Selasa, 10 Februari 2009

SMANSA DAY 2009! (Coming Soon)


SMANSA DAY 2009 merupakan salah satu program kerja insidentil OSIS SMA Negeri 1 Bogor yang diselenggarakan secara rutin tiap tahunnya dalam rangka memperingati hari ulang tahun sekolah (festival sekolah). SMANSA DAY yang tahun ini diketuai oleh Kiagus Aufa Ibrahim (Ketua Bidang 5 OSIS) Insya Allah akan diselenggarakan sebagai rangkaian kegiatan mulai tanggal 6 April - 23 Mei 2009 dengan mengangkat tema Stay Care, Stay Aware, Staying Alive (Lingkungan dan kesehatan).

Rangkaian kegiatan-kegiatan SMANSA DAY 2009 ini diisi oleh seluruh organisasi dan ektrakurikuler yang ada di SMAN 1 Bogor baik bersifat intern maupun ekstern. Adapaun OSIS yang mengkoordinir rangkaian kegiatan tersebut, mengadakan tiga kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain :
  1. Opening Ceremony
  2. Talkshow Stay Care, Stay Aware, Staying Alive
  3. Closing Ceremony
Kegiatan ini tak akan dapat terselenggara tanpa dukungan moril dan materil dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami selaku panitia memohon doa, dukungan, dan partisipasi khususnya dari siswa-siswi SMAN 1 Bogor, warga sekolah, orang tua wali murid, dan keluarga besar alumni SMAN 1 Bogor, serta pelajar di Kota Bogor pada umumnya.
Demi kelancaran kegiatan ini, kami selaku panitia membuka kritik dan saran yang dapat disampaikan melalui :
  1. Facebook : http://www.facebook.com/event.php?eid=46332423774
  2. Website OSIS SMAN 1 Bogor : http://osis-smansabgr.co.nr/
  3. Blog ini
Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan memberikan pengaruh positif bagi warga SMAN 1 Bogor pada khususnya dan pelajar-pelajar lain pada umumnya.

Senin, 09 Februari 2009

Awal perjuangan yang belum berakhir!

9 Februari 2009

*Kedewasaan bukan diukur dari berapa banyak komitmen yang mampu dibuat seseorang, tapi diukur dari bagaimana seseorang mampu mempertanggung jawabkan komitmen yang telah ia buat.

Walaupun baru berjalan sembilan hari, bulan Februari tahun ini mungkin akan menjadi Februari yang gak akan pernah gw lupain. Gw ngerasa mental gw terkuras bulan ini. Terkuras karena hal-hal yang sebenarnya kecil, tapi karena terjadi berulang kali, sempat membuat gw berada di ”titik terendah” pada hari ini.

Dari awal gw memang sudah menduga bahwa tanggung jawab menjadi koor.sponorship tidak mudah. Tapi ketika masalah-masalah mulai dari hal kecil sampai cukup besar terjadi dan menekan mental gw, gw pun akhirnya merasakan puncak krisis kepercayaan diri sebagai koor.sponsorship pagi ini!

Puncak krisis kepercayaan diri gw pun bermula dari perjuangan yang belum berakhir sampai detik ini. Perjuangan sie.sponsorship yang bermula dari awal Februari pun harus menjalani masalah-masalah sebagai berikut.

