Kenapa? Soalnya waktu keliling-keliling itulah gw untuk pertama kalinya mendengar berita-berita kurang menyenangkan tentang astri IPB. Mulai yang katanya serem-lah, deket Fahutan-lah, banyak pohon rindang-lah, pokoknya membuat image gw tentang astri IPB itu : HOROR! Dan image itu gak berubah sampai Tour de IPB.

Sekarang? Hahaha. Boro-boro serem. Kemaren gw ampe betah banget di astri IPB ngobrol-ngobrol sama temen-temen gw. Berkunjung dari satu kamar ke kamar lainnya. Nyaman banget. Intinya : Gak semua yang lo dengar itu benar! :D

Dua tahun yang lalu.
Dua tahun yang lalu gw dan Ujhee menyempatkan diri untuk salah satu lomba karya tulis. Panitianya adalah Himpunan Mahasiswa Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Salah satu rangkaian acaranya adalah seminar yang berupa pengarahan untuk pembuatan karya tulis itu sendiri.

Gw lupa waktu itu gw ada urusan apa dulu, yang jelas Ujhee berangkat duluan dan gw nyusul. Akhirnya gw sampai di pintu depan IPB. Ujhee udah nyampe duluan di lokasi seminar dari tadi. Gw melenggangkan kaki dengan santainya mencari patokan-patokan yang Ujhee sms-in ke gw. Gw menyadari sepenuhnya bahwa IPB bukan kotak sabun kayak SMANSA, tapi saat itu, bibit-bibit ke-sok-tahu-an gw sudah mulai tumbuh yang menyebabkan gw menolak tawaran Ujhee yang mau ngejemput gw ke depan.

Fahutan? Deketlah. Gw pernah lewat waktu itu (dua tahun yang lalu). Lumayanlah bikin betis kenceng dari pintu depan karena saat itu gw gak tau jalan yang lebih cepat lewat daerah kampus dalam yang langsung tembus Faperta. Heu. Mulai capek. Kok gak nyampe-nyampe? Pas gw sadar, gw udah nyampe astra. Nah lho? Kayaknya Fahutan gak sejauh ini deh. Akhirnya gw teringat kata-kata pas regenerasi, "Inisiatif donk de, nanya!" Hahaha :P Akhirnya gw nanya dan ternyata benar bahwa gw kebablasan.

Ada yang tau? Plang yang bertulisakan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor waktu itu udah kayak surga dunia buat gw. Hahahaha :D Akhirnya nyampe juga. Tapi petualangan belum berakhir. Dengan sombongnya gw tetap berusaha mencari sendiri tempat seminarnya. Berkeliling-keliling Fahutan. Sepi. Sampai akhirnya gw berhenti dan memperhatikan sekitar. Gw udah berada di sekeliling pohon besar, menginjak dedauan, banyak nyamuk, rumput, dan semak-semak, dan gw sendirian!

Senyum gw mengembang seketika. Ransel yang gw gendong gw kencangkan. Dan gw mulai bernyanyi-nyanyi semperti Sherina di Petulangan Sherina. Hahahaha :D Cukup lama gw merasa menjadi Sherina yang kesenengan karena baru pertama kali berjalan di tengah hutan sendirian. Tapi kok gak nyampe-nyampe ya? Lelah berpetualang seperti Sherina, gw mulai mencari Ujhee seperti Sherina yang mencari Sadam. Tanpa gw sadar, gw hanya berputar-putar di tempat yang sama.

Menyerah. Akhirnya gw nelpon Ujhee. Hahaha :P Ternyata? Daritadi tempat gw berkeliling sudah dekat dekat tempat seminar. Hanya saja, menjadi Sherina membuat gw lupa kalau gw bisa bertanya :'( "Inisiatifnya mana, Dek?"

Beberapa bulan yang lalu.
Tour de IPB! Acara ini diselenggarakan oleh Forkom Alims untuk angkatan Rakit Bambu dengan tujuan memperkenalkan lebih dalam tentang seluk-beluk IPB, khusunya untuk Rakit Bambu yang sudah diterima di IPB lewat jalur USMI ataupun yang berencana melanjutkan studi di IPB lewat UTM dan SNMPTN.

Awalnya gw gak mau ikut. Selain karena hati gw tidak berlabuh di IPB, alasan utamanya karena gw gak punya ongkos! Lumayanlah dari rumah gw ke IPB itu pulang pergi 2 kali naik ojek dan 6 kali naik angkot, hehehe.