  • Susunan proposal sponsorship harus dilakukan pengulangan dari awal sebanyak lebih dari lima kali karena data rusak akibat virus komputer!
  • Alhamdulilah setelah susunan proposal fix dan ditambah dengan layout yang di design oleh Acie (mediasi), proposal sponsorship mulai dicetak sepuluh buah.
  • H-bebeapa menit sebelum dijilid, gw diingatkan oleh Gita bahwa proposal mengalami kesalahan! Gw hanya mencantumkan nama rekening tanpa mencantumkan nama banknya! (Astagfirullahalazim!)
  • Akhirnya semua halaman paling akhir harus diprint ulang!
  • Alhamdulilah proposal sudah selesai dicetak ulang dan tinggal dijilid. Bersamaan dengan itu, General Manager Telkomsel Pusat (Bulenya Ujhe) menawarkan untuk bertemu agar gw dapat mengajukan proposal sponsor ke Telkomsel.
  • Gw pun menjilid salah satu proposal yang memakan waktu sampai kurang lebih tiga puluh menit! Hal tersebut karena masalah-masalah sepele pun terjadi lagi. Tempat fotocpian langganan gw (deket SMP 8) tutup, jadi gw jalan ke tempat fotocopian di sebelah Karya Agung Jambu Dua. Di tempat itu, kawat spiralnya kekecilan, jadi harus dibongkar lagi. Kawat spiral yang agak besar lagi kosong, jadi tukang fotocopiannya nyari ke gudang dulu. Ketika sudah dijilid kembali ternyata ada halaman yang terbalik, jadi harus dibongkar ulang. Dan gw menghabiskan 30 menit hanya untuk menjilid satu proposal!
  • Alhamdulilah masalah proposal sudah selesai. Salah satu rencana sie.sponsorship adalah mencari sponsor di wilayah Jakarta, dan salah satu kelengkapan yang dibutuhkan adalah surat permohonan sponsor yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. Permasalahan pun kembali terjadi saat penyusunan surat tersebut.
  • Senin 2 Februari 2009. Gw dan Icha (Sekretaris SMANSA DAY) mencoba membuat satu buah surat dengan referensi dari arsip tahun lalu untuk dikoreksi terlebih dahulu oleh Pak Bas (Pembina OSIS). Draft tersebut masih banyak yang salah, terutama formatnya dan kami harus mengulangnya kembali. (Hal itu masih menjadi hal yang sangat wajar). Tapi menghadapnya gw dan Icha untuk pertama kali tentang sponsor ini, benar-benar mengawali kekhawatiran gw akan kemampuan gw menjadi koor.sponsor. Pak mengatakan sesuatu yang sebenarnya biasa saja, tapi buat gw benar-benar menjadi sebuah beban. =(
  • Draft kedua, ternyata masih salah! Penyusunan katanya kurang tepat, dan kami harus mengulanginya kembali. (Masih dapat dikatakan wajar) Tapi karena Pak Bas bilang yang salah hanya penyusunan katanya saja, akhirnya kami memutuskan untuk langsung ngeprint 15 lembar surat dengan alamat tujuan yang berbeda-beda.
  • Keesokan harinya, Selasa 3 Februari 2009. Acie membawa print out surat (hal-hal yang berhubungan dengan ngeprint berwarna, memang dialokasikan di rumah Acie) yang akan ditandatangani hari ini.
  • Tetapi surat yang dibawa Acie gagal! Mungkin Acie pun terlalu lelah malam itu sehingga tidak sempat mengecek bahwa tempat tanda tangan untuk kepala sekolah terpotong di setiap lembar surat yang diprint! =(
  • Gw dan Icha memutuskan untuk mengedit dan ngeprint di warnet Gang Selot karena tinta berwarna di ruang TU habis. Kami pun terkejar waktu bahwa surat harus selesai hari Kamis tanggal 5 Februari, rencana kami berangkat ke Jakarta.
  • Gw dan Icha menghabiskan waktu istirahat pertama untuk mengedit surat di Gang Selot.
  • Akhirnya tepat pada waktunya. Istirahat kedua kami menemui Pak Bas untuk meminta tanda tangan. Ternyata, surat masih salah! Bukan karena salah dalam struktur maupun penyusunan kalimat, tetapi karena surat KURANG INDAH! Kurang indah karena terlalu rapat, dan marginnya terlalu kecil, serta kata ”Demikian” dan ”Ketua” seharusnya sejajar. (Ya Allah, sabar ya Cha, Tuth! Namanya juga belajar!). Lima belas lembar surat yang memakan biaya Rp15.000,00 terbuang percuma. Gw dan Icha disuruh ngedit lagi dan ditunggu sampai jam 13.00 karena Pak Bas akan segera pulang!
  • Gw dan Icha pun segera kembali ke Gang Selot untuk mengedit surat dengan deadline jam 13.00 sebelum Pak Bas dan Pak Kepala Sekolah pulang!
  • Dengan segala kebutekan otak gw dan takut-takut pintu gerbang udah ditutup karena jam istirahat sudah habis, pukul 13.30 gw dan Icha bergegas ke ruang wakasek untuk menemuai Pak Bas.
  • Alhamdulilah Pak Bas masih ada nungguin kita (Subhanallah punya pembina kayak Pak Bas!). Tapi kali ini gw benar-benar lemes! Suratnya ternyata masih ada yang salah! Pak Bas juga baru sadar bahwa penulisan alamat tujuannya masih ada yang salah. Gw diam. Diam karena surat gak bisa jadi hari ini, diam karena lebih dari Rp 30.000,00 uang kebuang percuma, dan diam karena bener-bener udah lemes banget!
  • Akhirnya Pak Bas bilang besok aja. Insya Allah udah gak akan ada yang salah lagi, Pak Bas juga janji bakal langsung ditandatangani sama beliau dan Kepala Sekolah. Gw diam. Gw tetap berusaha untuk tersenyum. Setidaknya tersenyum karena gw punya pembina yang sangat memperhatikan hal-hal kecil. =)
  • Rabu, 4 Februari 2009. Alhamdulilah surat sudah ditandatangani Pak Bas. Tapi untuk kesekian kalinya gw tersenyum pahit. Hari ini ternyata Pak Kepala Sekolah gak ada! Sedang ada tugas di Bandung. Tapi Pak Memen (Wakasek Kesiswaan) bilang bahwa tanda tangannya besok pagi aja. Insya Allah Pak Kepala Sekolah ada di Bogor.
  • Sore harinya, gw dipanggil sama Pak Memen. Gw pun benar-benar gak bisa tersenyum sore itu! Pak Memen mengabarkan bahwa besok Pak Kepala Sekolah gak ada di sekolah karena mendadak mendapat surat disposisi untuk tetap berada di Bandung karena ada kegiatan lainnya. Terpaksa gw dan anak-anak sponsor gak bisa berangkat hari Kamis! Gw sudah berusaha nego untuk mendatangi kerumahnya, menggunakan atas nama kepala sekolah dan diganti dengan tanda tangan wakasek, serta memberitahu bahwa kami telah membuat janji dengan beberapa perusahaan. Namun usaha nego tetap saja gagal! Akhirnya, tanggal 5 kami gagal berangkat dan di undur menjadi tanggal 9!
  • Walaupun saat itu gw sudah sulit tersenyum. Gw masih berusaha untuk tetap berpositif thingking. Akhirnya karena dukungan Icha, Aufa, Dimash, dan yang lain, gw bisa mengikhlaskan keadaan saat itu.
  • Senin 9 Januari 2009. Alhamdulilah transport sudah siap, berkas-berkas proposal dan tanda terima proposal sudah siap, uang transport sudah siap, dan anak-anak sie.sponsorship sudah siap dengan keperluan yang akan dibawa ke Jakarta.
  • Sebelum upacara, gw dan Wiwid (Koor.Humas SMANSA DAY 2009) menghadap Pak Bas untuk meminta tanda tangan surat dispensasi. Entah mengapa dari tadi pagi perasaan gw gak tenang. Sepanjang perjalanan ke sekolah gw beristigfar berulang-ulang untuk menenangkan diri gw. Firasat gw pun benar. Terjadi sesuatu yang tidak biasa. Surat dispen ditahan terlebih dahulu dan Pak Bas akan menghubungi gw untuk tindak lanjutnya.
  • Beberapa saat kemudian Pak Bas memanggil gw. Pak Bas mengatakan bahwa Pak Kepala Sekolah tidak mengizinkan kami untuk berangkat hari ini! Seketika emosi gw memuncak. Sebisa mungkin gw tekan emosi gw dan mendengarkan penjelasan dari Pak Bas. Pak Bas bilang hari ini cuaca sangat mendung, khawatir terjadi apa-apa di jalan. Selain itu dispensasi untuk siswa semenjak hari Sabtu diliburkan sangat diperketat. Apalagi ditambah hari ini ada dispen turnamen Panssera dan besok ada dispen Studi Banding. Kami dinstruksikan untuk berangkat tanggal 16 ketika sekolah diliburkan karena ada pra UAN kelas 3. Gw tidak langsung terima begitu saja. Upaya nego pun tetap gw lancarkan. Gw jelaskan bahwa hari ini persiapan sudah benar-benar matang. Mulai dari proposal yang akan diajukan, dana, perlengkapan, sampai mobil yang akan digunakan pun sudah tersedia. Selain itu kami sudah membuat janji ulang dengan beberapa perusahaan. Tapi keputusan Pak Kepala Sekolah pun sudah sangat bulat. Nekat pun sudah tak mungkin. Akhirnya untuk kedua kalinya kami GAGAL BERANGKAT!

Sebisa mungkin gw tekan emosi gw. Emosi yang timbul bukan karena gw kesal sama sekolah. Gw sangat memaklumi kekhawatiran sekolah dan menghargai kebijakan sekolah. Tapi gw emosi dengan dengan diri gw sendiri! Saat itu masalah-masalah yang sudah lewat pun melintas lagi di pikiran gw. Rasa ketidak percayaan diri atas kemampuan gw pun menyesakkan dada gw. Gw ngerasa selama ini gw koor. yang gak bisa apa-apa! Sponsor sudah mengeluarkan banyak dana untuk membuat proposal, sudah timbul banyak masalah karena penyusunan surat, tapi kami belum menghasilkan apa-apa! Dan itu benar-benar baru masalah awal! Masalah itu bukan maslaah yang sebenarnya. Kami belum menghadapi masalah sebenernya seperti penolakan sponsor, sulitnya mendapatkan sponsor karena krisis ekonomi global, dan sponsor yang tidak terlalu menguntungkan. Pikiran-pikiran itu pun memenuhi kepala gw dan emosi gw gak bisa dibendung lagi. Air mata gw tumpah! Menyesali atas ketidakmaksimalan gw sebagai koor. Menyesali sampai saat ini kami belum bisa memberikan kontribusi berarti untuk SMANSA DAY. Sampai akhirnya Icha, Dimash, Aufa, Bima, dan Ujhee menenangkan gw.