Tapi demi teteh mentorku yang luar biasa baik hati, yang bela-belain minjemin gw Rp 50.000,00 demi gw bisa ikut kegiatan ini supaya gw bisa refreshing, akhirnya gw ikut juga. Ternyata? Gw pun sama sekali gak nyesel bisa ikut kegiatan ini :D

Alhamdulilah bisa dapet pengetahuan lagi tentang seluk beluk perguruan tinggi negeri yang merupakan salah satu faktor pembentuk karakter kakak gw.  Walaupun kakak gw adalah orang yang paling gak bisa ngeliat gw hidup tenang setiap harinya, hahaha :P Kalau boleh jujur, seandainya ada yang bertanya, "Tipe suami idaman lw itu kayak apa sih, Tuth?" Dengan lantang dan lugas gw akan menjawab, "Kayak kakak gw" :)


Selama berkeliling, gw lebih banyak ngobrol dengan teteh-tetehku yang baik hati dan berkutat dengan buku biologi gw yang gw targetkan habis gw lahap sepulang Tour de IPB ini.

Selama berkeliling, gw memang tidak melepaskan pandangan dari buku biologi gw. Orang-orang mungkin agak jengah juga kali ya ngeliatin gw yang kayak punya dunia sendiri di tengah kegiatan yang sebenernya bisa membuat gw refreshing. Sampai tiba-tiba, ada aa mentor yang gw gak kenal menyapa gw yang masih ngedate sama buku biologi.
"Tuti semangat ya!"
Kaget di sapa, gw cuma bisa senyum sambil menangguk pelan dan menjawab, "Oh iya, a, makasih ya a". Siapa ya? Gw familiar dengan wajahnya, tapi jujur gw gak kenal, hehehe :P Tapi kalau sepengelihatan gw, aa mentor yang satu ini salah satu orang yang paling bersemangat dan paling ceria dari tadi. Semangat dan keceriannya nyaris mengalahkan Kang Agus Sang Ketua Forkom yang kadang gw sendiri aja bingung, si Akang Agus bisa sedih juga gak ya?

Penasaran. Akhirnya gw nyenggol Nisop.
Gw : Sop, itu aa forkom yang lagi megang toa, namanya siapa ya?
Nisop : Oooh, itu namanya A'Tb, Tuth..
Gw : Ooh, itu yang namanya A'Tb. Gw sering denger tapi baru tau orangnya.
Subhanallah ya. Kalau dipikir-pikir, gw bersyukur banget punya  Aa Teteh kayak Aa Teteh Forkom yang luar biasa baik hati, tidak sombong, dan perhatian (rajin menabung gak a teh? Hehehe :P) Kalau gw inget-inget, dari jaman-jamanya gw masih jadi pengurus OSIS sampai jaman-jamannya gw lagi  cinta banget sama yang namanya soal dan pensil, gak jarang  inbox gw penuh karena sms penyemangat dari aa teteh forkom mulai dari yang deket banget sampai yang ngobrol pun gak pernah. Malahan menurut gw, tanpa harus mengeluarkan kata-kata apapun, wajah dan sosok aa teteh forkom sudah cukup meyejukan hati gw, hehehe :D (serius looh!)

*Ya Rabb, mudahkanlah segala urusan dan pencapaian cita aa dan tetehku ini :)

Oia, pulang dari Tour IPB, entah kenapa gw ngebet banget pangen beli boneka horta. Pengen nyobain (lw kira kue, Tut?) menumbuhkan boneka yang terkenal made in IPB itu. Tapi sayangnya gak sempet. Akhirnya gw memendam dalam-dalam keinginan gw itu.

Ada yang tau? Beberapa hari kemudian, gw benar-benar mendapatkan boneka itu. Hadiah ulang tahun dari Teh Nadia yang merupakan Mas'ulah Forkom yang kelak mampu menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik karena sukses menyediakan asupan gizi yang cukup dan berkualitas untuk keluarganya yang sakinah, mawardah, warohmah, amiin :)

Intinya, gak pernah berhenti bersyukur karena dikelilingi aa teteh yang baik hati dan turut senang karena teman-teman Rakit Bambu angkat 47 IPB akan dijaga oleh orang-orang yang LUAR BIASA :D

Tour de IPB

Dan mulai hari ini, teman-teman Rakit Bambu yang merupakan  mahasiswa/i angkatan 47 Institut Pertanian Bogor-lah yang akan memiliki jauuuh lebih banyak cerita yang penuh perjuangan, senyuman, harapan, dan air  mata di tempat ini :D

IPB, jagain mereka ya.
Mereka yang gw sayang.
Karena kelak, merekalah yang akan menjaga dan membanggakanmu dengan berbagai karya dan prestasinya :)
IPB mungkin memang tak semegah Ganesha
Jaket almamaternya memang mungkin tak sekemilau jaket kuning
IPB mungkin tak dikejar seperti halnya Gajah Mada..

Tapi IPB berbeda, dan membuatku bangga..
IPB merupakan kumpulan cita-cita anak bangsa, anak perantauan dari Sabang sampai Merauke. Bahkan dari negeri seberangpun ada, yang terkumpul menjadi satu di asrama.

IPB mungkin memang tak semegah Ganesha
Jaket almamaternya memang mungkin tak sekemilau jaket kuning
IPB mungkin tak dikejar seperti halnya Gajah Mada..

Tak mengapa, yang penting aku cinta.. :)
(Harumi Aini)