Huufh. Kalu mengingat masalah-masalah itu, gw hanya bisa tersenyum. Allah begitu Maha Kreatif untuk memberikan pembelajaran kepada gw. Mungkin ini salah satu cara Allah untuk memberikan gw kesempatan mengalami proses pendewasaan. Allah seakan tengah menguji gw bulan ini dengan masalah-masalah itu. Apakah cara gw untuk menghadapi masalah-masalah itu sudah sesuai dengan umur 17 tahun yang Insya Allah akan diberikan kepada gw bulan ini?! Gw harap jawabanya, ya..

*Ya Allah, hamba selalu yakin rencana-Mu selalu indah!
**Icha, makasih ya Cha untuk pagi ini!
**Aufa, makasih udah buat gw ketawa lagi! Dan makasih telah kembali seperti dulu, Ayah Zeppelin kecil.. =)
**Dimash, makasih udah mau denger cerita gw! Lw emang selalu bisa bikin gw jauh lebih tenang..
**Bima, makasih udah mau ngertiin keadaanya!
**Ujhee, makasih karena lw selalu tau bagaimana cara membuat gw mengangkat kepala gw kembali.. =)

Kamis, 29 Januari 2009

Iri?

Iri benar-benar seperti api yang memakan kayu bakar.

Iri mampu membakar apapun yang ada disekitarnya, mampu menghanguskan apapun disekelilingnya, mampu menelan mentah-mentah keceriaan, mampu menghilangkan senyuman di wajah, dan mampu mengubah kekaguman menjadi sebuah kebencian.

*Astagfirullahalazim! Ya Rabb, peliharalah hamba dari perasaan yang tak sepantasnya...

Rabu, 28 Januari 2009

Keputusan terbaik . . .

28 Januari 2008

Ujhee : Mumpung ada kesempatan di depan mata, Tuth?! Kapan lagi dapet kesempatan untuk memperbaiki diri?
Kapan lagi? Hufh, benar-benar pertanyaan yang gak bisa gw jawab. Gw gak tau kapan lagi gw punya kesempatan berada di tengah-tengah orang yang mampu memberi pengaruh positif kepada gw. Gw gak tau kapan lagi gw dikasih waktu sama Sang Maha Pengatur Waktu untuk memperbaiki diri. Gw pun gak tau kapan lagi kalau bukan sekarang, gw mulai berusaha untuk lebih dekat dengan-Nya. Kalimat singkat itu meluncur dari sahabat terbaik gw kemarin sore. Kalimat itu pun yang akhirnya menuntun dan membulatkan niat gw untuk mengikuti PODSS.

*Makasih ya, Jhe! Lw emang bener-bener sahabat terbaik gw! Mudah-mudahan kita bisa menjadi orang yang lebih baik lagi ya sahabat. Gw sayang banget Ujhee.. =)

PODSS adalah salah satu program kerja DKM Ar-Rahmah SMAN 1 Bogor yang merupakan singkatan dari Pelatihan Orientasi Dakwah Sekolah Susulan. Namun, PODSS biasa dikenal dengan pelatihan untuk menjadi pengurus DKM susulan. Pelatihan ini diperuntukkan untuk siswa-siswi SMAN 1 Bogor, khususnya kelas X dan XI yang masih memiliki keinginan menjadi pengurus DKM namun belum terlaksana di awal tahun ajaran lalu.

Sebenarnya sudah dari awal semester 1 kelas X tahun lalu gw diajak buat bergabung jadi pengurus DKM. Tetapi entah mengapa dulu gw masih merasa berat mengatakan ”IYA”. Selain karena gw belum merasa mampu memegang tanggung jawab pada beberapa tempat di waktu yang bersamaan, gw pun merasa takut atas sikap gw yang masih terkesan ”cuek” sebagai seorang perempuan, tidak mampu membawa nama baik DKM. Tetapi kalimat singkat yang dilontarkan Ujhee di sekret OSIS tersebut, entah mengapa mampu menepis alasan-alasan yang sebenarnya tidak logis untuk tidak bergabung dengan DKM (hhee..) yang pada akhirnya meneguhkan niat gw dan berkata ”IYA”.

Keputusan gw untuk mengikuti PODSS dapat dikatakan sangat mendadak, karena gw memutuskan untuk ikut PODSS H-1 sebelum kumpul perdana tanpa mengisi formulir dan tanpa memberitahukan siapapun selain Ujhee. Jujur, pada awalnya gw masih gak yakin gw mampu ikut PODSS yang sama artinya dengan menambah satu lagi tanggung jawab gw. Hal itu disebabkan karena bulan-bulan ini benar-benar bulan yang ”freak” banget buat gw. Bulan ini akan dimulainya kinerja sie.sponsorship yang merupakan salah satu tonggak penentu keberhasilan SMANSA DAY 2009 dan merupakan bulan pembuktian bahwa nilai gw bisa bangkit lagi dari ”keterpurukan”.

Alhasil, banyak teman-teman yang kaget dan memberikan tanggapan atas keiikutsertaan gw. Ketika mereka tau gw ikut PODSS, banyak tanggapan yang (menurut gw) malah memotivasi gw dan meyakinkan gw bahwa gw pasti bisa! Mulai dari sahabat-sahabat gw, Nita dan Rj, yang ”tingkahnya” pengen gw lempar pake sepatu! x) Feni yang bilang, ”Demi apa?”, Bani yang bilang, ”Bukannya dari dulu..”, Tana yang bilang, ”Semangat ya Tuth PODSS nya!”. Hazmi yang bilang, ”Besok Jam 6.20 ya, Tuth!”, Raida yang bilang, ”Alhamdulilah..” dan A’Fadlan yang tertawa sambil bilang, ”Alhamdulilah..” Kata-kata itu emang singkat, tapi secara gak sadar kata-kata itulah yang sebenarnya membuat gw lebih yakin bahwa ini keputusan yang terbaik.

Mudah-mudahan keikutsertaan gw bisa ngasih pengaruh positif buat diri gw sendiri dan orang-orang disekitar gw. =) Buat panitia PODSS, mohon bimbingannya yaa! Buat peserta PODSS, ayo kita semangat! =)

*Ya Allah, terima kasih Engkau telah memberikan sahabat terbaik yang mampu menuntun hamba membuat keputusan terbaik untuk menjadi orang yang lebih baik... =)

Minggu, 25 Januari 2009

Kebodohan nomor 1!

25 Januari 2009

Deg. Gw diam. Air mata gw tumpah. Seketika gw merasa di titik terendah dalam hidup gw. Gw merasa menjadi orang yang paling bodoh. Gw merasa menjadi ayam yang mati kelaparan karena mencari gandum ditengah-tengah lumbung padi. Tangan gw bergetar menutup muka, menahan air mata gw yang tak ingin gw tunjukkan. Hati gw sesak ketika ibu berkata :

”Kamu udah gak sayang bukan sama Bapak?! Kalau bapak meninggal gimana?! Kamu emang gak ngerasa kehilangan?!"

*Ya Allah, maafkan hamba! Hamba menyadari itu kebodohan nomor 1 hamba! Astagfirullahalazim...

** Bapak, Tuti minta maaf ya, Pak! Tuti gak bermaksud bikin Bapak stress. Tuti cuma masih belajar untuk bersikap dewasa. Maaf kalau tuti lebih banyak membuat Bapak stress daripada membuat Bapak bangga. Tapi Tuti cuma pengen Bapak tau satu hal. Tuti sayang banget keluarga Tuti, Garuda, OSIS, dan sahabat-sahabat Tuti. Tuti gak mau kehilangan mereka. Tuti mungkin gak akan pernah bisa membuat Bapak tersenyum kalau Tuti bukan bagian dari mereka. Tapi, Tuti jauh lebih sayang sama Bapak. Maksih ya Pak untuk segalanya yang gak akan pernah bisa Tuti bayar sampai kapan pun. Maafin Tuti ya Pak...

Maafin gw . . .

24 Januari 2008

Hari ini, bagi siapa saja yang merasa tersakiti atas sikap gw, ucapan gw, dan cara gw melihat, gw benar-benar minta maaf! Bagi sahabat-sahabat gw, atau orang orang yang ”menyadari” sikap gw hari ini, gw benar-benar mohon untuk terus mengingatkan gw. Gw gak mau kembali lagi seperti dulu, selalu bermimpi tetapi lupa untuk kembali menginjak bumi.

Maafiin gw...

Garudaku berhasil terbang kembali . . .

24 Januari 2009

*Setelah kurang lebih selama tiga bulan latihan, akhirnya tibalah hari ini. Hari dimana Garuda harus dapat membuktikan, bahwa sayapnya mampu mengembang kembali dan dengan gagah membawa terbang nama SMPN 1 di langit Kota Bogor.

Hari ini merupakan final LKBB (Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris) Bogor Open XVIII Purna Paskibraka Indonesia Kota Bogor, yaitu lomba paskibraka paling bergengsi di Kota Bogor. Setelah berhasil menjadi juara 2 Grup B, Garuda harus berjuang kembali di final hari ini melawan 14 sekolah lainnya di GOR Pajajaran.

Final LKBB di GOR Pajajaran

Hari ini gw tepar banget. Karena dua hari kemaren gw tidur larut terus, akhirnya hari ini gw datang telat buat bantuin Garuda. Ketika gw datang, Garuda sudah bersiap dengan segala perlengkapnnya dan tengah menerima pengarahan dari Bapak Oman, Kepala Sekolah SMPN 1 Bogor (maafin gw ya Garuda, gak bantuin siap-siap perlengkapan lomba?!)

Pasukan Garuda 16 sedang menerima pengarahan dari Pak Oman

Setelah pengarahan usai, kami berdoa bersama. Setelah itu, seperti biasa, kami melakukan ritual kami. Meneriakan iyel-iyel Garuda yang selalu membuat semangat gw terbakar dan merasa beruntung pernah menjadi bagian dari mereka. Perasaan yang sama ketika gw meneriakkan iyel-iyel OSIS bersama Zeppelin dan Windmill. =)

Garuda Juanda Enambelas!

Di tengah perjalanan, Ujhee sms bahwa lomba sudah dibuka dan juri serta panitia sudah siap. Tinggal menunggu Garuda untuk memulai perlombaan. Rasa cemas pun kembali datang karena Garuda tampil dengan urutan nomor 1!

Setelah sampai di GOR, ternyata kami belum terlambat. Pasukan segera bersiap di DP 2, dan alumni segera bersiap di bangku penonton. Jujur gw kaget banget tahun ini. Gw ngerasa tahun ini Spensa (singkatan SMPN 1 Bogor) terlihat lebih kompak. Walaupun masih pagi, penontong pendukung spensa sudah memenuhi GOR dengan dresscode baju berwarna merah menyala! =)

Supporter Garuda 16

Akhirnya, Garuda pun bersiap untuk tampil. Gw sempat menahan nafas melihat penampilan Garuda. Takut-takut melakukan kesalahan yang tidak terduga. Setelah penampilan usai, alumni Garuda berdiri dan bertepuk tangan memberikan penghargaan yang terbaik untuk pasukan. Bagaimana tidak? Pasukan telah menunjukkan bahwa Garuda benar-benar bangkit untuk lebih baik dari tahun lalu. Menurut gw pribadi (maaf bagi yang tidak sependapat), walaupun terjadi salah komando, ada beberapa baju pasukan yang tidak rapih, dan dan tempo yang berbeda sehingga formasi tidak sama, tapi Garuda hari ini benar-benar mampu membuat alumni tersenyum lebar. PBB (peraturan baris-berbaris) di tempat dan berjalan nyaris sempurna. Dan yang paling mencengangkan, pasukan memperlihatkan kembali melintang dan haluan ala Garuda, yaitu tempo cepat namun LURUS!

PBB di tempat

Buka formasi

Setelah usai, alumni dan paskuan berkumpul. Pasukan menangis. Mereka menyesali kesalahan mereka di lapangan, khususnya keslahan yang dilakukan ketika formasi. Beberapa perempuan menangis tersedu-sedu sambil berpelukan. Laki-laki menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong. Kami, alumni Garuda, memberikan ucapan selamat, dan terima kasih kepada pasukan yang telah memberikan yang terbaik. Kami hanya tersenyum melihat mereka menangis sambil meyakini suatu harapan. Semoga tangisan itu akan mengawali bangkitnya Garuda tahun ini.

Tangisan pasukan Garuda 16

Ujhee sedang memberikan semangat kepada pimpas Garuda 16

Gw benar-benar kembali merasakan kehangatan Garuda saat itu. Walaupun banyak alumni Garuda yang sama-sama di SMANSA, tapi ketika kami berkumpul kembali, gw benar-benar merasakan perasaan yang berbeda. Perasaan nyaman yang meningatkan gw, bahwa kami pernah menghabiskan masa-masa putih biru bersama.

Gw, Ujhee, dan Nunui (Garuda angkatan 20!)

Pengumuman dilaksanakan kurang lebih pukul 21.30. Sebelum pengumuman berlangsung, perasaan gw benar-benar sesak. Gak tau gw yang lagi ”lebay” atau gimana. Tapi detik-detik menjelang pengumuman gw benar-benar menangis! Gw takut! Entah mengapa gw takut mendengar kemungkinan terburuk yang akan didapatkan Garuda. Selama ini gw sudah cukup banyak mendengar masalah yang terjadi di pasukan melalui Melda (Ketua Garuda 16 tahun ini). Mulai dari latihan gak pernah lengkap, formasi terlambat, bongkar pasang pasukan, kendala orang tua dan sekolah, sampai bentroknya jadwal kelas 3 untuk mempersiapkan pagelaran dengan latihan untuk mempersiapkan lomba.

Tapi ternyata harapan itu benar-benar terjadi! Tangisan itu benar-benar mengawali bangkitnya Garuda tahun ini. Garuda mendapatkan peringkat kedua terpaut 10 poin dari SMPN 1 Cibinong yang menduduki peringkat pertama! Semua alumni tersenyum lebar! Pasukan telah menunjukkan perubahan jauh lebih baik dari tahun lalu yang memperoleh peringkat harapan 1.

Selamat ya adik-adiku! Seperti yang pernah gw bilang dalam renungan yang pernah gw sampaikan. Walaupun belum berada di puncak tertinggi, tapi kami percaya bahwa tangan-tangan kalian terbukti mampu membawa Garuda terbang kembali. Tetap semangat ya adik-adiku! Maafkan gw selama persiapan lomba kemarin, gw tidak terlalu banyak memberikan kontribusi. Gw selalu sayang kalian.. =)

Kamis, 22 Januari 2009

Sembuhkan luka . . .

22 Januari 2009

Di sini di sana
kita semua sama.
Dan kini ku hanya,
ingin sembuhkan luka.
Biarlah, yang telah berlalu,
jadi makna berarti.
Ku ingin Indonesia tersenyum.

By: Melly Goeslaw& Anto Hoed
dari " sembuhkan Luka"
Untuk korban Gempa & Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara ( Nias)

Lagu ini emang udah lama banget. Tapi tiga hari belakangan ini, lagu yang punya lirik cukup singkat itu berhsil membuat gw terus tersenyum mengingat keteledoran gw. Menurut gw, lirik lagu ini cukup "menyentil". Lagu ini ngingetin gw tentang masyarakat Aceh yang sempat terkena bencana gempa dan tsunami yang cukup dahsyat, serta pemberontakan GAM yang nyaris memecahkan NKRI. Namun saat ini mereka bisa bangkit kembali, kembali untuk menjalankan kehidupan seperti sedia kala. Masa gw yang cuma "terpuruk" gara-gara nilai yang sempat terjun bebas, krisis kepercayaan dari orangtua, masalah organisasi yang bertumpuk di kepala, dan cita-cita yang tidak direstui oleh orangtua saja tidak bisa bangkit lagi ?! =)